TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pengelolaan Uang Kas Sangat Penting Dalam Berinvestasi

Nurdian Akhmad
13 July 2016 | 13:28
rubrik: Business Info

Jakarta-Thebusinessnews. Dalam melakukan investasi, pengelolaan tingkat kas yang benar sangatlah penting. Besarnya kas yang dimiliki berbeda untuk setiap pribadi. Untuk yang membutuhkan strategi dalam keuangan pribadi mereka.

Menurut  Head Of Intermediary Schroders, Teddy Oetomo bahwa  sangat dianjurkan untuk meminta nasihat dari perencana keuangan profesional.“Carilah perencana keuangan yang dapat membantu anda untuk mencapai tujuan investasi anda, tidak hanya berusaha untuk menjual produk kepada anda.” Ujar dia dalam siaran pers, Rabu(13/7/2016).

Untuk pribadi yang telah berinvestasi, pengelolaan kas seringkali berarti menjaga tingkat kas yang cukup dalam portofolio mereka. Memiliki terlalu banyak kas akan menurunkan potensi keuntungan di masa depan, dikarenakan kas tidak memberikan imbal hasil. Di sisi lain, memiliki terlalu sedikit kas meningkatkan resiko portfolio investasi mereka. Pertama, pada saat kekurangan kas, investor dapat membuat keputusan investasi tidak masuk akal, misalkan menjual sebagian investasi mereka pada harga jual yang kurang optimal. Kedua, memiliki terlalu sedikit kas berarti investor dapat kehilangan kesempatan apabila tiba-tiba muncul potensi investasi di harga yang menarik.

Selain pengelolaan tingkat kas yang tepat, investor juga perlu memeringkat aset yang mereka miliki dalam portofolio mereka sesuai dengan tingkat likuiditasnya. Sebagai contoh, investasi yang dimiliki dalam reksadana menunjukan likuiditas yang lebih tinggi daripada properti. Salah satu alasannya adalah karena untuk masuk ke dalam instrumen reksadana di Indonesia, seseorang hanya memerlukan Rp 100.000. Selain itu, pada saat adanya keperluan terhadap kas, kepemilikan dalam reksadana dapat dicairkan dengan hasil yang akan tersedia dalam waktu kurang dari 7 hari kerja. Lebih penting lagi, kepemilikan dalam reksadana dapat dicairkan sebagian dan berdasarkan pada harga pasar yang berlaku.

BACA JUGA:   Berinvestasi, Orang RI Masih Sukai Deposito

Sekarang, mari kita bandingan dengan contoh kepemilikan dalam properti, yang memiliki peringkat lebih rendah dalam hal likuiditas. Seringkali, pada saat kita perlu menjual aset properti kita secara cepat, kita disudutkan untuk menerima harga yang didiskon. Selain itu, pada saat kita menjual aset properti kita, kita harus menjualnya secara keseluruhan. Bayangkan apabila anda memiliki properti Rp 1 miliar dan tiba-tiba anda membutuhkan dana Rp 250 juta. Anda harus menjual seluruh properti. Anda tidak bisa menjual seperempat properti anda atau misalnya hanya satu dari empat kamar. Kami tidak mengatakan bahwa investasi properti lebih tidak menarik dibandingkan reksadana namun hanya menggambarkan perbedaan dalam likuiditas yang ditunjukkan oleh setiap kelas aset yang berbeda. (red)

 

Previous Post

Diet Karbo Perlu Alat Memasak Nan Cocok

Next Post

Proyek Air Umbulan Segera Rampung

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR