TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Proyek Air Umbulan Segera Rampung

Nurdian Akhmad
13 July 2016 | 14:09
rubrik: Capital Market

Jakarta-Thebusinessnews. Pemerintah akan segera merealisasikan proyek Sistem Penyediaan Air Minum  (SPAM) Umbulan, Jawa Timur yang  sejak  40 tahun lalu jalan di tempat. Hal itu ditandai dengan Penandatanganan  Kontrak Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KKPBU) SPAM Umbulan ini rencananya akan dilaksanakan pada akhir Juli 2016. Keputusan ini diambil  saat Rapat Koordinasi Kemajuan Proyek SPAM Umbulan yanng dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution pagi ini Rabu (13/7) di Jakarta.

“Ini proyek penting dan prestisius. Kalo diurut ke belakang,  proses ini sudah ada sejak tahun 1973an atau 43 tahun yang lalu,” kata Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution dalam siaran pers, Rabu(13/7/2016).

Menurut Darmin, pola KKPBU SPAM ini merupakan proyek pertama yang tersulit  karena  melibatkan banyak kabupaten/kota.

“Pola KKPBU ini bisa menjadi template untuk berbagai proyek infratruktur lainnya seperti SPAM di daerah lain, listrik, jalan tol dan sebagainya,” tambah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofjan Djalil.

SPAM Umbulan  melibatkan kabupaten Pasuruan, kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik dengan total nilai investasi sebesar Rp 4,497 miliar (di luar pengadaan tanah). Produksi SPAM Umbulan sebesar  4.000 liter/detik akan menjadi sumber air minum bagi kurang lebih 1,3 juta jiwa.

“KPPBU SPAM ini bisa menjadi lesson learned, menjadi pola ke depan, kalau ada kasus seperti  ini yang melibatkan daerah. Tidak berlarut-larut sampai  bertahun-tahun.  Paling tidak bisa diputuskan di tingkat dirjen,” kata Sofyan Djalil.

Menurut Sofjan Djalil, pola kerjasama melalui KKPBU ini juga bisa menjadi alternatif untuk menampung dana hasil Tax Amnesty untuk membiayai  berbagai proyek infrastruktur seperti listrik, air, rumah sakit (teaching hospital), dan sebagainya.(red)

BACA JUGA:   IHSG Diproyeksikan Bergerak Flat
Previous Post

Pengelolaan Uang Kas Sangat Penting Dalam Berinvestasi

Next Post

BBTN Klaim Mampu Tampung Dana Repatriasi Rp 50 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR