
Jakarta, businessnews.id — Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menilai, struktur perdagangan Indonesia semakin sehat. Dan hal itu ditunjukkan dengan struktur ekspor yang mengikuti tren pemulihan d imana pertumbuhan tertinggi didominasi oleh barang bernilai tambah.
“Pertumbuhan ekspor didominasi produk manufaktur pada Januari 2014, khususnya ekspor bernilai tambah tinggi seperti mesin- mesin, perangkat mekanik, dan bahan bahan kimia,” kata dia di Jakarta hari ini.
Ditambahkannya, ekspor nonmigas meningkat di saat Rupiah melemah, menunjukkan tren penguatan yang berarti kualitas produksi nasional semakin berkualitas. Di samping, pada Januari 2014, neraca impor migas dan barang konsumsi menurun secara signifikan. Itu digantikan dengan impor barang modal untuk kebutuhan industri.
Struktur ekspor Indonesia yang semakin sehat ditandai dengan tiga indikasi. Dan itu perlu ditingkatkan terus.
Pertama, ekspor ke negara tujuan tradisional seperti China dan Amerika Serikat di Januari 2014 menguat signifikan masing masing 22,6 persen dan 1,5 persen year on year. “Ini artinya ketika perekonomian dunia pulih maka kita bukan ditinggalkan, melainkan justru ikut merasakan percepatan pertumbuhan.”
Indikasi kedua, ekspor ke negara tujuan baru atau nontradisional khususnya Uni Emirat Arab, tumbuh 116 persen, Afrika Selatan tumbuh 72 persen, Peru tumbuh 187 persen, dan Nigeria 117 persen pada Januari 2014.
Sedangkan indikasi ketiga, dia menambahkan, kenaikan ekspor tertinggi ditunjukan oleh ekspor barang manufaktur, khususnya yang bernilai tinggi seperti mesin/pesawat mekanik naik 33,7 persen year on year; perhiasan tumbuh 54,5 persen; produk produksi kimia tumbuh 26,5 persen; kertas/karton tumbuh 11,0 persen.
Sementara, kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa di Januari 2014, terjadi defisit neraca perdagangan sebesar USD 430 juta. Itu karena nilai ekspor Indonesia di Januari 2014 mencapai USD 14,48 miliar atau menurun 14,63 persen dibandingkan di Desember 2013. Untuk perbandingan dengan Januari tahun 2013 (year on year), ada 5,79 persen. (ZIZ)