
Jakarta, businessnews.id — Kebutuhan beton pracetak bagi pembangunan infrastruktur di Indonesia kian meningkat. Sampai pada tahun 2014 saja, terdapat kebutuhan 10 triliun ton beton pracetak dan angka itu akan terus meningkat.
“Tapi lama-kelamaan akan naik terus sebab kecenderungan penggunaan beton pracetak akan kian meningkat, “ terang Direktur PT Wijaya Karya Beton, Tbk., Fery Hendriyanto, di Jakarta hari ini.
Melihat kebutuhan itu, pihaknya akan terus meningkatkan kapasitas produksi beton pracetak. Pada tahun ini, akan ada dua tambahan pabrik beton pracetak di Lampung Selatan yang akan beroperasi pada bulan September 2014.
Kemudian, di Cilegon pada bulan Agustus 2014. “Dengan dua pabrik beton pracetak ini akan bisa menambah kapasitas Wika Beton dari 2 juta ton per tahun menjadi 2,3 juta ton per tahun,” kata dia.
Dana yang dibutuhkan membangun pabrik beton pracetak di Lampung Selatan sebesar Rp 350 miliar, dan untuk pabrik beton di Cilegon dibutuhkan dana Rp 130 miliar.
Mendukung produksi, Wika Beton telah menyiapkan tiga daerah konsensi batu pecah yakni Cigudeg yang sekitar 30 ha; Lampung Selatan seluas 30 ha; Palu seluas 20 ha. “Tahun ini yang akan beroperasi adalah yang di Cigudeg dan Lampung Selatan,” kata dia. (ABDUL AZIZ)