TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Satu Lagi, Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Hadir di IMIP

Nurdian Akhmad
23 January 2024 | 13:04
rubrik: Business Info
Satu Lagi, Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Hadir di  IMIP

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia melalui pendirian pabrik baterai di kawasan industri terintegrasi tersebut.

Kehadiran pabrik baterai akan melengkapi 54 industri yang saat ini beroperasi di IMIP. Jika terealisasi, industri di IMIP  akan kian komplet karena telah berdiri berbagai pabrik pemurnian (smelter) dan pengolahan biji nikel serta daur ulang baterai.

Managing Director PT IMIP Hamid Mina menuturkan, seperti kebanyakan tenant di IMIP, investasi pabrik baterai berasal dari China. Sayangnya, dia belum menjelaskan rinci tentang rencana tersebut, termasuk nilai investasi. “Moga-moga tahun ini (mulai). Sekarang masih studi kelayakan,” tutur Hamid dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (23/1/2024).

Mengenai kapasitas produksi, pengusaha tambang kawakan itu juga belum mengungkap pasti. Yang jelas, kata dia, pabrik baterai itu tidak langsung besar karena prinsipnya menyesuaikan kebutuhan. Pada fase awal, diproyeksikan baterai akan digunakan untuk memasok kebutuhan internal.

IMIP merupakan kawasan industri berbasis nikel dengan mata rantai industri terpanjang di dunia. Berdiri pada 2013, luas kawasan mencapai 5.000 hektare dan sedang dikembangkan menuju 6.000 hektare. Sebanyak 54 industri berada di tempat ini.

Selain PT Sulawesi Mining Investment (SMI) sebagai pabrik pertama, terdapat PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS), PT Indonesia Guang Ching Nickel and Stainless Steel Industry (GCNS), PT QMB New Energy Materials (QMB) dan lainnya.

Puluhan industri itu belum termasuk fasilitas pendukung mulai pelabuhan (terminal khusus) dengan kapasitas sampai dengan 150 juta ton/tahun dan power plant dengan kapasitas 5.319 MW. Pembangkit listrik itu akan terus dikembangkan. Saat ini power plant berkapasitas 1.520 MW juga sedang tahap pembangunan.

BACA JUGA:   Modernisasi Fasilitas Produksi, Lenzing Group Investasi Rp 3,3 Triliun

 Selain itu terdapat pula bandara khusus dan ketersediaan air baku hingga 6.000 liter per detik. IMIP dibangun atas kerja sama Bintang Delapan Group, SMI dan Tsingshan Holding Group dari China. Sebelum membangun industri berbasis nikel di Morowali, Tsingshan Group memiliki 3 unit produksi nikel pig iron (npi) dengan kapasitas 2 juta ton dan 3,4 juta ton Stainless Steel. 

Berdasarkan laman situs resmi IMIP, Tsingshan Group merupakan perusahaan terbesar di dunia di bidang pengolahan nikel dan sudah menguasai teknologi pengolahan yang lengkap dengan teknologi maju dan modern. Saat ini produk utama IMIP yakni nikel, stainless steel dan carbon steel.

Tags: Pabrik baterai listrikPT IMIP
Previous Post

Hutama Karya Konsisten jadi Pengembang Infrastruktur

Next Post

Ini Inovasi BPR Jwalita Trenggalek Himpun Dana Murah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR