
Jakarta, businessnews.id — Skema pembiayaan dari The Global Fund untuk penanggulangan penyakit AIDS, tuberkulosis, dan malaria, akan diubah. Itu untuk percepatan pencapaian penanggulangan tiga penyakit itu.
“Dengan demikian, dalam beberapa tahun ke depan tiga penyakit itu tidak lagi menjadi ancaman bagi masyarakat,” kata Board of Chairman The Global Fund, Nafsiah Mboi, di Jakarta hari ini.
Kata dia, dalam pertemuan dua hari di Jakarta untuk membahas pengubahan itu, akan dibicarakan tentang cara baru pemberian dukungan finansial dan kemitraan.
“Pendekatan The Global Fund selalu selaras dengan strategi nasional Pemerintah Indonesia. Dan selalu mencari best practice dalam mencari jalan penanggulangan penyakit tersebut,” kata menteri kesehatan RI tersebut.
Cara kerja The Global Fund selalu bermitra dengan sektor swasta di Indonesia ataupun negara lain. “Juga dengan pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat yang terdampak penyakit itu.”
Lebih lanjut dia mengatakan, untuk Indonesia, total dana yang disediakan The Global Fund sebesar USD 639,15 juta.
“Sedangkan yang sudah dikucurkan sebesar USD 542,24 juta. Indonesia luas sehingga tidak cukup bila hanya dari anggaran pusat atau daerah untuk menanggulangi tiga penyakit itu.”
Adapun Executive Director The Global Fund, Mark Dybul, berkata bahwa untuk memungkinkan kesinambungan jangka panjang, pihaknya mendorong adanya investasi besar. Juga pembiayaan jangka panjang dari negara-negara di dunia.
Upaya yang signifikan didapat bila negara-negara dunia mau membiayai sistem kesehatan mereka dan mengikuti program penanggulangan tersebut. Termasuk Indonesia.” (DHI)
EDITOR: DHI