Jakarta, TopBusiness – Perumda Air Minum Tirta Binangun Kabupaten Kulon Progo mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik (GCG). Plus, dengan dorongan motto perusahaan yakni KOMPAK menjadikan kinerja semakin apik guna lebih memacu diri dalam layanan kepada pelanggan sekaligus menciptakan laba.
Perumda Tirta Binangun sebagai perusahaan daerah air minum milik Kabupaten Kulon Progo, Jawa Tengah mengelola bisnis dengan konsep layanan untuk sosial atau publik sebesar 94 persen, dan sisanya, alias 6 persen adalah laba.
Direktur Utama Tirta Binangun Jumantoro, mengungkapkan dalam menggiatkan kinerja operasional layanan dan bisnis, pihaknya memiliki motto sekaligus menjadi budaya kerja bagi insan-insan yang ada. “Kami memiliki motto perusahaan yang kita budayakan menjadi budaya kerja, agar perusahaan terus memberikan kontribusi besar bagi seluruh stakeholder, yakni KOMPAK (Kompeten, Profesional, Akuntabel). KOMPAK ini menjadi kunci keberhasilan kinerja bisnis Badan Usaha Milik Daerah”, tegas Jumantoro kepada Dewan Juri TOP BUMD Awards 2024 dalam jaringan rapat zoom, di Jakarta.
Perusahaan menyadari bahwa sebagai perusahaan dengan sasaran utama kepada layanan sosial, akan tetapi perusahaan daearah ini tetap memberikan kontribusi kepada capaian pendapatan. Tercermin dari konstribusi setoran keuntungan kepada pemegang sahamnya cukup menggembirakan berupa dividen.
Kinerja apik perusahaan sudah tidak diragukan lagi, yang terlihat dengan capaian portofolio sangat baik, bahkan melebihi dari target dan sasaran tahunan yang telah disetujui RUPS.
Dikatakan Jumantoro, capaian nilai penjualan tahun 2022 sebesar Rp 38,230 miliar dari target Rp 40,851 miliar, dan 2023 sebesar Rp 46,976 milar dari target Rp 44,498 miliar. Sementara jumlah pelanggan mengalami peningkatan pada tahun 2022 sebanyak 2.564 Sambungan Rumah Tangga (SR) dan 2023 sebanyak 2.841 SR. “Jadi ada peningkatan dari tahun 2022 lalu,” ujarnya.
Tak terkecuali, skor pelayanan pelanggan dengan sangat baik. Tahun 2022 dengan skor 81,567 dan 2023 dengan skor 81,656. Skor pelayanan terus mengalami peningkatan. Skor di kantor cabang sangatlah menggembirakan dengan rata-rata sangat puas.
Dijelaskan Jumantoro, pihaknya sangat transparan dalam mengedepakan GCG sehingga mengajak masyarakat untuk bisa memberikan saran dan masukan demi perbaikan perusahaan.
“Dalam rangka membangun perusahaan daerah yang unggul dan memberikan kebermanfaatan besar bagi perekonomian daerah dan kami membuka diri seluas-luasnya akan keterbukaan serta saran dan masukan terhadap kinerja, maka saya turut aktif memasuki berbagai organisasi di masyarakat seperti CSR kabupaten, olah raga dan sosial dan beberapa organisasi lainnya, agar masukan dan saran dari masyarakat akan memberikan kami tumbuh dan berkembnag atas saran dari masyarakat lokal. Jadi masyarakat pun merasa memiliki perusahaan daerah Tirta Binangun ini,” jelas Jumantoro.
Dalam membangun kinerja SDM, manajemen memberikan dukungan akan opersional perusahaan dalam tata kelola, dan membangun sistem manajemen kinerja, KPI, reward & punishment. Selain, perusahaan memperhatikan peningkatan kompetensi karyawan, direksi dan komisaris.
“Kualitas SDM atau Human Capital sangat menjadi perhatian khusus agar perusahaan terus bisa bertumbuh. Apalagi HC merupakan aset perusahaan yang utama dan kunci bagi suksesnya perusahaan,” imbuh Jumantoro.
Misalnya, untuk meningkatkan layanan kepada seluruh pelangan dan juga peningkatan kualitas kinerja dari front office. Pun, layanan dari hulu IPA dan jaringan pemipaan mendapat sentuhan teknologi seperti memanfaatkan Geographic Information System (GIS). Teknologi ini yang mumpuni dan sangat membrikan dukungan besar di jaringan perpipaan ke seluruh konsumen, dengan teknologi langsung terhubung dengan data pelanggan ke bagian administrasi.
Ada juga menggunakan teknologi Supervisory Control and Data Acquiition (SCADA). Pengunaan teknologi ini akan memberikan dampak besar serta benefit bagi Tirta Binangun, walaupun teknologi ini belum terintegrasi secara keseluruhan, dikarenakan masih dalam pembangunan untuk terintegrasi ke seluruh sistem.
Ada beberapa aplilkasi yang telah diterapkan di perusahaan ini dalam rangka membangun operasional yang andal serta mumpuni. Aplikasi tersebut seperti SIGAPKU, SISTEM INFORMASI GANGGUAN PELAYANAN Kulon Progo, SIAPKU, Sistem informasi absensi Kulon Progo, SIMPEG, Sistem informasi kepegawaian.
Hingga saat ini jumlah pelanggan sebanyak 42.684 Sambungan Rumah Tangga. Dengan tingkat kehilangan air (NRW) sebanyak 23,39%. “Ini sangatlah bagus dengan peraturan PUPR NRW terendahnya di angka 25%, maka Tirta Binangun sangatlah baik,” tutup Jumantoro
