Jakarta, TopBusiness – Direktur Utama Bulog Bayu Krisnamurthi menyatakan ketersediaan beras premium, khususnya beras Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP) yang dikemas Bulog, akan kembali normal di sejumlah ritel modern pada hari ini, Senin, 12 Februari 2024.
“Insya Allah Senin, (beras premium SPHP) sudah akan normal kembali (di ritel modern),” kata Bayu dalam keterangannya Senin (12/2/2024).
Seperti diketahui, sejumlah bahan pokok seperti beras mengalami kenaikan di berbagai wilayah Indonesia. Kenaikan ini dipicu oleh tingginya permintaan konsumen dibandingkan dengan ketersediaan barang.
Para produsen telah menaikkan harga beli (tebus) sebesar 20-35 persen di atas harga eceran tertinggi (HET) sejak sepekan terakhir, sehingga peritel juga harus menaikkan harga jual.
“Faktanya saat ini kami tidak ada pilihan dan harus membeli dengan harga di atas HET dari para produsen atau pemasok beras lokal, bagaimana mungkin kami menjual dengan HET,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey Roy, Minggu (11/2/2024).
Bayu menuturkan saat ini harga beras premium yang bukan berasal dari Bulog dipatok tinggi melebihi harga eceran tertinggi (HET). Kendati demikian, ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir karena harga beras yang dijual Bulog sesuai dengan ketentuan harga eceran tertinggi (HET).
Berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 7 Tahun 2023 tentang Harga Eceran Tertinggi Beras, penerapan HET di zona 1 meliputi Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi, HET beras medium senilai Rp10.900 per kilogram (kg), sedangkan beras premium dipatok Rp13.900 per kg.
Untuk zona 2 meliputi Sumatra selain Lampung dan Sumatra Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kalimantan, HET beras medium sebesar Rp11.500 per kg dan beras premium Rp14.400 per kg.
Di zona 3 meliputi Maluku dan Papua, HET beras medium dibanderol Rp11.800 per kg, dan untuk beras premium seharga Rp14.800 per kg.
“Harga beras memang masih mahal, utamanya karena belum panen. Tapi tenang, beras SPHP dan beras premium Bulog dijamin sesuai HET,” jelas dia.
Ia juga menepis bahwa tidak ada kelangkaan stok beras di ritel-ritel modern. Ia beralasan beberapa toko ritel terlambat mengisi stok beras karena ada libur panjang dalam rangka peringatan Isra Miraj dan Imlek mulai dari Kamis, 8 Februari hingga Minggu, 11 Februari 2024, sehingga terlihat ada pengurangan stok beras.
“Sebenarnya tidak ada kelangkaan. Karena libur empat hari, mungkin teman-teman pedagang ada yang ikut merayakan Imlek, jadi tidak ada aktivitas apa-apa,” kata Bayu.
