Jakarta, TopBusiness – Potret performa Perumda Pergudangan dan Aneka Usaha (PAU) Pedaringan Kota Surakarta, Jawa Tengah terlihat apik. Tercatat, selain positif dalam kinerja bisnis, Perusahaan juga konsisten dalam memberikan kontribusi ke Pemerintah daerah dan masyarakat sekitar.
Maklum saja, sebagai BUMD milik Pemkot Surakarta bergerak di bidang aneka usaha, mereka memiliki segmen bisnis yang menyasar banyak bidang. Sehingga hampir semua masyarakat di Surakarta atau di luar kota tersebut merasakan layanan dari jasa yang berikan perusahaan ini.
Hal ini juga seperti tertuang dalam Visi-Misi Perumda PAU Pedaringan ini. Dengan Visi: “Menjadikan Perumda Pergudangan dan Aneka Usaha Pedaringan Kota Surakarta sebagai perusahaan yang terbaik di bidang usahanya se-Jawa Tengah dan bermanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan.”
Adapun dengan Misi adalah:
- Menyelenggarakan jasa pergudangan, angkutan, dan aneka usaha lainnya yang tepat, cepat dan aman yang didukung dengan teknologi informasi yang handal;
- Membantu Pemerintah Kota Surakarta dalam pengendalian pangan;
- Menyediakan bahan bakar minyak bagi masyarakat luas untuk mendukung kegiatan di bidang transportasi;
- Menjalin kemitraan yang berkesinambungan, saling menguntungkan, dilakukan secara transparan dan selektif;
- Mewujudkan perusahaan yang sehat dan menguntungkan;
- Memberikan kontribusi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah.
“Tercatat ada 14 jasa yang kami berikan ke masyarakat ataupun stakeholder. Pertama, jasa sewa pergudangan dan penyimpanan; kedua, jasa ekspedisi/angkutan barang; ketiga, jaasa persewaan mobil dan alat mekanik; keempat jasa fumigasi. Fumigasi adalah metode pengendalian hama yang dilakukan dengan cara pengasapan pestisida dalam bentuk gas,” terang Direktur Utama Perumda PAU Pedaringan, Chriswanto Tri Santoso, saat mengikuti proses penjurian Top BUMD Awards 2024 yang digelar Majalah TopBusiness secara virtual, Jumat (16/2/2024).
Dia melanjutkan, jasa kelima yang diberikan adalah, jasa persewaan ruang dan lahan; keenam, penyediaan akomodasi jangka pendek; ketujuh, jasa penitipan kendaraan dan kontainer; kedelapan, jasa bongkar muat; kesembilan, jasa packing dan re-packing; kesepuluh, jasa perbengkelan; kesebelas, jasa perdagangan umum; keduabelas, perdagangan eceran bahan bakar kendaraan di SPBU; ketigabelas, aktivitas biro perjalanan wisata dan exhibition hall; dan keempatbelas, usaha lain yang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam proses wawancara penjurian itu, Chriswanto diiringi Bernadetha M. Pietradevi selaku Direktur, dan Helmin Prasetianingrum sebagai Sekretaris Perusahaan.
Dengan profil bisnis yang seperti itu, BUMD yang 100% sahamnya dimiliki Pemerintah Kota Surakarta itu mengelola asset yang begitu banyak sekaligus menawarkan layanan yang kompetitif.
Di pergudangan, Perumda Pedaringan memiliki 10 unit gudang dengan luas total 10.000 m² dan open storage dengan luas 2.500 m² dilengkapi fasilitas forklift, telepon, jaringan listrik, jaringan internet dan water hydrant. “Kami juga berada di lokasi strategis, sehingga bebas banjir dan ditopang area parkir luas yang terjamin keamanannya,” ungkap dia.
Lalu di sektor angkutan, Perumda melayani angkutan barang secara aman, cepat dan tepat waktu dengan tarif bersaing. Serta rute ke seluruh wilayah di Indonesia yang didukung dengan armada dan crew yang profesional serta berpengalaman.
Di bidang penitipan kendaraan dan sewa ruang, mereka memiliki ruang kantor yang disewakan serta didukung lahan seluas 10.700 m² untuk penitipan kendaraan dengan daya tampung lebih dari 350 unit bus atau truk. Juga memiliki sistem gate otomatis dengan metode pembayaran e-money, serta tersedia bengkel, tempat istirahat sopir, kantin, toilet dan masjid.
Di sektor pangan atau perdagangan, turut menyediakan bahan pangan berkualitas dengan skala grosir/eceran dan harga yang kompetitif. Lalu, menyediakan bahan bangunan langsung dari pabrik produsen. “Kami juga menjadi bagian dari TPID Kota Surakarta dalam pengendalian harga bahan pangan. Dan kami pun sudah menyediakan platfom belanja sembako online melalui aplikasi Tumbasembako,” tutur dia.
Dan di segmen SPBU, Perumda ini menyediakan produk-produk Pertamina (seperti BBM, oli dan gas), memiliki fasilitas umum, antara lain: mushola, toilet, mini market, pengisian nitrogen, isi angin dan air radiator gratis, dan juga melayani pembayaran non tunai, melalui: EDC, Qris dan E-SPBU.
Berdasar profil bisnis yang seperti itu, Perumda pun bisa mencatatkan penjualan sebanyak Rp109,04 miliar sepanjang tahun 2023 lalu. Angka ini memang realisasinya hanya 86,54% dari target atau RKA, namun Perusahaan tetap mampu membukukan laba atau profit. Segmen utama yang menopangnya berasal dari SPBU, lalu disusul perdagangan, angkutan, pergudangan, dan penitipan kendaraan & sewa ruang.
“Jadi, dengan keterbatasan modal kerja yang diberikan oleh KPM (pemegang saham), tetap mampu memberikan profit dan benefit bagi seluruh stakeholdernya. Dan kami juga mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk pengembangan bisnis di era global. Serta dipercaya oleh KPM dan pihak lain sehingga mendapat kepercayaan hibah untuk Pembangunan Museum Budaya, Sains dan Teknologi,” terang Chriswanto.
Perkuat Tata Kelola
Untuk mencapai kinerja yang positif itu, Perumda pun senantiasa tak pernah alpa untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Adapun untuk kebijakan tata kelola Perusahaan yaitu implementasi GCG yang telah dilakukan seperti, penyusunan Rencana Bisnis untuk periode 5 tahunan dan Rencana Kerja Anggaran selama 1 tahunan; juga penyusunan dan pengesahan Standart Operasional Prosedur (SOP); penyusunan dan pengesahan Key Performance Indicator (KPI); pemetaan Managemen Risiko (MR) perusahaan; plus memiliki Satuan Pengawas Internal.
“Untuk Skor Penilaian GCG ini, saat ini kami sedang dalam tahap perumusan tata cara penilaian implementasi GCG di lingkungan Perusahaan,” katanya.
Masih dalam pengelolaan GCG ini sebagai terobosan dan inovasi yang sudah dilakukan, kata dia, Perumda PAU Pedaringan ini telah melakukan pengelolaan keuangan perusahaan secara profesional dan terbuka berdasarkan prinsip kehati-hatian.
Lalu, menetapkan suatu system pengendalian internal yang efektif untuk mengamankan investasi dan asset perusahaan. Dilakukan juga dengan menciptakan pemahaman bersama tentang sasaran kerja yang akan dicapai, upaya untuk mencapainya dan aturan-aturan terkait dalam proses pelaksanaannya.
Selanjutnya, melakukan pengelolaan aset berdasarkan prinsip pemanfaatan optimalisasi atas setiap asset perusahaan. Menerapkan proses pengadaan barang dan/jasa sesuai dengan prinsip-prinsip GCG dengan mempertimbangkan prinsip keterbukaan efisiensi biaya dan kompetitif sesuai dengan peraturan yang berlaku. Serta untuk SDM dikelola secara optimal.
Masih dalam rangka ini, Perumda PAU Pedaringan juga memiliki system manajemen kinerja, seperti sistem penilaian kinerja pegawai yang telah menunggunakan Key Performance Indicator (KPI). Juga ada pemberian reward kepada pegawai berupa: pemberian jasa produksi dan bonus untuk pegawai, pemberian reward penjualan “PASTI PAS EXCELLENT” untuk pegawai SPBU Pedaringan, dan promosi jabatan untuk pegawai yang berprestasi.
Dan tentu saja ada pemberian sanksi dan hukuman kepada pegawai yang melakukan pelanggaran sesuai ketentuan peraturan Perusahaan. Untuk sanksi berupa pemberian Surat Peringatan (SP) I, II, III dan hukuman berupa penundaan kenaikan gaji, penurunan jabatan, skorsing, PHK, dan lainnya.
Selain itu, ada juga upaya peningkatan kompetensi SDM. Seperti mengikutsertakan dalam kegiatan workshop, pelatihan dan pendidikan sertifikasi (perpajakan, pengadaan barang dan/atau jasa, dll); mengadakan kegiatan capacity building bagi pegawai yang menduduki posisi struktural, guna meningkatkan kapabilitas masing-masing; serta mengadakan Bimbingan Teknis bekerja sama dengan BPKP Provinsi Jawa Tengah untuk peningkatan kompetensi SPI.
Inovasi dan Kontribusi
Tak hanya penguatan tata kelola untuk menggenjot kinerja, Perumda PAU Pedaringan juga terus berinovasi dengan banyak memanfaatkan teknologi informasi serta tak pernah lupa berkontribusi kepada pemerintah daerahnya.
Untuk proses digitalisasi ini, inivoasi yang dilakukan antara lain pemanfaatan platform digital melalui aplikasi Tumbasembako untuk membantu masyarakat dalam berbelanja kebutuhan pokok harian secara online. Juga ada Access Management System (e-parking), yaitu pemanfaatan teknologi inforrmasi untuk layanan penitipan kendaraan (parkir) di lingkungan perusahaan dengan menggunakan sistem pembayaran non tunai.
Sementara untuk kontribusi kepada Pemerintah Kota Surakarta, antara lain, telah dilakukan berupa membantu Pemkot Surakarta dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stock bahan pokok penting (Bapokting). Lalu berpartisipasi dalam penyelenggaraan pasar murah dan operasi pasar yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surakarta.
Kemudian, membantu penyaluran subsidi harga komoditas dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Surakarta kepada Toko Tani Indonesia (TTI). Juga menjadi Anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Kota Surakarta; menjadi Anggota Satgas Ketahanan Pangan Kota Surakarta; memberikan pembinaan dan supply barang kepada UKM khususnya yang bergerak di sektor pangan; ikut serta dalam menjaga ketertiban dan kelancaran arus transportasi barang perniagaan; ikut serta dalam mengurangi kepadatan lalu lintas di dalam kota, sehingga terpeliharanya jalan-jalan di dalam kota.
Dan juga adanya bagian laba daerah tahun 2022 lalu sebesar 50% dari laba bersih setelah pajak; serta Perusahaan juga memberikan aksi Corporate Social Responsibility (CSR) bagi masyarakat sekitar.
“Selain itu juga, kami berkontribusi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ada tiga hal yang kita lakukan, yaitu pertama, membantu penyaluran subsidi harga beras, kedelai dan bawang merah kepada masyarakat dan petani dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah; kedua, membantu penyaluran subsidi harga Bahan Pokok Penting (Bapokting) di tingkat konsumen pada saat harga Bapokting mengalami kenaikan; dan ketiga, membantu penyaluran subsidi distribusi bahan pangan antar Provinsi,” pungkas Chriswanto.
