Jakarta, TopBusiness – Perumda Air Minum Tirta Alami Kabupaten Tanah Datar dalam menyelesaikan suatu masalah atau pengambilan keputusan tak mengenal gender. Perumda lebih memilih untuk melaksanakan prinsip keterbukaan dan bersifat kolegial.
Saat sesi pendalaman atau tanya-jawab materi presentasi berjudul MENUJU PERUSAHAAN PROFESIONAL DENGAN INOVASI TRANSFORMASI SISTEM INFORMASI DIGITAL, Direktur M. Nazwir menjelaskan bagaimana manajemen Perumda Air Minum Tirta Alami berprinsip terbuka dan bersifat kolegial dalam memecahkan suatu permasalahan tanpa memperhatikan gender.
“Karena perempuan itu lebih jeli dalam mengambil suatu tindakan. Kalau yang laki-laki langkah dulu, tapi yang perempuan dia lebih hati-hati. Jadi di situlah keterbukaan kami dari manajemen. Apa-pun yang dilakukan, kami dari laki-laki harus tanya dulu sama ibu-ibu, bagaimana nih?,” ujar Nazwir, di hadapan Dewan Juri TOP BUMD Awards 2024, yang berlangsung dalam jaringan melalui aplikasi rapat zoom, di Jakarta, hari ini.
Dia juga menyatakan bahwa jumlah pegawai di Perumda Air Minum Tirta Alami sebanyak 103 orang. Seraya menambahkan, pihaknya kini merekrut tenaga kerja dari kalangan milenial. “Sekarang rata-rata (milenial). Sudah banyak yang mau pensiun,” tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Ranny Intan selaku Kasi Personalia & Diklat, sekaligus Ketua Pelaksana TOP BUMD Awards menjelaskan untuk tata kelola perusahaan, saat ini Perumda Air Minum Tirta Alami masih berusaha menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dengan menerapkan prinsip-prinsip yang diamanatkan oleh Undang-undang dan Peraturan Daerah yaitu transparansi, akuntabilitas, pertanggung jawaban, kemandirian dan kewajaran.
Kendati begitu, dirinya mengakui bahwa dokumen masih dalam proses penyelesaian. “Dokumen kebijakan tata Kelola perusahaan masih dalam tahap kajian dan penyusunan,” tuturnya.
Terkait bagaimana cara Perumda Air Minum Tirta Alami mengatasi agar tagihan tak menunggak, manajemen memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sarana untuk menciptakan kesadaran masyarakat.
Menurut Nazwir, pihaknya bekerja sama dengan pemegang saham melakukan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat mau melunasi rekening bulanan airnya. Dengan begitu, tak terjadi lagi penunggakan seperti pada masa-masa yang lalu.
“Alhamdulillah, kami dari tim dan pemerintah daerah secara bersama-sama menyadarkan masyarakat supaya pembayaran rekening ini tidak terlambat. Karena, pada masa lalu PDAM Tanah Datar ini banyak tunggakan,” urai Nazwir.
Dirinya mengaku bahwa sistem digital telah dapat mendukung upaya perumda untuk mengantisipasi terjadi lagi penunggakan iuran tagihan. “Tapi, Alhamdulillah selama 2 tahun terakhir, kami memiliki terobosan dengan sistem IT. Jadi masyarakat bisa melihat, dimana pun bisa lihat. Kami bisa himbau terhadap masyarakat supaya pembayaran rekening ini tepat pada waktunya. Jadi itu terobosan,” kata Nazwir.
Bahkan bagi dirinya, peran IT sangat membantu sekali dalam proses penagihan ke para pelanggan terhadap pelunasan iuran tagihan air hingga mencapai 80 persen. “Jadi IT itu sangat luar biasa, penting. Alhamdulillah Pemerintah Daerah men-support kami dengan himbauan-himbauan, seperti dari Diskominfo. PDAM sudah berubah makanya efisien di penagihan kami, di daerah Kabupaten di Sumatra Barat Alhamdulillah sampai 80 persen,” kata dia.
Dikatakan Rany, pada tahun 2021, perumda berhasil membangun suatu sistem informasi terintegrasi yang berawal dari program billing pembayaran sendiri dan terus melakukan pengembangan sampai sekarang. “Adapun landasannya pada tahun 2021, pernah terjadi permasalah terhadap mitra sehingga proses switching billing pembayaran dengan mitra terganggu hampir di seluruh wilayah kerja sama antara PDAM dengan mitra di Provinsi Sumatra Barat,” ungkap dia.
