TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Perumda Tirta Raharja Catatkan Kinerja Impresif pada 2023, Ternyata Ini 2 Faktor Penunjangnya!

Abi Abdul Jabbar Sidik
23 February 2024 | 20:13
rubrik: BUMD, Event
Perumda Tirta Raharja Catatkan Kinerja Impresif pada 2023, Ternyata Ini 2 Faktor Penunjangnya!

Jakarta, TopBusiness – Perumda Air Minum Tirta Raharja Kabupaten Bandung mampu mencatatkan kinerja impresif disepanjang tahun 2023. Berbagai indikator mulai dari kinerja penjualan hingga kinerja bisnis secara keseluruhan menunjukan tren yang positif.

Di akhir tahun 2023 perusahaan mempu membukukan peningkatan pendapatan usaha sebesar Rp 33,8 miliar menjadi Rp 200,30 miliar pada 2023 dari sebelumnya Rp 166,47 miliar pada tahun 2022.  Juga terdapat peningkatan laba sebesar Rp. 4,3 miliar menjadi Rp 25,5 miliar pada 2023 dari sebelumnya Rp 21,19 miliar pada 2021.

“Kami juga mencatatkan perbaikan kinerja rasio operasi yakni rasio antara pendapatan usaha dengan biaya usaha sebesar 0,013 dari Tahun 2022 sebesar 0,849 menjadi Tahun 2023 sebesar 0,836 yang didapat dengan membuat dan melaksanakan strategi peningkatan tarif, penambahan sambungan, klasifikasi pelanggan, dan menekan beban biaya operasional serta strategi perhitungan beban penyusutan,” kata Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Raharja Kabupaten Bandung Teddy Setiabudi dalam wawancara penjurian Top BUMD Awards 2024 yang diselenggarakan Majalah Top Business secara virtual pada Kamis (22/02/2024).

Teddy mengatakan PDAM Tirta Raharja juga mempu menjaga tren positif dalam hal peningkatan jumlah pelanggan dari tahun ke tahun. Pada Tahun 2019 jumlah sambungan pelanggan berhasil menembus angka 102.001 SR, dengan demikian perusahaan rata masuk ke dalam kategori PDAM level tertinggi yaitu Tipe E (PDAM dengan jumlah SR > 100.000 SR).

“Lalu terjadi peningkatan tahun 2020 jumlah pelanggan kita sebanyak 105.207 pelanggan, tahun 2021 meningkat jadi 108.108 pelanggan, tahun 2021 menjadi 111.773 pelanggan. Dan ditahun 2023 kemarin jumlah pelanggan kita sudah mencapai 114.774 sambungan rumah (SR). Peningkatan SR sebesar 3.001 SR per unit dari tahun 2022 ke tahun 2023, didominasi di wilayah selatan dari pengembangan jaringan SPAM Gambung,” ujar Teddy.

Teddy menuturkan pada aspek cakupan layanan, meskipun tergolong rendah, juga mengalami kenaikan seiring dengan bertambahnya jumlah sambungan rumah. Dimana cakupan Pelayanan Teknis Tahun 2022 adalah sebesar 12,42%. Terjadinya peningkatan cakupan pelayanan seiring bertambahnya jumlah pelanggan di wilayah pelayanan.

Sementara terkait kualitas air, saat ini kualitas air telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Permenkes No 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum. Perusahaan juga telah melakukan pengawasan internal dan eksternal atas kualitas air minum sesuai dengan Permenkes Nomor 736/MENKES/MENKES/PER/VI/2010 tentang Tata Laksana Pengawasan Kualitas Air Minum

“Kualitas air kami yang didistribusikan kepada masyarkat 100 persen sudah memenuhi persyaratan berdasar ketentuan diatas. Kami juga untuk memastikan kualitas air ini sudah memiliki laboratorium yang terakreditasi ISO dan KAN sehingga kami menjadi salah satu laboratorium air minum terbaik di di Indonesia,” papar Teddy.

Perbaikan tingkat kinerja juga terlihat pada aspek Air Tak Berekening, dimana perusahaan mampu menurunkan presentase ATR dari tahun 2022 ke 2023 sebesar 0,05%. Penurunan ini berupakan bentuk upaya pengendalian ATR PDAM Tirta Raharja yang difokuskan melalui pembentukan  pembentukkan District Meter Area (DMA), dengan melengkapi alat ukur debit produksi dan distribusi. Pengendalian ATR dilakukan secara teknis dan non teknis.

BACA JUGA:   Jurnalis TopBusiness Sabet Juara 1 Lomba Penulisan PUPR

Teddy menyampaikan bahwa perusahaan juga terus berupaya untuk menurunkan angka kehilangan air atau Non Revenue Water (NRW) melalui berbagai upaya dan mitigasi yang dijalankan.

“Hasilnya NRW kita relatif menurun dari 27,21 persen menjadi 27,16 persen. Ini juga kita lakukan dengan berbagai inovasi yang dijalankan baik dengan membuat distrik meter area, zonasi site, dan intervensi  dari teknologi informasi yang kami kembangkan baik itu dari sisi maintenance ataupun dari peralatan deteksi kebocoran dan tindak lanjut untuk penyelesaiannya,” kata Teddy.   

“Kita juga berhasil meningkatkan kontinuitas air yang didistribusikan rata-rata tahun menjadi 23,6 jam/hari pada 2023 dari sebelumnya pada 2022 adalah 22,8 jam/hari.  Peningkatan jam layanan ini sebagai bentuk upaya perbaikan, pengendalian dan pengaliran dari Perumda Tirta Raharja,” sambung dia.

Kinerja Penjualan

Pada aspek produksi dan kinerja penjualan, terjadi sedikit penurunan pada tahun 2023 dibanding tahun 2022. Hal ini salah satunya disebabkan oleh, fenomena El Nino yang terjadi pada periode Juli sampai Desember 2023. Fenomena El Nino ini menyebakan terjadinya penurunan kapasitas air baku.

Tercatat, Perumda Tirta Raharja mengalami produksi air dari 32,29 juta meter kubik pada 2022 menjadi 31,5 juta meter kubik pada 2023. Lalu distribusi mengalami penurunan dari 30,18 juta meter kubik pada 2022 menjadi 29,54 juta meter kubik di tahun 2023.

Sementara itu untuk penjualan juga mengalami penurunan dari 21,97 juta meter kubik pada 2022 menjadi 21,51 juta meter kubik pada 2023.

“Ini memang ada kecenderungan penurunan yang disebabkan oleh fenomena El Nino yang terjadi di bulan Juli – Desember 2023. Ini tidak bisa dihindari tetapi secara laba usaha dan pelayanan kepada masyarakat, alhamdulillah bisa kita selesaikan dan juga kita bisa layani kepada masyarakat dengan baik di tahun 2023,” terang Teddy.

Teddy mengatakan salah satu strategi dan upaya yang dilakukan Perumda Tirta Raharja dalam menangani fenomena El Nino ini adalah dengan pengaturan jam pengaliran distribusi, pemantauan SCADA, Pengiriman tangki air untuk daerah terdampak kekeringan, khususnya di wilayah pelayanan Perumda Air Minum Tirta Raharja, Kebijakan Pemberian Kompensasi 30% untuk pelanggan terdampak, serta melakukan komunikasi, informasi dan edukasi kepada para stakeholder. Termasuk salah satunya edukasi mengenai efisiensi penggunaan air oleh pelanggan mengingat adanya peristiwa El Nino.

“Jadi terkait El Nino ini kita bantu membiayai dan memberikan pelayanan yang terdampak melalui suplai armada tangki penyediaan toren-toren di masyarakat dan juga kita berikan penyediaan keran umum, itu yang kami lakukan untu antisipasi dampak El Nino. Dan hal itu juga sangat berdampak pada penurunan inflasi di Kabupaten Bandung. Sehingga salah satu dampak kita turunkan 30 persen untuk pemakaian air planggan memberikan kontribusi terhadap kabupaten bandung menjadi kabupaten terendah inflasinya se Indonesia,” kata Teddy.

BACA JUGA:   Jumlah Pelanggan Naik, Inilah Inovasi Layanan Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu

Keberhasilan Perumda Tirta Raharja dalam mengakselerasi kinerja di atas tak lepas dari peran perusahaan yang terus berinovasi dan melakukan berbagai terobosan maupun kebijakan perbaikan. Secara umum dapat disimpulkan ada dua faktor kunci yang menunjang kinerja impresif di atas, pertama adalah inovasi dibidang teknologi informasi dan kedua adalah penguatan tata kelola perusahaan.

Inovasi Digital

Terdapat beberapa inovasi yang telah dijalankan Perumda Tirta Raharja dalam hal teknologi informasi. Ini seperti merilis aplikasi layanan pelanggan Tira Mobile atau TiraQu  berbasis smartphone yang diluncurkan pada 11 Juli 2023 lalu.

Dalam aplikasi TiraQu, pelanggan dapat dengan mudah mengakses layanan Perumda Air Minum Tirta Raharja, seperti membayar tagihan air secara online, membaca meter mandiri, memantau pemakaian air, dan mengakses informasi terkait operasional perusahaan secara real-time.

Pelanggan juga dapat melaporkan pengaduan terkait permasalahan teknis, memberikan umpan balik, serta mengajukan permohonan pemasangan sambungan baru.

Fitur Unggulan dari aplikasi TiraQu Perumda Air Minum Tirta Raharja meliputi info Tagihan, dimana pelanggan dapat melihat informasi terkait tagihan dan riwayat pembayaran yang telah dilakukan.

Fitur lainnya adalah Info Pelanggan. Fitur ini akan menampilkan informasi terkait data pelanggan yang terdiri dari data pemilik, lokasi sambungan langganan, kontak pelanggan serta data pendukung. Selain itu, pelanggan dapat melakukan pembaharuan data apabila data yang ditampilkan tidak sesuai.

Lalu ada fitur info Pemakaian Air, Dimana pelanggan bisa melihat riwayat pemakaian air setiap bulan dengan detail informasi data pemakaian air berdasarkan hasil pembacaan meter air, foto pembacaan meter air dan lokasi pembacaan meter air.

Di aplikasi ini pelanggan juga dapat melakukan pengaduan langsung dengan melakukan pengisian pada form pengaduan. Progress dari pengaduan tersebut dapat dipantau langsung melalui aplikasi.

Kemudian ada fitur Baca Meter Mandiri Dimana Pelanggan dapat melakukan pembacaan meter mandiri melalui aplikasi, dengan melakukan pengisian pada form yang disertai dengan foto meter air.  “Aplikasi juga menghadirkan kemudahan pembayaran baik melalui QRIS maupun Mobile banking dan bisa dilakukan dengan virtual account,” ujar Teddy.

Teddy menyebut Perumda Tirta Raharja juga mengembangkan aplikasi E-GRC (e-governance risk compliance) untuk operasional bisnis dan tata kelola. Aplikasi yang masih dalam tahap pengembangan ini dibuat untuk melaksanakan, menilai dan mengkontrol kegiatan GCG, MR, Kapabilitas SPI, dan Kepatuhan.

“Kita harapkan nanti ada fitur-fitur unggulan aplikasi EGRC dari ManRisk seperti KPI, manajemen risiko, manajemen peluang, KRI (Key Risk Management), manajemen dokumen, RTM atau Rapat Tinjauan Manajemen, audit untuk kebutuhan SPI (Satuan Pengawas Internal) untuk pengawasan terhadap kepatuhan, dan penilaian GCG. Semua aplikasi tersebut saling terhubung untuk menghasilkan aplikasi GRC sehingga meningkatkan integritas perusahaan,” jelas Teddy.

BACA JUGA:   Inovasi Digital Tingkatkan Kinerja Perumda Tirta Serambi

Selain itu, Teddy menyebut bahwa perusahaan merupakan satu-satunya PDAM di Indonesia yang mengimplementasikan teknologi informasi dalam komunikasi data.

“Komunikasi data saat ini memang dengan semakin banyaknya titik titik monitoring yang kami harus lakukan secara remote, kita kembangkan untuk mencari inovasi yang lebih murah, lebih efisien dengan implementasi melalui LORA Wireless. Sehinga kami juga mendapatkan penghargaan dari Kerlink Prancis atas upaya yang kami lakukan,” imbuhnya.

Perumda Tirta Raharja juga mendapat penghargaan dari Revolution Pi perusahaan berbasis di Jerman untuk spesialisasi automasi yang berhasil mengimplementasikan sistem terintegrasi pada SPAM Cisarua yang meliputi IoT , Informasi, aplikasi SCADA, realtime data dan mengaktifkan proses otomatisasi dengan bantuan Revolution Pi.

“Jadi ini adalah inovasi dimana kita melakukan revolusi sistem di air baku sampai air pengolahan kita sehingga semuanya bisa kita monitor dalam satu handphone dan bisa kita lakukan remote dari kantor pusat,” ujar Teddy.  

Penguatan Tata Kelola Perusahaan

Aspek kedua yang menunjang kinerja bisnis perusahaan adalah penguatan tata kelola perusahaan yang terus dilakukan oleh perumda Tirta Raharja Kabupaten Bandung.

Menurut Teddy, saat ini Kebijakan tata kelola perusahaan diatur dalam Peraturan Direksi Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Raharja nomor 690/Per.05-PERUMDA/2021 tentang Tata Kelola Perusahaan Yang Baik di Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Raharja BUMD Air Minum PERTAMA DI JAWA BARAT yang telah melakukan Diagnostic Assessment Penerapan Good Corporate Governance di Tahun 2022.

Pada implementasi tata kelola yang dijalankan perusaahan mampu meraih capaian Nilai GCG sebesar 92,25 kategori sangat baik hasil Self Assesment dengan Bimbingan Teknis Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Barat sesuai dengan Nota Dinas Korwas kelompok JFA Bidang Akuntan Negara 2 Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Barat nomor PE.07.03//ND-92/PW10/4.2/2023 perihal Laporan Kegiatan Evaluasi atas Penerapan Good Corporate Governance (GCG) pada Perumda Air Minum Tirta Raharja Kabupaten Bandung tanggal 27 Desember 2023

Perusahaan juga meraih capaian level 3 “Defined” tingkat Maturitas Penerapan Manajemen Risiko sesuai hasil evaluasi Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Barat dengan nomor laporan PE.09.03/LHP-798/PW10/4.2/2023 tentang Hasil Evaluasi Atas Penerapan Manajemen Risiko (MR) BUMD Pada Perumda Air Minum Tirta Raharja Kabupaten Bandung tanggal 27 Desember 2023 Capaian Level 3 Kapabilitas SPI hasil self assessment dan Penjaminan Kualitas oleh Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Barat sesuai laporan Penjaminan Kualitas atas Penilaian Mandiri Kapabilitas SPI Perumda Air Minum Tirta Raharja nomor PE.09.03/LHP778/PW10/4.2/2023 tanggal 21 Desember 2023.

Editor: Nurdian

Tags: Perumda Tirta RaharjaTOP BUMD Awards 2023TOP BUMD Awards 2024
Previous Post

Perumda Air Minum Tirta Alami Punya Prinsip Keterbukaan

Next Post

NS BlueScope Indonesia dan Starr Panel Industri Hadirkan Panel Insulasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR