Jakarta, TopBusiness – Selangkah lebih maju, sebagian bagian dari transformasi bisnis, layanan, sekaligus penguatan tata kelola sistem manajemen, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Apa’ Mening Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara) membangun command center sebagai bentuk inovasi dan investasi bagi daya saing, keberlangsungan dan juga layanan pelanggan.
Command Center merupakan Ruang Pusat Kendali berbasis sistem teknologi informasi (TI) yang dilengkapi berbagai aplikasi terintegrasi untuk memantau operasional Perumdam Apa’ Mening. Fungsinya selain memantau atau mengontrol, antara lain juga untuk memudahkan sistem integrasi data internal, data operasional lapangan, sistem pelaporan dan lainnya untuk memudahkan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat berdasarkan data real time. Misalnya memonitor jaringan perpipaan, sehingga jika terjadi kebocoran atau laporan kerusakan, akan cepat terdeteksi untuk segera diatasi.
“Command Center Apa’ Mening ini serupa dengan Air Traffic Control (ATC) dalam penerbangan, yang mengatur lalu lintas manajemen air dari proses produksi hingga distribusi. Jadi mirip dengan pengaturan lalu lintas udara dari lepas landas hingga pendaratan pesawat, untuk memastikan kelancaran operasi dan pelayanan yang efisien kepada pelanggan. Ke depan, tentu bisa kembangkan lebih luas lagi,” ungkap Saiful Bahri SH. MM., selaku Direktur Utama Perumda Air Minum Apa’ Mening Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara dalam wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2024 yang dilakukan pada Jumat (15/03/2024) yang diselenggarakan Majalah Top Business Jakarta secara virtual melalui aplikasi zoom meeting.
Menurutnya, command center akan dikembangkan untuk mendukung manajemen dalam mengoptimalkan semua potensi yang ada di perusahaan secara modern dengan dukungan TI, sekaligus memudahkan sistem monitor, kontrol dan kendali lapangan untuk kinerja layanan pelanggan yang lebih baik, sesui visi dan misi Perusahaan.
Perusahaan memiliki Visi Utama “Menjadi Perumda Air Minum yang Berkeadilan, dan Berkomitmen untuk senantiasa menjadi Perusahaan yang bertransformasi sejalan dengan Era Society 5.0”. Sedang salah satu misinya “Memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dengan menyediakan air dengan kuantitas, kesinambungan dan kualitas yang baik melalui operasi yang unggul.
Tercatat jumlah pelanggan Perumdam Apa’ Mening pada posisi sejak 2023 sebanyak 14.080, naik dari tahun sebelumnya yang berjumlah 13.706 sambungan langganan. Cakupan pelayanan secara teknis tahun 2022 mencapai 95,86% dan administratif 71,51%. Tahun 2023 cakupan layanan teknis naik menjadi 96,86% dan administratif sebesar 72,52%. Melalui pusat kendali, kualitas pelayanan akan terus dioptimalkan.
“Fungsinya antara lain untuk pemantauan operasional, koordinasi kolaborasi, analisa evaluasi, dan untuk saran rekomendasi,” ujarnya di dampingi Tim yang terdiri Ismail, SE (SPV. Strategic & Improvement), Sigit Aji Nugroho (SPV Transmisi & Distribusi), dan Andri (SPV. Human Capital).
Secara singkat, fungsi pemantauan operasional di antaranya untuk memantau data atau informasi yang masuk seperti sensor, system monitoring, laporan atau alat pemantau lainnya. Fungsi koordinasi kolaborasi yakni untuk mengkoordinasikan respons dan mengambil tindakan secera cepat dan tepat. Fungsi analisa evaluasi, untuk aata dianalisa dan dievaluasi guna memahami pola, tren atau potensi masalah yang mungkin terjadi. Dan fungsi saran rekomendasi, yakni sebagai pusat pengambilan keputusan berdasarkan data, analisis dan kolaborasi tim di Command Centre.
“Keberadaan command center selain meningkatkan kinerja sistem manajemen dan operasional, juga untuk meningkatkan layanan masyarakat atau pelanggan. Misalnya jika laporan pelanggan terkait terjadi kerusakan atau gangguan jaringan di lapangan, bisa dilakukan penanganan cepat,” ujar Isamil menambahkan.
Sebelumnya Perusahaan juga telah menerapkan Teknologi Informasi (TI) di sistem manajemen, melakukan sejumlah inovasi berbasis TI terkait pelayanan pelanggan dengan aplikasi-aplikasi pendukung. Termasuk memudahkan pelanggan untuk bertransaksi pembayaran secara online.
Tak hanya dari sisi pelayanan, manajemen Perumda Air Minum Apa’ Mening juga melakukan terobosan dari sisi teknis antara lain laporan-laporan teknik sudah berbasis teknologi melalui aplikasi. Pembangunan Distric Meter Area (DMA), serta pemetaan jaringan menggunakan Quantum Geografis Information System (QGIS). Pemanfaatan teknologi ini juga bisa mengurangi tingkat kebocoran air atau NRW di Perumda Apa’ Mening yang masih 17,10% turun dari tiga tahun sebelumnya yang ketika itu tercatat 19%.
Perumda ini juga menerapkan Teknologi Pass System yang membuat layanan pencatatan meter hingga billing system sudah berbasis digital. Demikian pula layanan di customer service sudah dilakukan melalui satu pintu. Inovasi lainnya adalah penerapan sistem informasi dalam pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA).
Performa yang makin baik, tak pelak juga berdampak pada kinerja bisnis. Misalnya untuk penjualan pendapatan tahun 2022 mencapai Rp23,2 miliar, tahun 2023 naik menjadi Rp26,1 miliar. Perusahaan juga mampu membukukan laba di tahun 2023 sebesar Rp565 juta naik dari tahun sebelumnnya sebesar Rp479 juta.
Sejumlah prestasi dan penghargaan ditorehkan Perumda Air Minum Apa’ Mening, antara lain lima tahun terakhir kinerja kategori “Sehat”. Laporan Keuangan Perusahaan memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP).
Menurut Direktur Utama PDAM Apa’ Mening, Saiful Bahri bahwa kunci sukses meningkatkan kinerja Perusahaan, selain tata kelola manajemen, transparansi dan standar operasional, juga peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Selain menerapkan rewards sesuai kinerja pegawai, pihaknya juga mewajibkan para pegawainya melakukan learning mandiri, juga pelatihan dari kantor berdasarkan job desk yang dimiliki sebagai bagian dari tugas kesehariannya.
Salah satu obsesi Perumda Apa’ Mening Kabupaten Malinau yakni sebuah program bertajuk “Extra Ordinary Mision”. Ini adalah sebuah program pelayanan air minum untuk masyarakat di pedalaman dan perbatasan yang digagas oleh sang direktur, Saiful Bahri, bersama para stafnya. Targetnya, semua kota kecamatan di wilayah pedalaman dan perbatasan agar terlayani air minum perpipaan.
Diakui berbagai kendala, baik teknis maupun non-teknis selalu datang menghadang. Misalnya, Kabupaten Malinau memiliki luas wilayah yang sangat besar, yakni 40.088 kilometer persegi—jauh lebih besar dari Provinsi Jawa Tengah yang hanya 32.801 kilometer persegi. Sementara jumlah penduduk tidak banyak dan tersebar di wilayah-wilayah terpencil, tentu butuh investasi yang luar biasa besar untuk merealisasikannya.
Tak heran kalau program Extra Ordinary Mision Apa’ Mening sejauh ini baru berhasil melayani dua titik. Satu di Tanjung Nanga, Malinau Selatan (wilayah pedalaman), satu lagi ada di Long Nawang (wilayah perbatasan). Memang program ini bukan semata pendekatan bisnis, namum pemerataan hak atas air bagi semua warga.
“Hak rakyat atas air itu tidak hanya untuk masyarakat perkotaan, kan? Tapi untuk semua orang. Konstitusi kita juga mengamanatkan seperti itu. Di mana pun, selama itu masih ada di Bumi Nusantara, Bumi Indonesia, masyarakat harus mendapatkan haknya atas air. Artinya, masyarakat di pedalaman dan di perbatasan pun harus bisa mendapatkan pelayanan air minum. Itu misi kami,” tegas Saiful.
Meski berada di wilayah pinggiran negeri yang berbatasan dengan negara tetangga Malaysia, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Apa’ Mening Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, namun mampu menunjukkan performa sistem manajemen modern, dengan sistem TI dan juga sudah mengadopsi tata kelola perusahaan yang baik, sesuai tuntutan Good Corporate Governance (GCG) sebagaimana yang dilakukan banyak perusahaan BUMN.
Perusahaan telah menerapkan strategi pertumbuhan berdasarkan management modern berbasis kinerja. Bahkan manajemen BUMD milik Pemkab Malinau ini bertekad menjadikan Perumdam ini sebagai role model bagi Perumdam lain di Indonesia.
Editor: Busthomi
