Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan berpotensi melemah.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Senin (18/03/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini.
Pada penutupan Jumat lalu (3/15), pasar AS bergerak melemah. Dow Jones -0,49%, diikuti S&P 500 0,65%, dan Nasdaq 0,96%. Pasar saham kembali melemah (S&P 500 mencatat penurunan mingguan kedua secara berturut-turut) , dengan turunnya saham-saham teknologi akibat tekanan dari data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan.
Pasar komoditas terpantau melemah pada Jumat (3/15) kemarin. Minyak WTI -0,04% ke level USD 81,04/bbl, Brent -0,09% ke level USD 85,3/bbl, harga batubara -0,27% di level USD 130,1/ton, dan CPO +0,05% ke level MYR 4.293. Harga emas terpantau melemah 0,21% ke level USD 2.161,5/toz.
Bursa Asia bergerak melemah pada Jumat (3/15) kemarin. Kospi -1,92%, diikuti Nikkei 0,26%, dan Hang Seng 1,42%, dan sebaliknya Shanghai +0,54%.
IHSG ditutup melemah 1,42% ke level 7.328,1. Investor asing pada Jumat kemarin mencatatkan keseluruhan net sell Rp 1.513,1 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell (Rp 1.552 miliar), dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing (Rp 38,9 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler didominasi oleh BBRI (Rp 538,6 miliar), BBNI (Rp 365 miliar), dan BBCA (Rp 176,4 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatat BMRI (Rp 189,2 miliar), GOTO (Rp 55 miliar), dan PGAS (Rp 48,2 miliar). Adapun top sector gainer adalah sektor IDXTRANS, sementara yang menjadi top sector loser adalah sektor IDXFIN. Top leading movers emiten GOTO, DCII, TLKM, sementara top lagging movers emiten BBRI, BREN, TPIA.
Pagi ini Nikkei melemah 0,26%, dan Kospi 1,91%. “Kami memperkirakan IHSG berpotensi melemah hari ini, mengingat sentimen negatif dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian tertulis.
