Jakarta-Thebusinessnews. Untuk meningkatkan pendalaman pasar keuangan maka transaksi repo antarbank perlu ditingkatkan. salah satu langkah untuk itu dengan disepakatinya Global Master Repurchase.
Sayangnya dari 10 kantor cabang asing baru enam diantara yang baru saja meenyepakati Global Master Repurchase Agreement (GMRA). Enam bank tersebut yakni Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Bank Mizuho Indonesia, JP Morgan, ANZ, DBS Bank, dan Standard Chartered.
Untuk itu Bank Indonesia meminta kantor cabang bank asing yang belum menyepakati GMRA segera bergabung.“Dengan bergabung enam kantor cabang bank asing ini diharapkan dikuti bank asing lainnya, “harap Kepala Departemen Pengembangan Pendalaman Pasar Keuangan Bank Indonesia , Nanang Hendarsah di gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis( 25/8/2016).
Ia beralasan, selama ini setiap transaksi Repurchase Agreement atau Repo antara bank asing dan bank lokal selama ini banyak mengalami kendala. “Sebab bank asing itu harus mengikuti aturan induknya sehingga berliku, “ terang dia.
Untuk diketahui bank kantor bank yang belum mengikuti GMRA;Bank China Limited, Bank Of America NA, The Royal Bank Of Scotland NV, Bank Bangkok Dlc dan HSBC. Namum, kata dia, dalam waktu tidak terlalu lama lagi HSBC akan segera menanda tangani kesepakatan GMRA. “HSBC kemungkinan akan ikut pada September mendatang, “ terang dia.
Selanjutnya dengan bergabungnya bank-bank tersebut maka akan diikuti peningkatan transaksi Repo. Ia berharap transaksi Repo hingga akhir tahun 2016 mencapai Rp 5 triliun. “ Kami harap meningkat setengah dari nilai trasaksi saat ini. “ tutup dia. (az)