Jakarta, TopBusiness – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Iskak Tulungagung merupakan rumah sakit (RS) percontohan nasional milik Pemerintah Kabupaten Tulungagung.
Dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat, RSUD ini mengusung semboyan low cost, high quality, dan social responsibility. Sebab itu, kegiatan CSR atau corporate social responsibility adalah hal yang biasa dilakukan sehari-hari oleh RSUD dr. Iskak .
“Jadi social responsibility ini merupakan satu kewajiban yang melekat yang diberikan kepada RSUD Dr. Iskak dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat Tulungagung dan sekitarnya,” ujar dr Zuhrotul Aini, Sp.A.M.Kes, Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Iskak saat presentasi penjurian TOP CSR Awards 2024 yang dilakukan secara daring, Selasa (21/5/2024).
Hadir pula dalam penjurian ini M. Rifangi, S.Kep.Ners, MH.Kes (Kepala Bidang Pengendalian Pelayanan RSUD dr. Iskak) dan Heru Eko Susanto, S.Kom. MT (Sub Koordinator Analisa dan Monitoring Pelayanan RSUD dr. Iskak).
Menurut dr Zuhrotul, di RSUD dr. Iskak tidak ada perbedaan pelayanan kepada pasien dalam kondisi apapun, baik pasien berpunya maupun masyarakat miskin. Semuanya ditangani dengan cara yang sama.
“Bahkan pasien yang tidak bisa membayar sama sekali akan kita bebaskan dan kita perlakukan sama dengan pasien VIP maupun VVIP. Jadi keseragaman pelayanan yang kita kedepankan,” ujar dia dalam presentasinya yang membawakan materi berjudul Healing Without Barriers: Sustainable Growth By Free Patient Care for The Poo.
Dalam presentasinya, dr Zuhrotul memaparkan ada tiga program CSR unggulan dari RSUD dr. Iskak. Pertama adalah Program Pembiayaan Kesehatan bagi Masyarakat Miskin Kabupaten Tulungagung. Bantuan pembiayaan ini diberikan kepada masyarakat miskin (maskin) yang tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan, tidak ditanggung PBI (penerima bantuan iuran), tidak punya asuransi lain, dan bahkan tidak punya biaya.
Menurut dia, masyarakat yang ingin mendapat pembiayaan kesehatan ini cukup mengajukan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari desa, sehingga tidak repot dalam pengurusan surat. “Ini tidak akan menjadi ribet, karena kami sebelumnya sudah melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah daerah dalam hal ini DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) terkait pemberian surat ini,” ujar dr Zuhrotul.
Pola pemberian bantuan pembiayaan dilakukan dengan asesmen yang dilakukan oleh tim survei di lapangan. Petugas customer care RSUD dr Iskak juga selalu siap 24 jam melayani pasien yang mengajukan bantuan pembiayaan.
“Bantuan diberikan mulai 25 persen dari biaya yang ditanggung oleh pasien sampai pembebasan biaya untuk pasien yang benar-benar dari masyarakat miskin,” tuturnya.
dr Zuhrotul juga menyampaikan bahwa tujuan program CSR ini adalah untuk membuat masyarakat Tulungagung semakin dekat dan semakin mudah dengan pelayanan kesehatan. Tujuan akhirnya adalah peningkatan derajat kesehatan bagi masyarakat Tulungagung dan sekitarnya.
Sedangkan manfaat atau dampak Program CSR ini adalah masyarakat miskin Kabupaten Tulungagung mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD dr. Iskak yang terjamin. Mereka juga semakin dekat dengan layanan kesehatan.
“Ini yang menjadikan kunjungan ke RSUD dr. Iskak semakin meningkat. Karena dengan program CSR ini, tidak sengaja ini menjadi promosi yang menguntungkan, karena ketika kita dekat dengan masyarakat maka kunjungan meningkat,” tuturnya.
Sebagai gambaran, kata dia, tahun 2023 kunjungan pasien rawat jalan di RSUD dr. Iskak per hari mencapai 1.300 pasien. Sedangkan tingkat keterpakaian tempat tidur atau bed ocuppation rate (BOR) mencapai 80 persen dari total kapasitas tempat tidur di RSUD dr. Iskak yang mencapai 526 tempat tidur.
Dari sisi anggaran, menurut dr Zuhrotul, RSUD dr. Iskak secara bertahap meningkatkan anggaran fungsional untuk masyarakat miskin (maskin) dan mengurangi anggaran dari APBD. Tahun 2019, pagu anggaran dari APBD untuk maskin mencapai Rp 7 miliar, sedangkan fungsional Rp 1,57 miliar. Pada 2023, anggaran maskin dari APBD turun jadi hanya Rp 5 miliar, sedangkan anggaran fungsional naik menjadi Rp 8,5 miliar.
“Ini menunjukkan bagaimana kita melakukan social responsibility kepada masyarakat, untuk membantu pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Tulungagung,” tuturnya.
Sampai tahun 2023, kata dr. Zuhrotul, ada sekitar 4.100 pasien yang sudah mendapat manfaat dari Program CSR dalam bentuk bantuan pelayanan kepada masyarakat miskin. Ke depan, kata dia, Program CSR ini akan dikembangkan ke daerah lain sekitar Tulungagung seiring ditunjuknya RSUD dr. Iskak oleh pemerintah pusat sebagai RS rujukan untuk regional wilayah Jawa Timur bagian barat-selatan.
“Kami akan melakukan kerja sama dengan pemerintah kabupaten sekitar seperti Blitar, Trenggalek, Ponorogo, Kediri, Pacitan atau mungkin yang agak jauh dengan Kabupaten Jombang,” tutur dia.
Menurut dia, masyarakat sejauh ini puas dengan layanan kesehatan RSUD dr. Iskak . Ini ditunjukkan dari tren perkembangan Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan RSUD Dr. Iskak Tulungagung sejak 2019 hingga 2023 yang terus mengalami kenaikan.
Tahun 2019, angka Indeks Kepuasan Masyarakat sebesar 84,45 persen. Kemudian berturut-turut naik menjadi 85,63 persen pada 2020 (semester II), naik lagi menjadi 85,72 persen pada 2021 (semester II), selanjutnya pada 2022 jadi 86,30 persen, dan 2023 86,55 persen (semester II).
Program CSR unggulan lainnya adalah bakti sosial yang juga sering dilakukan, baik atas nama rumah sakit sendiri maupun bekerja sama dengan Dinas Kesehatan maupun organisasi-organisasi profesi seperti IDI (Ikatan Dokter Indonesia), PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia), dalam acara-acara seperti HUT Rumah Sakit, Hari Kesehatan Nasional, dan Hari Bakti IDI.
“Bakti sosial dilakukan melalui layanan pemeriksaan gratis berupa mini lab di event-event yang melibatkan masyarakat Tulungagung,” tuturnya.
Program CSR selanjutnya adalah edukasi kesehatan kepada masyarakat yang dilakukan melalui website maupun platform-platform media sosial RSUD dr. Iskak, baik Instagram (IG), Youtube, maupun Facebook. “Ini juga menjadi forum konsultasi kesehatan gratis bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung,” kata dr Zuhrotul.
