Jakarta, TopBusiness – Sebagai perusahaan yang memiliki aktifitas usaha meliputi Penerimaan, Penimbunan dan Penyaluran produk BBM (premium, solar, biosolar) dan BBK (pertamax, pertamina dex, avtur) dengan area distribusi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kedu, dan Klaten dengan rincian 184 SPBU, 90 Industri dan 4 DPPU, PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu dicatat menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Dalam menjalankan program TJSL atau Corporate Social Responsibility (CSR) tersebut, perusahaan dicatat menghadirkan banyak inisiatif program.
Inisiatif program tersebut berupa pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan dan menciptakan create share value (CSV) antara perusahaan dan masyarakat penerima program. Adapun program yang dihadirkan di antaranya adalah Program Pengolahan Tempe Tradisional (PETRA) atau Program Pengolahan Tempe Koro Ramah Lingkungan. Selain itu, Program Rumah Kebugaran Difabel. Kedua program tersebut bahkan menjadi CRS unggulan perusahaan.
Hal tersebut disampaikan Pengelola Community Development PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu Duta Wahyu Wijaya dalam Penjurian TOP CSR Awards 2024, Kamis (7/3/2024).
Menurut Duta, Program Pengolahan Tempe Koro Ramah Lingkungan bahkan dicatat berhasil membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus berdampak positif terhadap lingkungan.
Hal itu karena program tersebut selain berhasil meningkatkan peran perempuan dalam meningkatkan pendapatan keluarga dan mengatasi kemiskinan, juga mampu mengurangi limbah dan polusi. Ditandai dengan pemanfaatan sampah menjadi briket, sekaligus sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam mengolah tempe koro.
Langkah ini terbukti membantu mengurangi limbah, meningkatkan efisiensi energi, dan memperluas sumber energi yang berkelanjutan, sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap praktik bisnis yang ramah lingkungan.
Secara umum, Program Pengolahan Tempe Koro Ramah Lingkungan yang melibatkan peran aktif petani lokal dalam menyediakan bahan baku tempe koro, dilaksanakan di Bantul Yogyakarta. Program ini memadukan Biomass Automatic Hybrid Stove Burner untuk produksi tempe koro ramah lingkungan. Selain mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, program ini juga berhasil mengatasi kekeringan dan mengatasi pasokan bahan baku, sehingga produksi dapat meningkat hingga 50kg per siklus.
Sementara itu, Rumah Kebugaran Difabel (RKD) merupakan pusat kesehatan inklusif yang melayani penyandang disabilitas. RKD menyediakan layanan kesehatan holistik untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental para difabel dengan fokus pada akupressur, fisioterapi, dan konseling.
Layanan terapi bagi anggota RKD tuna netra pada setiap Satgas, seperti Lebaran dan Nataru menjadi salah satu wujud keterkaitan antara RKD dan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu. Semua ini mencerminkan kolaborasi dalam menyediakan aksesibilitas kesehatan bagi penyandang disabilitas, memperkuat dukungan sosial dan inklusi dari Pertamina Patra Niaga.
Menurut Duta kembali, hingga saat ini Program CSR PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu selalu diselaraskan dengan komitmen Pertamina untuk menjaga prospek bisnis yang berkelanjutan dengan memprioritaskan keseimbangan dan kelestarian alam, perlindungan terhadap lingkungan hidup serta kontribusinya terhadap terwujudnya kemandirian masyarakat.
Editor: Busthomi
