Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi melemah.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Rabu (22/05/2024) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah.
Pada penutupan Selasa kemarin (5/21), pasar AS bergerak menguat. Dow Jones +0,17%, S&P 500 0,25%, dan Nasdaq 0,22%. Pasar saham AS naik pada hari Selasa, dengan S&P 500 dan Nasdaq ditutup pada rekor baru, di tengah penantian investor untuk rilis laporan pendapatan Nvidia pada Rabu sore.
Pasar komoditas terpantau dominan melemah Selasa kemarin (5/21). Harga minyak -0,68% ke level USD 79,26/bbl, harga batubara +0,18% di level USD 140,3/ton, dan CPO -1,4% ke level MYR 3.863. Harga emas terpantau melemah 0,41% ke level USD 2.448,5/toz.
Bursa Asia bergerak melemah Selasa kemarin (5/21). Kospi -0,65%, Hang Seng 2,12%, Nikkei 0,31% dan Shanghai 0,42%.
IHSG ditutup melemah 1,11% ke level 7.186. Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 1.058,2 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 1.208,6 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 150,4 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler didominasi BMRI (Rp 407 miliar), BBRI (Rp 335,6 miliar), dan BBCA (Rp 193,4 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatat TPIA (Rp 71,6 miliar), MIKA (Rp 31,3 miliar), dan INCO (Rp 28,9 miliar). Adapun top sector gainer adalah sektor IDXTRANS, sementara yang menjadi top sector loser adalah sektor IDXCYC. Top leading movers emiten DSSA, BREN, BRPT, sementara top lagging movers emiten BMRI, BBRI, BBNI.
Pagi ini kedua indeks kompak melemah. Kospi -0,56% dan Nikkei 0,59%. “Kami memperkirakan IHSG berpotensi melemah pada hari ini, seiring dengan sentimen pelemahan dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian tertulis.
