TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kini Tersendat, Ini Sebenarnya Andil Signifikan Industri Tekstil

Achmad Adhito
5 July 2024 | 08:12
rubrik: Ekonomi
FOTO – Pasar Tanah Abang Ditaksir Rugi Rp 400 Miliar/Hari

Pasar Tekstil Tanah Abang, Jakarta, Saat Sepi (Foto: Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness—Menteri Perindustrian RI (Menperin) Agus G. Kartasasmita mengatakan bahwa meski industri TPT (tekstil dan produk tekstil) sedang menghadapi tantangan, bukan berarti harus pesimis. Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin) tetap konsisten untuk terus menjalankan kebijakan strategis dalam upaya pengembangan industri TPT nasional yang berdaya saing global. 

“Dalam peta jalan dan kebijakan industri nasional, industri TPT merupakan sektor yang mendapat prioritas pengembangan karena memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia,” kata menperin dalam keterangan resmi untuk wartawan.

Pada triwulan I tahun 2024, industri TPT mampu menyumbang sebesar 5,84 persen terhadap PDB sektor manufaktur serta memberikan andil terhadap ekspor nasional sebesar USD11,6 miliar dengan surplus mencapai USD3,2 miliar.

“Industri TPT juga sebagai sektor padat karya dengan menyerap tenaga kerja lebih dari 3,98 juta tenaga atau memberikan kontribusi sebesar 19,47 persen terhadap total tenaga kerja di sektor manufaktur pada tahun 2023,” menperin menambahkan.
 
Selain itu, sebagai sektor padat karya, industri TPT terus membutuhkan tenaga kerja dengan jumlah banyak dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan saat ini. Dalam hal ini, Kemenperin melalui satuan kerja di bawah binaan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), yakni Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta yang fokus menyelenggarakan Diklat 3in1 untuk memenuhi kebutuhan industri TPT.

 “Diklat ini kami dorong untuk bisa menjalin kerja sama dengan industri. Contohnya adalah BDI Jakarta berkolaborasi dengan PT Globalindo Intimates,” ungkap kata Kepala BPSDMI Kemenperin, Masrokhan pada Penutupan Diklat Operator Sewing di PT Globalindo Intimates, Klaten, Jawa Tengah.

Melalui diklat ini, diharapkan pula para peserta dapat menjadi tenaga kerja yang siap pakai dan mampu mengisi peluang kerja di industri TPT. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan produktivitas dan daya saing industri tersebut.

BACA JUGA:   Kementerian PUPR Rampungkan Jembatan Gantung Mbah Buto di Jawa Timur
Tags: agus kartasasmitaglobalindo intimatesindustri TPTkemenperin
Previous Post

Pelita Air Lakukan Green Flight

Next Post

IHSG Menanti Suntikan Sentimen dari AS, Saham Ini Direkomendasikan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR