Jakarta, TopBusiness—Dalam mengimplementasikan ESG (environment, social, and governance), PT Bumi Resources, Tbk., punya banyak wujud nyata. Dan salah satu dari itu adalah pentingnya keselamatan kerja. Dalam hal tersebut, zero tolerance diberlakukan di aspek keselamatan kerja.
“Maka, yang namanya kejadian fatal, tidak kami inginkan terjadi ke karyawan kami. Dan kami tidak menginginkan mereka bekerja di lingkungan yang rawan kecelakaan kerja,” kata Vice President of Risk Management, GCG, and Sustainability Bumi Resources, Renova Viscky, hari ini, saat tanya-jawab dengan Dewan Juri Top GRC Awards 2024, yang digelar Majalah TopBusiness bekerja sama dengan sejumlah lembaga.
Renova lantas memberikan contoh nyata implementasi zero tolerance tersebut. Tatkala ada karyawan pertambangan yang tak menggunakan sabuk keselamatan walau hanya beberapa saat, bisa mendapatkan sanksi. Wujud sanksi tersebut adalah tak mendapatkan bonus tertentu. “Jadi dalam hal ini, sekalipun hanya melanggar beberapa menit, bisa terkena sanksi,” ia menegaskan.
Contoh lainnya adalah, bila ada mobil di area pertambangan yangmasih tetap berjalan sekalipun mendapat tanda ‘stop’, maka pengendaranya bisa terkena sanksi yang sama.
Renova pun menjelaskan bahwa, terkait zero telorance dan compliance, Bumi Resources mengatur melalui sistem komite. “Yang lebih masif adalah sistem compliance di anak usaha, karena merekalah yang langsung terkait dengan aktivitas operasional seperti pertambangan,” ia menambahkan.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Arniz Dwifahdithia dari Divisi Risk Management and GCG Bumi Resources, menjelaskan sejumlah hal tentang kelengkapan sistem dan infrastruktur GRC di perusahaan tersebut. Ia, antara lain, mengatakan bahwa dewan komisaris dan direksi di Bumi Resources dibantu oleh sejumlah komite.
Dewan komisaris punya komite audit, komite nominasi-remunerasi, dan lain-lain. Sedangkan direksi komite pedoman perilaku, komite SDM. Pun, ada komite lingkungan sosial, dan tata kelola.
Arniz juga menjelaskan tentang skor GCG yang dimiliki Bumi resources. Pada tahun 2023, skor GCG yang didapat adalah di 98,4. Perolehan ini lebih baik daripada di tahun 2023 yang di 90,5. Itu merupakan hasil penilaian secara internal.
“Peningkatan ini,” Arniz mengatakan, “karena perbaikan yang sinambung di praktek tata kelola Bumi Resouces.”
