TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Berikut Contoh Potensi Risiko di Pupuk Kujang

Agus Haryanto
23 July 2024 | 17:06
rubrik: Event
Berikut Contoh Potensi Risiko di Pupuk Kujang


Jakarta, TopBusiness – Manajemen PT Pupuk Kujang menyinggung beberapa contoh pengelolaan potensi risiko dalam rangka menjalankan governance, risk and compliance atau GRC.

“Contohnya, yang paling kasus adalah bagaimana memitigasi risiko tentang kita tak punya gas. Ini adalah risiko yang paling utama di Pupuk Kujang, karena bahan baku kita adalah gas alam,” kata Direktur Utama PT Pupuk Kujang Maryono, ketika sesi pendalaman materi presentasi di hadapan Dewan Juri TOP GRC Awards 2024, di Jakarta, Selasa (23/07/2024).

Sebagaimana diketahui, gas alam merupakan bahan baku utama produksi. Dengan begitu, jaminan suplai pasokan gas merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki guna mendukung operasional bisnis perusahaan.

“Kalau tak ada gas alam, ini bisnis kita total berhenti. Dan ini harus termitigasi dengan baik. Jadi, tahun depan kontrak kita habis. Teman-teman mulai memitigasi risiko nih. Tahun ini, apa yang kita lakukan. Bagaimana cara agar tahun depan itu tidak terjadi,” kata Maryono, yang didampingi, di antaranya, Direktur Keuangan dan Umum Yuni Setyaningrum, dan Robert Sarjaka selaku Direktur Operasi dan Produksi Pupuk Kujang.

Sejauh ini, lanjutnya, perusahaan dapat memitigasi risiko. “Alhamdulillah, sekarang itu kita tidak ada yang ter-carry over sampai manajemen risiko kita itu height. Semuanya di level-level moderate. Dan tidak ada yang naik grade. Artinya dari moderate menjadi height. Jadi itu termitigasi secara rutin,” ucap dia.

Maryono lalu menjelaskan beberapa topik yang menjadi diskusi di rapat jajaran direksi guna memutuskan banyak hal tentang operasional perusahaan. Misalnya, minggu ini mitigasi risiko untuk piutang subsidi. “Apa yang harus kita lakukan agar piutang subsidi yang sekarang tidak mengganggu operasional. Kemudian, apa yang kita lakukan sekarang ketika dolar Amerika seperti ini. Jadi, kita melakukan stress test dan melakukan manajemen risiko bagaimana caranya agar tidak ter-excuse ketika dolar naik. Itu kajiannya ada dan kita meeting,” papar dia.

BACA JUGA:   Sarat Inovasi, Kinerja Perseroda PITS Sudah Mampu Bukukan Keuntungan

Hal yang sama diutarakan oleh Yuni. Menurut dia, pihaknya juga mengantisipasi perubahan iklim dengan mengadakan open storage. “Produk pupuk kami tentunya sangat tergantung dengan iklim. Jadi, ketika lagi kemarau ada potensi pupuk tidak terserap (pasar) dan ada potensi stoknya numpuk. Contoh seperti saat ini, kita harus menyimpan pupuk itu tidak hanya di dalam gudang karena terbatas dan harus di open storage, maka kami juga melakukan identifikasi risiko untuk memitigasi kemungkinan ada kerusakan baik penurunan kualitas maupun kuantitas atas penyimpanan produk yang di open storage,” bebernya.

Ditambahkan Yuni, perusahaan juga telah menerapkan kebijakan anti fraud tak hanya di internal tapi juga pihak eksternal, terutama vendor. “Pada awalnya tahun 2020, kami hanya menerapkan manajemen fraud ini di beberapa unit kerja saja, namun sejak tahun 2023 lalu, itu sudah kesemuanya, termasuk pihak yang eksternal. Jadi, vendor dalam hal ini juga sangat kami perhatikan untuk juga mengikuti ketentuan, sehingga tidak terjadi fraud,” ungkapnya.

Dikatakan Yuni, dalam proses pengadaan barang di dalam tor-nya menyebutkan mengenai pakta integritas dan lain-lain yang harus disepakati, dan diikuti oleh semuanya termasuk juga menandatangani pakta integritas.
“Dan conflict of interest juga kami atur dalam prosedur pengadaan kami, dalam artian ketika pelaksanaan pengadaan itu ada potensi conflict of interst maka yang bersangkutan harus melepaskan diri dari kepanitiaan pengadaan barang itu,” pungkas dia.

Previous Post

Waskita Beton Precast Integrasikan Penerapan GRC

Next Post

Kecuali Kredit Konsumsi, Nilai Kredit Baru Tercatat Naik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR