Jakarta, TopBusiness – Memiliki komitmen kuat dalam penerapan Governance, Risk Management, dan Compliance (GRC) yang terencana dengan baik, sesuai dinamika yang terus berkembang, PT Haleyora Power (PT HP) kembali terpilih menjadi salah satu finalis di ajang penjurian untuk penghargaan “TOP GRC Awards 2024”. Anak perusahaan PLN ini telah menjadikan GRC sebagai bagian dari strategi perusahaan mencapai tujuan bisnis, mengatasi ketidakpastian, dan memperkuat integritas dan daya saing secara berkelanjutan.
Presentasi dan wawancara penjurian telah dilakukan pada (24/07/2024) secara daring yang disampaikan Direktur Operasi PT Hayelora Power, Diksi Erfani Umar bersama tim dengan membawakan materi berjudul “Leadership For Sustainable Impact”/ yang menjelaskan peran pemimpin dalam mendukung optimalisasi dalam penerapan GRC di perusahaan.
Di bagian awal presentasinya, kepada dewan juri TOP GRC Awards 2024, Dirop Diksi Erfani menyampaikan sekilas profil Perusahaan, visi, misi dan kinerja usaha perusahaan yang meningkat, antara lain berkat konsistensi dan komitmen kuat dalam implementasi GRC ini. Selama 2023, perusahaan bisa mencapai realisasi Rasio Operasi lebih baik dari tahun 2022 yang berdampak signifikan bagi peningkatan kinerja bisnis perusahaan.
“Sejalan dengan target PLN sebagai induk Perusahaan menjadi world class company atau perusahaan berkelas dunia, PT Haleyora Power juga telah berkomitmen kuat untuk men dukung, di antaranya menjadikan Hayelora Power yang ramah lingkungan, bertanggung jawab secara social, dan melaksanakan tata Kelola yang sesuai prinsip GCG dan juga GRC. Implementasi GRC juga telah berdampak signifikan bagi peningkatan performa, daya saing, operasional, dan juga pencapaian bisnis,” ungkap Diksi Erfani Umar di depan tim juri (DR. Melani K Kariman -Ceo Melani K Harriman & Associate, Sentot Baskoro-Akademisi dan Praktisi Hukum Corporate), yang dimoderatori oleh Ahmad Chury (MSI Group).
Turut hadir dalam saat wawancara penjurian dari PT Haleyora Power, di antaranya Manager Hukum, Kepatuhan dan Manajemen Risiko (HKMR)- Isti Putri Rizqiah, Sekper -Aep Saepudin, VP Keuangan -Anang Bagus Sentana, VP Manajemen Human Capital -Mei Indrayani, VP Niaga dan Pemasaran – Agung Fajar Santosa, Man Sistem Teknologi Informasi -Dharma Kusumah.
Melebihi Target
Dalam presentasinya terkait kinerja perusahaan, disebutkan bahwa anak perusahaan dari PT PLN (Persero) yang bergerak dibidang Operation & Maintenance pada jaringan Transmisi dan Distribusi Kelistrikan ini, bisa terus membukukan kinerja yang terus meningkat, di mana kinerja keuangan EBITDA tahun 2022 dan 2023 melebihi target yang ditetapkan.
Pencapaian pendapatan usaha Perusahaan tahun 2023 sebesar Rp4,09 triliun, tumbuh sebesar 21,92% dari pendapatan usaha tahun 2022 sebesar Rp 3,35 triliun. Pencapaian Laba bersih Perusahaan tahun 2023 sebesar Rp 102,25 miliar, tumbuh sebesar 3,48% dibandingkan dengan realisasi tahun 2022 sebesar Rp98,81 milyar. Dan sampai dengan akhir Desember 2023 perusahaan membukukan total aset sebesar Rp1,55 triliun, tumbuh sebesar 14,64 % dari tahun 2022 sebesar Rp 1,35 triliun. “Pencapaian ini di antaranya juga tidak terlepas dari komitmen kuat dari seluruh jajaran di perusahaan dalam mewujudkan praktik bisnis yang baik sesuai prinsip GCG dan juga implementasi GRC,” ujarnya.
Lebih lanjut terkait penerapan GRC di PT HP, Isti Putri Rizqiah menambahkan bahwa perusahaan telah memiliki kelengkapan Sistem dan Infrastruktur GRC yang lengkap, termasuk dukungan aspek regulasi, baik internal maupun eksternal, serta inisiasi penguatan dengan mengadopsi atau menerapkan standar dan kebijakan global. Di antaranya penerapan Framework ISO 31000, Risk management – dalam Peraturan Direksi Nomor 0011.P/DIR-HP/2021 tentang Manajemen Risiko Terintegrasi PT Haleyora Power.
Frame work GRC di Haleyora Power juga sudah lengkap dengan peran masing-masing. Meliputi Strukur Organisasi Perusahaan dan Dewan Komisaris sudah mendukung GRC dengan ada Fungsi GCG, Fungsi Manajemen Risiko dan Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan. Misalnya peran Dewan Komisaris, di antaranya memantau dan memastikan bahwa praktik GCG sudah dilakukan secara efektif dan berkelanjutan dan menindaklanjuti rekomendasi hasil assessment. Melakukan pengawasan serta memberikan arahan tentang kebijakan pengelolaan manajemen risiko, serta memantau kepatuhan terhadap peraturan perundangan-undangan.
Terkait GRC, Direktur utama di antaranya berperan sebagai pengarah yang memberikan komitmen, arahan, dan strategi atas penerapan GRC di Perusahaan. Menetapkan dan memastikan manajemen Governance, Risk, dan Compliance (GRC) berjalan secara efektif dan efisien, serta memastikan pengendalian internal perusahaan berjalan secara efektif dan efisien dengan berkoordinasi langsung dengan satuan pengawas internal. Demikian juga Sekper memiliki peran yang tak kalah penting. Di antaranya pertama ikut bertanggung jawab atas pelaksanaan GCG di perusahaan, memastikan pelaksanaan Governance, Risk dan Compliance (GRC) berjalan efektif & efisien serta sesuai dengan Tata Kelola GRC terintegrasi. Serta bertanggung jawab dalam memastikan kelengkapan Kajian Kelayakan dan segala dokumen yang dibutuhkan pada setiap pengambilan Keputusan Direksi.
Sama seperti perusahaan BUMN lainnya, HP juga menggunakan Permen BUMN No.1/2011 tentang Tata Kelola Perusahaan yang Baik, serta Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-2/MBU/03/2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan Badan Usaha Milik Negara. Selain itu juga mengaju induk, yakni Peraturan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 016.P/DIR/2023 tentang Kebijakan Strategis Manajemen Risiko Terintegrasi PT PLN (Persero). “Kami juga sudah memiliki kebijakan dan tim tentang GRC terintegrasi yang tertuang dalam Peraturan Direksi Nomor 0011.P/DIR-HP/2021 Tentang Pedoman Umum Manajemen Risiko Terintegrasi PT Haleyora Power,” ujarnya.
Kepada dewan juri, ia pun melanjutkan penjelasannya tentang keberhasilan / hal-hal terkait GRC, ESG, atau SDGs yang mendukung Sustainable Business perusahaan atau membanggakan manajemen dalam 1-2 tahun terakhir yang kian meningkat. “Assesment GCG dilakukan oleh BPKP dilakukan setiap 2 tahun sekali dimana setiap akhir penilaian hasilnya perusahaan menunjukkan trend positif dari tahun ke tahun, tahun 2020 sebesar 83.05 dan tahun 2023 sebesar 85.97.”
Pada tahun 2021, pencapaian Nilai Kinerja Organisasi sebesar 98,28 naik dari 2020 sebesar 95,51. Kemudian pada tahun 2022 meraih Predikat AAA tetap dipertahankan dengan Nilai Kinerja Organisasi meningkat menjadi 101,81.
Juga diungkapkan terkait sejumlah penerapan GRC, yakni adanya integrasi GRC di Proses Pengadaan Barang dan Jasa dan juga Penerapan Whistleblowing System (WBS) dari tahun 2017 yang kini sudah didukunga dengan sistem aplikasi IT. Perusahaan juga menerapkan mekanisme Three Lines of Defence di seluruh jajaran perusahaan, termasuk Dewan Komisaris dan Dewan Direksi.
Hal yang lain yang cukup berperan yakni adanya inovasi Teknologi Informasi dalam mendukung Pengelolaan Bisnis dan GRC, di mana transformasi PT Haleyora Power sudah didukung digitalisasi dalam beberapa tahun terakhir. Pola kerja yang tadinya manual sudah banyak digantikan menjadi aplikasi-aplikasi yang membantu proses kerja, percepatan lalu lintas data, analisis data, paperless dan juga mendukung implementasi GRC. Bahkan terkait dukungan pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) dalam Bisnis dan GRC, di PT HP telah memanfaatkan aplikasi digitalisasi proses bisnis. Seperti aplikasi HOME (Implementasi : Setiap Risk Owner dapat memonitor risiko secara langsung melalui Aplikasi dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan), E-LHKPN (Pelaporan LHKPN dilakukan dari Manajemen Atas sampai tingkat Supervisor atas dan telah selesai di tanggal 1 Maret 2024), COS (Implementasi : Divisi Risk & Compliance rutin memonitor laporan melalui aplikasi WA Group serta melakukan pelaporan kepada Direktur Utama), aplikasi ListriQu untuk layanan kelistrikan di pelanggan seperti pelanggan rumah tangga, dan beberapa aplikasi lainnya.
