TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Indo Tambangraya Harmonisasi Aspek GRC, ESG dan SDGs ke Dalam Tujuan Perusahaan

Fauzi
9 August 2024 | 15:03
rubrik: Event, GCG
Indo Tambangraya Harmonisasi Aspek GRC, ESG dan SDGs ke Dalam Tujuan Perusahaan

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness — Menjadi kandidat penerima penghargaan TOP GRC Awards 2024, PT Indo Tambangraya Megah Tbk. begitu antusias mengikuti sesi penjurian yang digelar Majalah TopBusiness secara virtual pada Jumat (2/8/2024).

Mulianto, selaku Direktur Utama PT Indo Tambangraya Megah Tbk, hadir dalam sesi penjurian ini sekaligus membawakan presentasi dengan tema ‘Leadership for Sustainable Impact: The Symphony of SDGs, ESG, and GRC towards Greener, Smarter ITM through Responsible Transition’.

Sejalan dengan tema yang diusung, dalam penerapan SDGs, ESG dan GRC di Indo Tambangraya Megah menyelaraskan dengan tujuan perusahaan.

“Mengenai judul (yang diangkat), ini sungguh-sungguh memberikan satu wawasan baru, bagaimana kita sebagai leader-leader yang ada di Indo Tambangraya mempunyai inisiatif maupun strategic direction ataupun strategic action yang mempunyai sustainability impact, di mana semua yang berkaitan SDGs, ESG dan GRC bisa disimponikan dengan lebih harmoni untuk pencapaian Greener, Smarter ITM melalui responsible transition,” kata Mulianto.

Lebih lanjut, Mulianto lebih banyak membahas soal responsible transition, di mana perusahaan dalam menerapkan visi dan visinya diarahkan ke hal tersebut.

“Jadi, pada intinya adalah kita tahu bahwa di global ini banyak hal-hal yang berkaitan dengan climate change yang sudah kita ketahui selama satu dekade ini. Di mana ‘everybody talking about the climate change’, kita sekarang setelah Covid-19 berakhir, kita banyak bicara mengenai digitalization, higher data usage untuk bagaimana kita memberikan power atau energi yang bisa me-generate higher data usage dan juga AIoT (Artificial Intelligent of Things) dan juga sangat berkembangnya electrification yang diharapkan bisa menggantikan fossil fuel. Di mana itu diikuti juga dengan perkembangan yang massif dari information technology,” jelasnya.

BACA JUGA:   Terus Berinovasi, RSUD Prof H Muhammad Yamin Kian Tunjukkan Performa Terbaik

Sebagai perusahaan tambang batu bara, emiten dengan kode saham ITMG itu seperti dikatakan Mulianto tidak lepas dari apa yang disebut sebagai ‘Energy Trilemma’. “Karena kita bergerak di bidang energi yang sampai saat ini kita masih sangat bergantung kepada batu bara, tapi kita lihat bahwa dalam hal kita menyikapi hal tersebut, kita tidak bisa mengenyampingkan bahwa di setiap negara bahkan di dunia, Energy Trilemma ini selalu menjadi hal yang perlu diperhatikan,” ujar Mulianto.

(Berkaitan Energy Trilemma) yang pertama, kata Mulianto, tentu saja suatu bangsa atau suatu negara diharapkan bisa memberikan akses energi kepada semua masyarakat untuk menjalankan proses dan aktivitas ekonomi maupun sosialnya, sehingga mereka bisa membeli. “Itu dari satu hal yang perlu kita perhatikan, memastikan bahwa energi itu tersedia dan bisa terjangkau,” jelasnya.

Kedua, yang tidak kalah penting adalah negara atau bangsa memperhatikan apa yang disebut energy security.

“Di mana kita tidak bisa rely (bergantung) kepada satu atau dua energy resources yang kalau misalnya terjadi apa-apa security dari ketahanan energi dari suatu negara bisa terkena dampak,” kata Mulianto.

Dan yang terakhir, lanjut Mulianto, tentu saja lemma yang terakhir dari Trilemma itu adalah bagaimana kita juga memastikan apa yang kita lakukan ini bisa membantu mengurangi atau bahkan menghilangkan risiko-risiko climate change.

“Dan untuk mengatasi ketiga trilemma ini, positioning dari ITMG adalah kita memiliki apa yang kita sebut responsible transition. Responsible transition dalam arti bahwa kita harus memperhatikan prinsip dari sustainability, kita harus memperhatikan ke depan dengan tidak meng-sacrifice (mengorbankan) apa yang bisa dipakai, tetapi kita juga melihat apa yang ada sekarang pun harus di-serve,” ujarnya.

BACA JUGA:   TOP GRC Awards 2024 Siap Digelar, Ini Jadwalnya

Jadi, lanjut Mulianto, konsep responsible transition ini adalah untuk memastikan keseimbangan antara current needs (kebutuhan saat ini) dan masa yang akan datang.

“Di mana the current needs adalah kita memastikan customer kita yang masih memakai batu bara dalam proses transisi energi mereka. Dari sisi employ pun kita juga harus bisa mempersiapkan kesiapan dari mereka untuk berubah dari satu teknologi lama atau fossil fuel menuju ke renewable. Dan dari sisi government juga ada kita harus men-support target-target yang sudah kita terapkan dalam Net Zero Emission. Di mana itu ada tahapan-tahapan yang perlu kita juga jaga dengan transition periode tersebut. Dan yang terakhir tentu saja dari sisi shareholder juga, bahwa shareholder juga mengharapkan continue dari value yang bisa diberikan. Jadi, responsible transition adalah konsep yang kita ambil dalam menghadapi energy Trilemma tersebut,” jelasnya.

Secara lebih detail, Mulianto menegaskan, bahwa terkait responsible transition dibagi menjadi dua strategi. “Yang pertama kita mau memastikan our current existing business yang masih rally itu dilakukan dengan baik dan secara lebih bertanggung jawab. Apa dan bagaimananya adalah untuk memastikan bahwa tidak hanya kita bisa men-deliver barang (batubara) dalam hal ini, tetapi dalam memproduksi kita memastikan bahwa kita menerapkan prinsip-prinsip terbaik dari Environment, Social and Governance,” jelas Mulianto.

“Kita melakukan apa yang kita sebut Green and Smarter Transformation. Itu yang bisa dilakukan untuk mendiversifikasi kita punya revenue stream, di mana in the future, maksudnya di (masa) transisi ini kita mulai melakukan bisnis di area-area yang lebih hijau dan lebih pintar. Nah, untuk menggawangi dari responsible transition dengan dua strategi ini diperlukan satu strong leadership yang bisa memberikan sustainable impact dari ITM,” tambahnya.

BACA JUGA:   Pelangi, Layanan Pasang-Bayar Perumda Delta Tirta Sidoarjo yang Mudahkan Pelanggan

Dalam menjalankan transformasi proses bisnis atau responsible transition itulah, Mulianto menilai bahwa perusahaan harus memiliki visi dan misi yang baru, yang bisa bisa mengadopsi a responsible transition dengan good practice for mining dan juga the smarter production.

“Untuk membuat visi ITM (Indo Tambangraya Megah) sejalan dengan hal tersebut kita menggunakan SDGs concept and policy, dan kemudian juga kita turunkan ke ESG material topics di energy sector. Kedua hal ini memberikan wacana dan juga mempengaruhi dalam kita membentuk ITM vision kita,” tandasnya.

Untuk diketahui, PT Indo Tambang Raya Megah Tbk, memiliki visi, yakni menjadi perusahaan energi Indonesia yang mengutamakan inovasi, teknologi, inklusi, dan keberlanjutan. Dengan misi yang dicanangkan antara lain: Menjadi bagian dari pengembangan energi nasional; Menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan dengan mengembangkan sinergi portofolio bisnis yang selaras dengan kebutuhan energi masa depan; Untuk menumbuhkan nilai-nilai perusahaan dan kemampuan organisasi untuk mendorong transformasi bisnis dan penciptaan keunggulan kompetitif; serta Menjadi perusahaan terpercaya dan terdepan yang menerapkan cara-cara berkelanjutan dalam mengelola aspek Environmental, Social and Governance (ESG).

Editor: Busthomi

Tags: PT Indo Tambangraya Megah TbkTOP GRC Awards 2024
Previous Post

Level GRC Maturity Tinggi, BPJS Kesehatan Sudah Berhasil Wujudkan SDGs

Next Post

Akhir Pekan, IHSG Bertambah Poinnya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR