Jakarta, TopBusiness—Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (Ipot), Dimas Krisna Ramadhani, hari ini mengeluarkan analisis untuk bursa saham di pekan ini. Berbicara tentang potensi market pada 9-13 September 2024, Dimas mengimbau para trader memantau 3 sentimen, yakni aliran dana asing ke IHSG, Inflasi Tahunan AS Agustus dan PPI bulanan AS (Agustus) dan PPI bulanan AS (Agustus).
“Sentimen pertama yang wajib dipantau yakni aliran dana asing ke IHSG. Diketahui, sepanjang pekan lalu investor asing mencatatkan inflow ke IHSG sebesar Rp3,4 triliun di pasar regular,” kata Dimas dalam riset terbaru yang diterima pagi ini oleh redaksi TopBusiness.
Nominal ini terbilang besar berdasarkan historikalnya, dan pembelian tersebar di beberapa saham penting untuk IHSG seperti, BMRI, BBNI, BBRI.
“Menariknya, investor asing mulai konsisten melakukan pembelian di IHSG setelah Morgan Stanley menurunkan peringkat saham-saham Indonesia menjadi underweight pada Juni lalu. Secara historikal apabila investor asing mulai mencatatkan inflow ke IHSG dengan nominal yang besar, maka itu merupakan indikasi terhadap tren kenaikannya.”
Terkait sentimen inflasi tahunan AS pada Agustus, pada Rabu pekan ini data yang dinantikan oleh pelaku pasar maupun The Fed pun akan rilis, di mana inflasi tahunan AS untuk bulan Agustus diperkirakan akan mengalami pertumbuhan sebesar 2,6% atau lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencatatkan inflasi sebesar 2,9%.
“Jika data yang keluar pada Rabu ini sesuai dengan konsensusnya maka ini berpotensi menjadi katalis positif bagi market karena capaian inflasi tahunan Agustus semakin mendekati target The Fed yang sebesar 2%. Namun, apabila inflasi yang terjadi untuk bulan Agustus ini terlampau lesu dan lunglai tak berdaya justru hal ini akan menambah kekhawatiran pelaku pasar terhadap perlambatan ekonomi AS.”
Terakhir, sentimen PPI bulanan AS (Agustus), di mana keesokan hari (Kamis), data inflasi AS juga akan rilis dari sisi produsen. PPI bulanan AS untuk Agustus diprediksi mencatatkan kenaikan di level 0,2% sekaligus lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,1%. Indikator ini juga menjadi indikator yang digunakan The Fed dalam pertimbangan keputusan suku bunga acuannya.
“Penilaian pelaku pasar terhadap data ini pun sama dengan inflasi tahunan dari sisi konsumen, di mana apabila data yang keluar pada Kamis nanti terlampau rendah maka akan memberikan kekhawatiran terhadap melemahnya kondisi ekonomi AS.”
Ia merekomendasikan 3 saham dan 1 Power Fund Series untuk trading pada minggu ini hingga Jumat, 13 September 2024.
- Buy on Breakout BBNI (Support 5.550, Resist 6.000). Emiten ini breakout resistance disertai dengan lonjakan volume, dow theory dimana volume mengonfirmasi trend/harga sahamnya. Aliran dana asing yang masuk ke BBNI selama sepekan kemarin juga berpotensi untuk membuat BBNI melanjutkan penguatannya.
- Buy PANI (Support 7.300, Resist 8.200) – Sentimen penurunan suku bunga yang mulai akan dilakukan The Fed di 18 September nanti dan memberikan sentimen positif bagi sektor properti. PANI mempertahankan uptrend sejak breakout resistance 6.300 dengan support terdekat berada di level 7.300 – 7.400.
- Buy on Pullback BREN (Support 10.300, Resist 11.300) – Aliran dana asing yang masuk di luar dari pada saham big banks, dimana investor asing mencatatkan inflow sebesar Rp247 miliar di saham BREN. Emiten ini konsisten membentuk higher high dan higher low dan berhasil mempertahankan level 10.700 sebagai area support yang merupakan support historikal dan fibonacci.
- Reksa Dana Premier ETF PEFINDO i-Grade (XIPI) – Reksa dana Power Fund Series (PFS) ini underlyingnya berisikan saham-saham big banks yang sesuai dengan aliran dana asing yang masuk ke IHSG terjadi di saham-saham big banks. Sentimen penurunan suku bunga yang dilakukan The Fed pada 18 September nanti menjadi katalis positif terhadap sektor keuangan.
