Jakarta, TopBusiness – Tak hanya di internal, sebagai BUMN yang core business-nya menangani bidang inspeksi dan audit, sertifikasi, konsultasi dan lainnya, PT Sucofindo (Persero) juga banyak berperan dalam mendorong implementasi Governance, Risk Management & Compliance (GRC) bagi perusahaan lain di Indonesia.
Di internal, perusahaan selalu mengutamakan tata kelola, risiko, dan kepatuhan untuk mencapai target keberlanjutan.
Komitmen dan peran besar dalam mendukung pelaksanaan GRC dan ESG, kembali menghantarkan Sucofindo yang tahun ini kembali terpilih menjadi salah satu finalis di ajang penjurian untuk penghargaan “TOP GRC Awards 2024”.
Presentasi dan wawancara penjurian disampaikan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Sucofindo, Ir. Evi Afiatin MSc. MAF. CPA bersama Nurbeta, Kepala Manajemen Risiko & Strategis, yang juga didampingi beberapa staf.
Di awal presentasi, kepada dewan juri TOP GRC Awards 2024, Direktur KMR Evi Afiatin menyampaikan sekilas profil perusahaan, visi, misi dan kinerja usaha perusahaan yang meningkat, antara lain berkat konsistensi dan komitmen kuat dalam implementasi GRC, ESG dan juga aspek pendukung, termasuk CSR dan program yang mendukung pencapaian SDGs.
Selama 2023, perusahaan bisa mencapai realisasi Rasio Operasi lebih baik dari tahun sebelumnya yang berdampak signifikan bagi peningkatan kinerja bisnis Perusahaan.
Dijelaskan, bahwa Sucofindo atau PT Superintending Company of Indonesia berdiri pada tanggal 22 Oktober 1956. Saat ini, perusahaan (Sucofindo) telah tergabung dalam Holding BUMN Jasa Survei atau IDSurvey.
Sebagai BUMN Pemastian, dalam banyak hal perusahaan banyak melakukan aspek pengawasan untuk kesesuaian atas seluruh kebijakan pemerintah. Di antaranya sesuai Undang-undang No. 20 Tahun 2014, Sucofindo sebagai lembaga independen, juga menjalankan amanat negara untuk mengawasi keamanan dan keselamatan masyarakat melalui pengawasan barang dan jasa.
Di tengah tantangan era disrupsi yang serba cepat saat ini, perusahaan juga sigap menyikapi dinamika, di antaranya dengan memperhatikan aspek kepatuhan hukum, tata Kelola, konteks sosial, lingkungan, untuk pencapaian kinerja optimal secara berkelanjutan. Apalagi di tengah dinamika lingkungan bisnis yang kian kompleks, di mana hal ini juga membawa risiko yang semakin berkembang. Sehingga penting bagi perusahaan memiliki kerangka kerja GRC yang kuat untuk mengelola risiko-risiko tersebut.
Selaras dengan hal itu, Sucofindo sebagai lembaga pemastian yang menyediakan jasa inspeksi, pengujian, sertifikasi, pelatihan, dan konsultasi, senantiasa juga mengedepankan pelaksanaan fungsi tata kelola (governance), manajemen risiko (risk), dan kepatuhan (compliance) sebagai bagian yang terpisahkan dalam menjalankan aktivitas usaha.
Perusahaan selalu berkomitmen dalam menerapkan prinsip dan fungsi GRC secara terencana, selaras dengan dinamika dan tantangan yang berkembang. Dalam hal ini, perusahaan juga memiliki kelengkapan dan infrastruktur dan sistem untuk mendukung pelaksanaan fungsi GRC ini.
“Sesuai komitmen Perusahaan, di internal kami senantiasa mengutamakan tata kelola, risiko, dan kepatuhan untuk diterapkan dalam seluruh proses bisnis untuk mencapai target keberlanjutan sesuai arahan pemegang saham yang tercantum pada Surat Kementerian BUMN S-683/MBU/10/2022,” terang Evi Afiatin dalam sesi presentasi dan wawancara penjurian TOP GRC Awards 2024 yang diselenggarakan Majalah TopBusiness secara daring, Senin (09/9/2024).
“Sebagai lembaga pemastian, Sucofindo berkomitmen menerapkan Sistem Manajemen Korporat dan menjadikan tata kelola, risiko, dan kepatuhan menjadi bagian tidak terpisahkan dari proses bisnis, pengambilan keputusan, dan budaya perusahaan untuk menjamin mutu dan keberlanjutan Perusahaan,” imbuhnya.
Dalam penerapan praktik keberlanjutan, PT Sucofindo dalam hal ini menerapkan prinsip ESG, GRC dan mendukung nilai-nilai SDG’S. Perusahaan menuangkan komitmennya dalam kebijakan sistem manajemen terintegrasi ESG-GRC.
Kebijakan ini berisi komitmen perusahaan dalam menerapkan Sistem Manajemen Korporat dan menjadikan tata kelola, risiko, dan kepatuhan untuk proses bisnis, pengambilan keputusan, dan budaya perusahaan untuk menjamin mutu dan keberlanjutan Perusahaan.
Dalam kaitan penerapan GRC maupun ESG, Sucofindo juga telah menjalankan dan menginisiasi banyak program. Di antaranya Implementasi dan Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan sesuai ISO/IEC 37001: 2016, Sistem Manajemen Keamanan Informasi ISO 27001: 2013, Resertifikasi Sistem Manajemen Mutu menjadi versi 2015, Sistem Manajemen Kelangsungan Usaha ISO 22301: 2014, Terbentuknya Sistem Manajemen Kepatuhan dan Komite Kepatuhan yang beranggotakan perwakilan unit kerja.
Perusahaan juga membangun sistem khusus untuk penerapan fungsi Whistle Blowing System (WBS) dengan: Revisi Pedoman WBS sesuai Pedoman KNKG dan pemenuhan ISO 37002, Penyempurnaan Tim WBS; dan Pembaruan saluran pelaporan pelanggaran.
Melakukan penyempurnaan Implementasi Keterbukaan Informasi Publik dengan penyempurnaan Website Sucofindo. Implementasi Aplikasi ERMS (Enterprise Risk Management System), serta Implementasi Aplikasi EAudit oleh Satuan Pengawasan Intern dan untuk Audit Internal Kesisteman (Conformity) yang terintegrasi dengan aplikasi ERMS.
Selain komitmen dan konsistensi di internal, PT Sucofindo (Persero) juga memiliki andil besar dalam mendorong adanya praktik bisnis yang baik sesuai prinsip GCG dan juga pelaksanaan GRC. Sucofindo juga concern dalam implementasi komitmen ESG melalui layanan Jasa Sucofindo.
Beberapa inisiasi program ke luar terkait layanan, di antaranya mendukung project dekarbonisasi PT. Pertamina di site Lahendong dan Muara Karang sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) untuk mendukung perdagangan karbon pertama di Bursa Karbon.
Sucofindo juga mendukung perusahaan di Indonesia dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan melalui jasa konsultasi AMDAL, Penilaian PROPER, serta mengadakan ajang inovasi lingkungan & sosial (ENSIA). Tahun 2023 lalu, perusahaan telah menganugerahkan 106 perusahaan berdasarkan kategori Gold, Silver, dan Platinum dan 3 local hero di tahun 2023. Selain itu, tercatat tahun 2023-2024 telah melakukan validasi dan verifikasi untuk 13 Perusahaan nasional/ internasional.
Sepanjang 2023, SUCOFINDO telah menerbitkan 3.058 sertifikat TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) kepada 1.002 Perusahaan. Perusahaan juga melakukan sertifikasi untuk SMAP (Sistem Manajemen Anti Penyuapan) berdasarkan SNI ISO 37001: 2016 kepada 96 perusahaan di tahun 2023-2024. Selain itu, juga masih banyak program lain dalam upaya mendorong pelaksanaan prinsip dan fungsi GRC ini.
Editor: Busthomi
