- PT BPR Anjuk Ladang (Perseroda) menegaskan komitmennya memperkuat fondasi bisnis, tata kelola, manajemen risiko, dan kualitas SDM guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Kinerja keuangan 2024–2025 tercatat solid sekaligus berkontribusi optimal terhadap PAD Kabupaten Nganjuk.
- Transformasi digital menjadi pilar utama melalui sistem Anjuk Integrasi dan layanan Stamba App, termasuk dukungan penyaluran gaji PPPK dan kerja sama co-branding ATM, untuk memperluas inklusi keuangan. Di sisi lain, perseroan juga konsisten memberdayakan UMKM dan mendukung pencapaian SDGs melalui berbagai program pembiayaan produktif, sanitasi, dan layanan sosial, sehingga kehadiran BPR Anjuk Ladang memberi dampak nyata bagi pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Jakarta, TopBusiness – PT BPR Anjuk Ladang Perseroda terus memperkuat fondasi bisnis dan tata kelola perusahaan guna mendorong akselerasi pertumbuhan yang berkelanjutan. Sejalan dengan tema TOP BUMD Awards 2026 “Inovasi BUMD Dalam Pembangunan Berkelanjutan”, BUMD milik Pemerintah Kabupaten Nganjuk ini menegaskan komitmennya sebagai lembaga keuangan mikro yang inklusif, inovatif, dan adaptif terhadap transformasi digital.
Direktur Utama PT BPR Anjuk Ladang Perseroda, Nur Khamdani (sering ditulis Nurkamdani), mengatakan penguatan fondasi perusahaan menjadi prioritas untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkesinambungan.
“Transformasi yang kami lakukan bukan hanya pada aspek digital, tetapi juga pada penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan kualitas SDM. Kami ingin memastikan setiap pertumbuhan yang dicapai tetap berada dalam koridor kehati-hatian dan keberlanjutan,” ujar Nur Khamdani dalam sesi wawancara Penjurian ajang TOP BUMD Awards 2026 di Jakarta, Jum’at (6/02/2026). Ajang ini menilai kinerja, inovasi, dan tata kelola badan usaha milik daerah (BUMD) dalam mendukung pembangunan daerah dan pelayanan publik.
Sebagai BUMD berbentuk perseroan daerah (Perseroda), Bank Anjuk Ladang mengusung visi menjadi lembaga keuangan mikro terbaik yang berkontribusi aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui layanan keuangan inklusif dan berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui penghimpunan dana masyarakat dalam bentuk tabungan dan deposito serta penyaluran kredit produktif, khususnya kepada pelaku UMKM.
Kinerja Keuangan Solid
Dari sisi kinerja, tingkat kesehatan bank pada 2024–2025 menunjukkan capaian positif. Rasio kecukupan modal (CAR) tercatat 301,23 persen dan Return on Assets (ROA) 3,28 persen. Sementara rasio efisiensi BOPO berada di angka 71,05 persen, dengan NPL Net sebesar 9,07 persen.
Menurut Nur Khamdani, capaian tersebut menjadi indikator bahwa strategi pertumbuhan berkelanjutan yang ditempuh perseroan berada pada jalur yang tepat.
“Permodalan kami sangat kuat. Ini menjadi ruang bagi kami untuk terus ekspansi secara selektif, terutama dalam pembiayaan produktif bagi UMKM dan sektor-sektor yang berdampak langsung pada ekonomi daerah,” katanya.

Selain itu, perseroan juga mencatatkan kontribusi optimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan orientasi usaha 100 persen laba, tanpa mengesampingkan fungsi pelayanan publik dan pemberdayaan ekonomi daerah.
Dukungan terhadap program pemerintah daerah diperkuat melalui Keputusan Bupati Nganjuk tentang penunjukan PT BPR Anjuk Ladang Perseroda sebagai bank penyalur gaji dan tunjangan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Nganjuk. Realisasinya, 100 persen atau 2.245 pegawai PPPK paruh waktu telah membuka rekening payroll, dan 96 persen dari 2.150 pegawai telah menginstal aplikasi Stamba App.
“Kami tidak hanya menjadi bank penyalur, tetapi juga mendorong inklusi keuangan melalui digitalisasi, sehingga para PPPK dapat mengakses layanan perbankan secara lebih mudah dan efisien,” ujar dia.
Transformasi Digital Terintegrasi
Transformasi digital menjadi salah satu pilar utama strategi bisnis. Sejak 2023, perusahaan mengimplementasikan sistem internal “Anjuk Integrasi” yang menghubungkan seluruh aplikasi operasional dan penunjang, dikembangkan oleh tim IT internal.
Untuk layanan eksternal, Bank Anjuk Ladang menghadirkan Stamba App (Sistem Transaksi Mobile Bank Anjuk Ladang) bekerja sama dengan PT Assist sebagai penyedia core banking. Hingga Januari 2026, jumlah pengguna Stamba App tercatat 2.193 pengguna aktif.
Nur Khamdani menegaskan, digitalisasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing BPR di tengah industri perbankan yang semakin berbasis teknologi.
“Kami ingin menghadirkan layanan digital yang setara dengan bank besar, namun tetap mengedepankan pendekatan personal khas BPR. Inilah kekuatan kami,” ujarnya.
Pada awal 2026, perseroan juga menjalin kerja sama co-branding ATM dengan Bank Permata untuk mendukung layanan bagi pegawai PPPK Kabupaten Nganjuk, yang terhubung dengan Stamba App dan jaringan ATM Bersama.
Pemberdayaan UMKM dan Komitmen SDGs
Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan diwujudkan melalui program FESPA (Free Exposure Service Program), Bank Anjuk Ladang Preneur, serta pemberian banner gratis bagi UMKM lokal.
Selain itu, melalui Kredit Angin untuk pembiayaan air bersih dan sanitasi aman bekerja sama dengan KPPSPAMS, perseroan mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
“Keberlanjutan bukan sekadar jargon. Kami ingin memastikan kehadiran BPR Anjuk Ladang benar-benar dirasakan masyarakat, baik melalui akses pembiayaan usaha maupun kebutuhan dasar seperti sanitasi,” kata Nur Khamdani.
Dengan fondasi permodalan yang kuat, inovasi digital terintegrasi, serta komitmen terhadap pemberdayaan ekonomi lokal, PT BPR Anjuk Ladang Perseroda optimistis dapat terus berkontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi Kabupaten Nganjuk secara berkelanjutan.
TOP BUMD Awards 2026, diselenggarakan majalah TopBusiness, mengusung tema “Inovasi BUMD dalam Pembangunan Berkelanjutan”, yang menekankan pentingnya peran BUMD tidak hanya dalam capaian kinerja, tetapi juga dalam menghadirkan inovasi yang berdampak jangka panjang bagi masyarakat.
Dalam sesi Penjurian, Direktur Utama PT BPR Anjuk Ladang Perseroda, Nur Khamdani membawakan presentasi bertajuk “Menguatkan Fondasi, Mendorong Akselerasi Berkelanjutan BPR Anjuk Ladang.”
Ia didampingi oleh: Nofika Diana Wati – PE. Operasional; Nur Aini Nafida – PE Kepatuhan; dan Putri Ari Sandi – SDM. Sementara itu, Dewan Juri yang hadir, yaitu: Ina Sawitri (Yayasan Pakem), Al Hadhy (Lembaga Kajian Nusantara Asta Cita), Aldrin Herwany (Perbanas Institute Jakarta), serta Teguh Imam Suyudi yang juga bertindak sebagai moderator dari Redaksi Majalah TopBusiness.
