TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pemerintah Baru Diminta Bentuk Badan Logistik Nasional

Nurdian Akhmad
22 October 2024 | 10:31
rubrik: Business Info, Ekonomi
Tarif Impor 1.147 Produk Dinaikkan Hingga 10 Persen

aktivitas ekspor dan impor barang di pelabuhan/foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Sektor logistik akan menjadi salah satu poin krusial dalam mencapai target ambisius pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yakni pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen. Dengan total perputaran uang yang berhasil menembus angka Rp 1.700 triliun pada tahun ini, sektor logistik nasional terus menunjukkan pertumbuhan pesat.

“Logistik adalah urat nadi ekonomi. Angka Rp 1.700 triliun ini menunjukkan bahwa sektor logistik memegang peranan besar dalam rantai pasok, distribusi, dan perdagangan, yang semuanya berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Akbar Djohan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/10/2024).

Angka fantastis itu, kata Akbar, mencerminkan peran strategis sektor logistik dalam menggerakkan perekonomian Indonesia, baik di tingkat domestik maupun internasional.  Perputaran uang sebesar itu tidak hanya mengindikasikan volume transaksi yang tinggi, tetapi juga memperlihatkan betapa vitalnya sektor ini dalam mendukung berbagai aktivitas industri.

“Agar potensi besar ini bisa dimaksimalkan, Indonesia perlu membangun infrastruktur logistik yang lebih terintegrasi. Sayangnya, potensi besar sektor logistik belum memberikan dampak besar bagi ekonomi nasional,” tutur dia.

Selama ini, kata dia, pelaku usaha dan pemangku kepentingan di sektor logistik masih tercerai berai. Hal ini menyebabkan biaya logistik Indonesia masih tinggi dan kalah dari negara-negara tetangga.

Untu menjadi negara maju, menurut Akbar, Indonesia harus mampu memiliki biaya logistik yang lebih kompetitif. Ia juga mengusulkan pembentukan Badan Logistik Nasional untuk mengintegrasikan seluruh ekosistem logistik nasional.

“Perlu ada sebuah institusi atau badan khusus yang menjadi leader dalam mengorkestrasi dan menjadi jembatan antarkepentingan seluruh pihak,” kata Akbar.

Tak lupa, Akbar Djohan menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Dia menilai kepemimpinan Prabowo menandai era baru yang akan menjadi momentum penting untuk mendorong peningkatan ekonomi dan daya saing Indonesia.

BACA JUGA:   28 Broker Efek Asing Kuasai Lebih 50% Pasar

“Kita lihat pidato Presiden Prabowo yang begitu semangat dan menggebu-gebu menunjukkan ada tekad kuat untuk membenahi berbagai persoalan yang selama ini terjadi,” ujar Akbar.

ALFI berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis bagi pemerintah. “ALFI siap berkolaborasi dengan Kabinet Merah Putih dalam mewujudkan visi besar pemerintahan Prabowo,” ucapnya.

Tags: ALFIAsosiasi Logistik dan Forwarder IndonesiaBadan Logistik Nasional
Previous Post

Sesuaikan dengan Kondisi Pasar, BEI Revisi Aturan Pencatatan EBA

Next Post

Ini Strategi Pengembangan Karyawan KSO TPK Koja untuk Keberlanjutan Bisnis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR