Jakarta, TopBusiness – Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah mengumumkan komposisi pembantunya untuk mengarungi pemerintahan periode 2024-2029, pada Senin (21/10/2024) lalu dalam Kabinet Merah-Putih.
Salah satu nama yang diangkat Prabowo adalah Silmy Karim, SE, ME, MBA yang dipercaya menjadi Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mendampingi Agus Andrianto sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Atas dipilihnya Silmy, MSI Group salah satu Perusahaan media yang menaungi empat media nasional yaitu TopBusiness, It Works, Madani, dan CoreNews, serta lembaga pendidikan dan pelatihan, MSI Institute mengucapkan doa agar Silmy dapat berhasil mengemban amanah barunya itu.
M. Lutfhi Handayani selalu CEO MSI Group menyatakan selamat atas terpilihnya Silmy Karim sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk periode 2024-2029 di pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Kami dari MSI Group mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Silmy Karim yang dipercaya menjabat posisi baru sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Semoga dengan diangkatnya Pak Silmy di posisi Wamen dan Pak Agus di posisi Menteri menjadi sinergi yang positif bagi kondisi sektor keimigrasian dan lembaga pemasyarakatan menjadi lebih baik lagi,” kata Lutfhi di Jakarta, Selasa (22/10/2024).
Silmy sendiri bukan orang baru di sektor imigrasi. Sebelumnya dia sebagai Direktorat Jenderal Imigrasi di Kementerian Hukum dan HAM sejak Januari 2023 melalui jalur non ASN. Kiprahnya lebih banyak malang-melintang di BUMN. Terakhir, sebagai Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) yang dipilih melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 6 September 2018.
Sejatinya, Silmy Karim dikenal sebagai seorang profesional muda yang berkecimpung dalam industri pertahanan. Selain di KRAS, dirinya pernah menjabat sebagai Direktur Utama di PT Pindad dan PT Brata.
Wamen kelahiran Tegal, 19 November 1974, ini pernah mengikuti pendidikan NATO School di Jerman, Harvard University, Naval Post Graduated School di Amerika Serikat, dan George C Marshall European Centre for Security Studies di Jerman.
Dalam pernyataan persnya, Silmy mengungkapkan, prioritas utamanya pasca-pelantikan adalah perbaikan di sektor imigrasi dan pemasyarakatan, termasuk masalah amnesti serta pembangunan lembaga pemasyarakatan (lapas) yang sesuai dengan standar internasional.
“Saya ditunjuk sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, dan ini terkait beberapa hal penting seperti amnesti dan pembangunan lapas yang sesuai dengan standar internasional. Dari sisi imigrasi, kita akan terus melakukan perbaikan terkait aturan, pelayanan, serta pengawasan orang asing,” tandas Silmy, Minggu (20/10/2024) malam.
Silmy sendiri merupakan lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Trisakti (1997), selanjutnya Magister Ekonomi Universitas Indonesia (2007) Georgetown University, GLS, Washington D.C., AS (2010). Serta George C. Marshall European Center for Security Studies, Program in Advance Security, Garmisch-Partenkirchen, Jerman (2012).
