TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Di Asean, Pasar Modal RI Hanya Mampu Kalahkan Thailand

Nurdian Akhmad
18 March 2014 | 17:52
rubrik: Business Info
Investor Pasar Modal dalam Suatu Seminar di Jakarta (Foto: Adhito/BusinessNews)
Investor Pasar Modal dalam Suatu Seminar di Jakarta (Foto: Adhito/BusinessNews)

Jakarta, businessnews.id — Jumlah nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia masih kalah jauh dibanding negara Asean lain seperti Malaysia dan Singapura. Dan hanya mampu mengalahkan kapitalisasi pasar modal Thailand.

Menurut Ketua Komisioner OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Muliaman D. Hadad, nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia per Januari 2014 baru mencapai USD 425 miliar, sedangkan kapitalisasi pasar modal Malaysia telah mencapai USD 482,6 miliar. “Hanya dengan Thailand kita unggul, Thailand masih USD 385 miliar.”

Ditambahkannya, nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia dibanding dengan GDP (gross domestic product) hanya 50 persennya; di Malaysia telah mencapai 3 tiga kalinya. Untuk meningkatkan kapitalisasi pasar modal, mutlak perlu adanya penambahan pelaku pasar modal baik dari emiten dan investor.

Ia membayangkan, saat ini terdapat 10.000 perusahaan Indonesia berukuran besar, ia berharap dari jumlah itu paling tidak 50 perusahaan itu dapat melakukan IPO (initial publik offering) saban tahunnya.

Padahal, tambahnya, pelaku para pelaku pasar modal telah diberikan insentif pajak penghasilan berupa pengenaan tarif hanya 5 persen. “Namun masih banyak pengusaha yang belum tahu hal ini,“ terangnya.

Sementara itu, Ketua umum Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) Suryo Bambang Sulisto mengatakan, masih perlu sosialisasi dan pemahaman akan kegunaan pasar modal bagi kalangan pengusaha. Namun ia pun mengharapkan ada insentif lebih dari sekadar pengurangan pajak penghasilan. (ZIZ)

 

 

BACA JUGA:   OJK Ungkap Tindak Pidana Perbankan BPR Multi Artha Mas
Previous Post

Tren Material Aluminium Tidak akan Punahkan Kayu

Next Post

KJA Hambat Pertumbuhan KAP

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR