JAKARTA— PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) telah melakukan penambahan modal melalui penawaran umum dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan menerbitkan 2,93 miliar saham baru pada Maret 2017.
Jumlah saham baru itu setara 51,81% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dengan Rp240 per saham , sehingga BINA meraup Rp 703,05 miliar. Dari aksi itu terjadi perubahan pemegang saham pengendali (PSP), sebab Oki Widjaja dan PT Philadel terra Lestari sebagai pemegang saham pengendali telah menyatakan tidak akan melaksanakan dan akan mengalihkan HMETD yang menjadi haknya dalam PUT II.
Oki Widjaja akan mengalihkan sebanyak 117,22 juta HMETD kepada Xtera Pte. Ltd dan PT Philadel Terra Lestari akan mengalihkan sebanyak masing-masing 292,94 juta HMETD kepada PT Equator Capital Partners dan PT Indolife Pensiontama.
Namum sayangnya hingga kini, regulator perbankan belum mengijinkan kedua investor tersebut menjadi PSP. Hal itu disampaikan Direktur Utama BINA, Edy Kuntardjo di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin(10/4/2017).
“Dana rigths issue belum dimasukan ke modal inti kami karena dana dari investor baru belum diijinkan OJK (Otoritas Jasa Keuangan ) perbankan,” kata Edy.
Dengan demikian, kata dia, saat ini PSP BINA tetap berada pada PT Philadel Terra Lestari dan Oky Widjaja.
Rencananya, dana hasil rights issue ini akan digunakan untuk meningkatkan modal inti sehingga menjadi Bank BUKU II. Dan memperkuat struktur permodalan perseroan dan meningkatkan daya saing melalui peningkatan pelayanan digital. (az)