TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pertamina Kembangkan Formula EOR Untuk Tingkatkan Produksi Migas Nasional

Achmad Adhito
10 April 2017 | 20:45
rubrik: Capital Market

Jakarta—PT Pertamina (Persero) telah berhasil mengembangkan teknologi aplikasi Enhanced  Oil Recovery (EOR) yang  dikelola oleh Pertamina  Upstream Technology Center (UTC).

Beberapa teknologi EOR yang telah dikembangkan saat ini di Pertamina antara lain; Pengujian Viskositas Lapangan Bantayan, Formulasi Surfaktan SLS untuk Lapangan Rantau, Pre Feasibility Study CO2 EOR Lapangan Sukowati dan Lapangan Tambun, Pre Feasibility Study Steamflood Lapangan Batang, Implementasi software EOR predictive modeling dan pengadaan Lab EOR Tahap 2.

Sebagaimana dijelaskan Senior Vice President Development Technology Pertamina, Amran Anwar, UTC juga aktif  bekerja sama dengan beragam lembaga penelitian dan perguruan tinggi nasional untuk terus mengembangkan teknologi eksplorasi dan produksi Migas dan Panas  Bumi. “Kerjasama dengan perguruan tinggi dan lembaga riset terus dilakukan untuk menghasilkan teknologi produksi yang efisien dan tepat guna, serta sesuai dengan kondisi geologi, topografi dan sosial di Indonesia,” tegas Amran, Senin, 10/4/2017 dalam siaran pers yang diterima Majalah BusinessNews Indonesia.

Tidak hanya teknologi eksplorasi, UTC  juga melakukan pengembangan dan pemanfaatan teknologi Hulu Migas lainnya di Pertamina antara lain; Aplikasi Passive Seismik (telah diterapkan di Lapangan Pertamina EP-Asset 2 &5) yang berguna untuk membantu mengidentifikasi Pool Hydrocarbon, Aplikasi Pintar  (telah dilakukan di Lapangan Pertamina Hulu Energi – Echo Field)  menggunakan remote control system via satelit untuk mengontrol parameter System Lift pada Offshore Platform serta aplikasi lain  yang sangat bermanfaat bagi peningkatan kinerja hulu migas.

Beberapa penelitian dalam teknologi  eksplorasi dan produksi Migas, menurut Amran Anwar antara lain;  pembuatan piranti lunak pemodelan cekungan, pengembangan perangkat lunak 4 D Microgravity, Riset terapan  studi kelayakan pemanfaatan bahan kimia untuk EOR dari limbah Kelapa Sawit. “Semua penelitian ini akan berkontribusi pada langkah Pertamina untuk mendukung peningkatan produksi Migas Nasional,” lanjut Amran.

BACA JUGA:   Ditopang Penjualan Gas, Pendapatan MTFN Terkerek 19%

Sebagaimana diketahui, dalam melakukan riset, ada beberapa temuan baru yang perlu diproses hak patennya untuk melindungi setiap karya inovasi/kreasi intelektual. Seperti halnya pada pengembangan metode penemuan Hydrocarbon : Thermal Anomaly Based on Conductivity (PERTABOCsy)  yang saat ini sedang dalam proses pendaftaran hak  paten. (Albarsah)

Previous Post

OJK Belum Ijinkan Dua Pemilik Baru Bank INA

Next Post

Tunjukkan Kinerja Operasi Positif di TW 1, PT Pertamina EP Optimis Tembus Target 2017

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR