Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (26/11) melemah 0,93%. Dan untuk perdagangan hari ini, kans ka zona hijau masih mungkin terjadi.
Kevin Juido Hutabarat, Senior Analyst Retail Research BNI Sekuritas mengatakan bahwamelihat pergerakkan IHSG kemarin, BNI Sekuritas memproyeksikan hari ini IHSG masih ada ruang rebound.
“Dengan kondisi seperti itu, diperkirakan level Resist IHSG akan berada di rentang 7265 dan 7303 dan level support IHSG diproyeksi di kisaran 7213 dan 7170,” sebut dia, dalam risetnya, Kamis (28/11/2024).
Wall Street Melemah Jelang Thanksgiving, Saham Nvidia dan Dell Turun. Indeks-indeks Wall Street melemah pada Rabu (27/11), menjelang libur Thanksgiving. Bahkan, saham Nvidia dan Dell turun.
S&P 500 turun 0,38% ke 5.998,74, Nasdaq Composite melemah 0,6% ke 19.060,48 dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,31% menjadi 44.722,06. Kinerja saham teknologi menjadi salah satu faktor utama penurunan pasar, Nvidia turun lebih dari 1%. Meta Platforms juga melemah 0,8%.
Tekanan lebih besar terjadi pada saham teknologi lainnya seperti Dell dan HP, masing-masing turun lebih dari 12% dan 11% setelah memberikan panduan pendapatan yang lemah. Pelemahan pasar juga bertepatan dengan rilis data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE).
Pada Oktober, PCE naik 0,2% MoM dan 2,3% YoY, sesuai dengan ekspektasi. Indeks inti (tidak termasuk makanan dan energi) meningkat 0,3% dibandingkan bulan lalu dan 2,8% YoY.
Perdagangan pada Rabu juga berlangsung dalam volume rendah, sekitar 20% di bawah rata-rata harian, karena pekan ini merupakan pekan pendek dengan libur Thanksgiving pada Kamis (28/11) dan penutupan lebih awal pada Jumat (29/11).
Bursa Saham Asia Beragam, Investor Cermati Data Ekonomi Australia hingga China. Bursa saham Asia-Pasifik bervariasi pada perdagangan Rabu (27/11), menyusul kenaikan pada wall street. Laba industri di China turun 10% pada Oktober dari tahun lalu, data menunjukkan pada Rabu kemari.
Selain itu, data inflasi dari Australia menunjukkan IHK bulanan naik 2,1% pada Oktober YoY, di bawah perkiraan sebesar 2,3%. Angka tersebut sesuai dengan kenaikan pada September, dan turun signifikan dari 5,6% pada periode sama tahun lalu.
Indeks Hang Seng Hong Kong meningkat 2,32%, CSI 300 China menguat 1,74%, ASX 200 Australia bertambah 0,56%. Sementara itu di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,8% dan Topix terpangkas 0,9%.
Sedangkan di Korea Selatan, Kospi turun 0,69% dan Kosdaq turun 0,17%. Sentimen lain, kinerja saham yang kuat terjadi setelah Presiden Terpilih AS Donald Trump yang menyerukan tarif 25% untuk produk dari Meksiko dan Kanada, serta pungutan tambahan 10% untuk barang-barang China.
Donald Trump mengatakan akan mengenakan tarif hingga 20% untuk impor, dan bea tambahan setidaknya 60% untuk produk dari China. (Source: Investor Daily, Bloomberg).
Trading Idea hari ini: KLBF, PSAB, MLPL, INDF, BRMS & FILM
–KLBF Spec Buy dengan area beli di 1480, cutloss jika break di bawah 1440. Jika tidak break di bawah 1440, potensi naik ke 1510-1550 short term.
–PSAB Spec Buy dengan area beli di 300, cutloss jika break di bawah 296. Jika tidak break di bawah 296, potensi naik ke 308-312 short term.
–MLPL Spec Buy dengan area beli di 131, cutloss jika break di bawah 126. Jika tidak break di bawah 126, potensi naik ke 134-140 short term
–INDF Spec Buy dengan area beli di 7600, cutloss jika break di bawah 7500. Jika tidak break di bawah 7500, potensi naik ke 7725-7800 short term.
–BRMS Spec Buy dengan area beli di 410, cutloss jika break di bawah 402. Jika tidak break di bawah 402, potensi naik ke 414-424 short term.
–FILM Spec Buy dengan area beli di 3680, cutloss jika break di bawah 3600. Jika tidak break di bawah 3600, potensi naik ke 3730-3800 short term.
