TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

10 Tahun Terakhir, Pasar Kondominium Menengah-Bawah Tumbuh Signifikan

Achmad Adhito
17 December 2024 | 14:24
rubrik: Business Info
Properti Positif, Tapi Mungkin Dilambatkan Politik

Apartemen di Jakarta (Foto: Adhito/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness—Menghadapi tantangan ekonomi dan mengingat kebutuhan rumah yang terus berkembang, pasar properti Jabodetabek, termasuk sektor kondominium, ritel, perumahan tapak, perkantoran, hotel, apartemen sewa, dan industrial, menunjukkan berbagai dinamika yang perlu diperhatikan dalam proyeksi 2025.

“Berdasarkan data terkini, sektor kondominium menengah-bawah, yang memiliki harga jual di bawah Rp 15.000.000/m2, telah mengalami pertumbuhan signifikan dalam sepuluh tahun terakhir,” kata Director of Strategic Consulting Cushman and Wakefield Indonesia, hari ini, dalam paparan riset terbaru via jaringan internet.

Di DKI Jakarta, harga per m2 untuk rusunami (rumah susun sederhana hak milik) berkisar antara Rp 10.965.878 hingga Rp 11.785.805, tergantung pada lokasi, sesuai dengan Keputusan Gubernur DKI Jakarta.

Meskipun pasar ini sempat terhambat oleh ketidakpastian ekonomi dan keterbatasan lahan sejak 2018, permintaan hunian berlanjut, yang tercermin dari peningkatan tingkat hunian pada unit subsidi (77%) dan non-subsidi (62,4%).

“Pengembangan properti juga mengikuti perkembangan infrastruktur transportasi, seperti stasiun KRL, LRT, dan akses tol, yang semakin meningkatkan daya tarik kawasan tersebut,” kata Arief.

Di sisi lain, program 1 juta hunian vertikal dinilai memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pasar properti, khususnya dalam meningkatkan akses kepemilikan apartemen dengan harga terjangkau di perkotaan.

“Pemanfaatan lahan pemerintah dalam program ini membantu menekan biaya pembangunan, sehingga harga apartemen menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat,” Arief menjelaskan lagi.

Selain itu, lokasi yang dipilih untuk pengembangan apartemen di perkotaan mendukung kemudahan mobilitas, mengurangi pergerakan kendaraan pribadi, dan mendorong penggunaan transportasi publik, yang pada gilirannya dapat mengurangi kemacetan dan polusi udara.

Program ini juga berperan dalam mendorong perkembangan pusat komersial baru. “Sekaligus meningkatkan kenyamanan hidup bagi pekerja usia produktif yang semakin membutuhkan hunian yang terjangkau dan strategis di pusat kegiatan ekonomi,” papar Arief.

BACA JUGA:   Dibuka Negatif, Analis Proyeksi Rupiah Tetap Terapresiasi
Tags: arief rahardjocushman and wakefieldkondominium jakartapasar kondominiumrusunami
Previous Post

BP Tapera Salurkan FLPP Rp 24,5 Trilun untuk 199.649 Unit Rumah

Next Post

29 Perusahaan Grup Summarecon Terima Tambahan Modal, Ada yang Triliunan Rp

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR