TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kans IHSG Teknikal Rebound Terbatas, Ketahui ‘Sell’ dan ‘Buy’ di Saham-saham Ini

Busthomi
14 January 2025 | 08:55
rubrik: Capital Market
IHSG Berseberangan dengan Dow Jones

Ilustrasi rekomendasi saham hari ini. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin ditutup turun 1.02%, disertai dengan net sell asing Rp408 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, ASII, GOTO, ITMG, dan ANTM.

Menurut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sukeritas, IHSG hari ini akan berpotensi teknikal rebound terbatas di tengah menanti data inflasi US dan BI rate di minggu ini. 

“Dengan level support IHSG diperkirakan di rentang 6970-7000 dan level resist IHSG diproyeksi di kisaran 7040-7065,” ungkap dia dalam risetnya, Selasa (14/1/2024).

Global Overnight Review

Wall Street Mayoritas Naik, namun Nasdaq Turun. Indeks-indeks Wall Street mayoritas naik pada Senin (13/1). Dow Jones Industrial Average meningkat 0,86% ke level 42.297,12, S&P 500 naik 0,16% menjadi 5.836,22, sedangkan Nasdaq turun 0,38% ke 19.088,10.

Saham-saham pemimpin pasar bullish seperti Palantir dan Nvidia mencatat penurunan masing-masing lebih dari 3% dan hampir 2%. Saham teknologi lainnya seperti Apple dan Micron juga turut melemah.

Di tengah pelemahan sektor teknologi, sektor energi mencatat performa lebih baik dengan kenaikan lebih dari 2% didorong peningkatan harga minyak. Sektor kesehatan dan material juga menguat.

Sementara itu, kenaikan imbal hasil obligasi AS menjadi salah satu faktor utama di balik aksi jual pada saham berbasis pertumbuhan. Imbal hasil obligasi AS 10 tahun pada Senin mencapai level tertinggi sejak November 2023, sebesar 4,79%.

Beberapa bank besar seperti Citigroup, Goldman Sachs, dan JPMorgan Chase dijadwalkan merilis laporan keuangan pada Rabu (15/1), sementara Morgan Stanley dan Bank of America akan melaporkan pada Kamis (16/1).

Selain itu, laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk Desember pada Rabu. Sebelumnya, investor akan mencermati laporan Indeks Harga Produsen (PPI) yang akan dirilis Selasa (14/1).

BACA JUGA:   Di Pembukaan Perdagangan Selasa, IHSG Betah di Zona Hijau

Ada Kabar Buruk dari AS, Bursa Asia Melemah. Pasar saham kawasan Asia-Pasifik melemah setelah laporan pekerjaan AS yang dirilis Jumat (10/1).

Indeks ASX 200 Australia turun 1,23%, Hang Seng Hong Kong turun 1,00%. Pasar Jepang sedang tutup karena hari libur nasional. Di Korea Selatan, Kospi turun 1,04% dan Kosdaq melemah 1,35%.

China dijadwalkan merilis data perdagangan bulan Des-24 pada Senin (13/1), sedangkan India diperkirakan akan melaporkan angka inflasi.

Investor di Asia juga akan terus memantau imbal hasil obligasi pemerintah Tiongkok setelah BoC menghentikan pembelian obligasi pemerintah pada Jumat lalu. Indeks CSI 300 China turun 0,27% dan Shanghai Composite turun 0,25%.

Pekan ini, Bank of Korea dijadwalkan mengadakan pertemuan, sementara Australia akan merilis data tingkat pengangguran untuk bulan Des-14 pada Kamis (16/1).

China akan mengumumkan data PDB kuartal IV-24 pada Jumat (17/1), dan data penjualan ritel dan produksi industri. (Source: Investor Daily, Bloomberg)

Trading Idea hari ini: BMRI, PTRO, BRMS, MAPA, ERAA, dan RAJA

–BMRI Sell on High dengan area jual di 5575-5625. Jika belum break di atas 5625, masih akan coba koreksi ke area 5375-5450.

–PTRO Spec Buy dengan area beli di 3440-3500, cutloss jika break di bawah 3400. Jika tidak break di bawah 3440, potensi naik ke 3560-3600 short term.

–BRMS Spec Buy dengan area beli di 408, cutloss jika break di bawah 404. Jika tidak break di bawah 408, potensi naik ke 414-418 short term.

–MAPA Buy on Weakness dengan area beli di 990, cutloss jika break di bawah 970. Jika tidak break di bawah 970, potensi naik ke 1020-1060 short term.

BACA JUGA:   Peningkatan Harga Kumulatif, ARGO Disuspensi

–ERAA Spec Buy dengan area beli di 370, cutloss jika break di bawah 360. Jika tidak break di bawah 360, potensi naik ke 380-388 short term.

–RAJA Spec Buy dengan area beli di 3160, cutloss jika break di bawah 3100. Jika tidak break di bawah 3100, potensi naik ke 3220-3300 short term.

Tags: ihsgsaham bmrisaham hari inisaham ihsgsaham raja
Previous Post

Saham Hari Ini: 4 Saham ‘Buy’ dan 2 Saham ‘Sell’

Next Post

BEI Hentikan Sementara Perdagangan KARW

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR