Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup turun 0.86%, disertai dengan net sell asing ~729 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BBRI, BMRI, BBNI dan TLKM.
Menurut Fanny Suherman, CFP, Head of Retail Research BNI Sekuritas, IHSG hari ini berpotensi teknikal rebound terbatas ditengah menanti data inflasi US dan BI rate di minggu ini.
“Dengan kondis itu, maka level Support IHSG diproyeksi di kisaran 6900-6930 dan level Resist IHSG diperkirakan di rentang 7000-7010,” tandas dia dalam risetnya, Rabu (15/1/2025).
Global Overnight Review
Wall Street Mayoritas Naik, Terdorong Data Inflasi AS. Indeks-indeks Wall Street mayoritas naik pada Selasa (14/1), setelah rilis laporan data inflasi AS.
Dow Jones Industrial Average naik 0,52% ke level 42.518,28; S&P 500 naik 0,11% ke level 5.842,91. Sedangkan Nasdaq Composite turun 0,23% menjadi 19.044,39.
Saham-saham teknologi seperti Nvidia dan Meta Platforms masing-masing turun 1,1% dan 2,3%. Namun, sektor utilitas, keuangan, dan material mencatat kenaikan lebih dari 1%. Sementara itu, indeks harga produsen (PPI) hanya naik 0,2% pada Desember, lebih rendah dari estimasi sebesar 0,4%.
Sedangkan, Core PP, yang tidak memasukkan makanan dan energi, stagnan atau tidak mengalami kenaikan. Selain itu, investor menantikan laporan indeks harga konsumen (CPI) yang akan dirilis pada Rabu (15/1).
Di sisi lain, perusahaan perbankan besar seperti JPMorgan Chase, Citigroup, Goldman Sachs, dan Wells Fargo dijadwalkan merilis laporan keuangan pada Rabu (15/1), sementara Morgan Stanley dan Bank of America pada Kamis (16/1).
Menanti Rilis Inflasi AS, Pasar Asia Beragam. Bursa saham kawasan Asia-Pasifik beragam dengan mayoritas menguat pada Selasa (14/1), bersamaan dengan perdagangan Wall Street.
Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,48%, Nikkei 225 Jepang turun 1,83%, Topix melemah 1,16%, Kospi Korea Selatan naik 0,31%, Hang Seng (HSI) Hong Kong naik 1,83%, Taiex Taiwan naik 1,37% dan CSI 300 China meningkat 2,63%.
Para investor juga akan terus memantau nilai tukar rupee India setelah mata uang tersebut melemah ke rekor terendah terhadap US$.
Pada Senin (13/1), India melaporkan data inflasi untuk Des-24 yang turun selama dua bulan berturut-turut YoY, mencapai 5,22% (sedikit di bawah ekspektasi).
Sementara Thailand dijadwalkan untuk merilis indeks kepercayaan konsumen pada periode Des-24. Pelaku pasar juga menantikan AS yang akan mengumumkan tingkat inflasi pada Des-24, Selasa waktu AS. (Source: Investor Daily, Bloomberg)
Trading Idea hari ini: BBRI, ICBP, PANI, BBCA, ASII, dan JPFA
–BBRI Buy on Weakness dengan area beli di 3750-3800, cutloss jika break di bawah 3750. Jika tidak break di bawah 3750, potensi naik ke 3850-3900 short term.
–ICBP Spec Buy dengan area beli di 10750, cutloss jika break di bawah 10650. Jika tidak break di bawah 10650, potensi naik ke 10850-10975 short term.
–PANI Spec Buy dengan area beli di 16300, cutloss jika break di bawah 16100. Jika tidak break di bawah 16300, potensi naik ke 16750-17200 short term.
–BBCA Spec Buy dengan area beli di 9525, cutloss jika break di bawah 9500. Jika tidak break di bawah 9500, potensi naik ke 9650-9775 short term.
–ASII Spec Buy dengan area beli di 4725, cutloss jika break di bawah 4700. Jika tidak break di bawah 4700, potensi naik ke 4800-4850 short term.
–JPFA Spec Buy dengan area beli di 1860, cutloss jika break di bawah 1850. Jika tidak break di bawah 1850, potensi naik ke 1880-1900 short term.
