Jakarta, TopBusiness – Tidak bisa dipungkiri pemanfaatan teknologi digital menjadi hal tak bisa dielakkan di beberapa sektor usaha, termasuk di sektor perbankan. Memahami hal itu, Perumda BPR Bank Pasar Kota Semarang (BPR Bapas Semarang) pun mengangkat tema ‘Strategi Digitalisasi, untuk Meraih Prestasi’ dalam paparannya di sesi penjurian TOP BUMD Awards 2022.
BPR Bapas Semarang diketahui memiliki visi Menjadi Bank yang Terpercaya dan Tumbuh Bersama Nasabah.
“Dalam hal ini kita ingin menjadi salah satu bank yang dipercaya sebagai rujukan masyarakat Semarang, khususnya dalam pemenuhan produk-produk perbankan,” kata Agus Puji Kusumanto, Direktur Utama BPR Bapas Semarang dalam paparannya di hadapan dewan juri, Selasa (5/4/2022) lalu.
Kemudian untuk misinya antara lain
- Meningkatkan operasional BPR yang sehat berdasarkan pada prinsip kehati-hatian
- Meningkatkan kinerja secara berkesinambungan berbasis kompetensi pegawai dan kualitas layanan
- Aktif berkontribusi pada pembiayaan UMKM
- Meningkatkan kesejahteraan stake holder
- Meningkatkan setoran Deviden/PAD
“Alhamdulillah tiga tahun terakhir ini di era pandemi, kami masih bisa menembus target 100% lebih (di atas target yang diberikan oleh pemerintah kota terhadap kami terkait dengan PAD,” ungkap Agus.
Memiliki proporsi usaha 60% laba dan 40% layanan publik atau sosial, secara umum dari sisi tingkat kesehatan bank, dari beberapa rasio yang diungkap BPR Bapas Semarang berada pada predikat sehat.
” Tingkat Kesehatan Bank Desember 2021 dari parameter permodalan di sini ada CAR, rasio kita 67,74, standar OJK adalah lebih besar dari 12, predikat sehat. Kemudian KAP kita, rasio 6,21, standar OJK lebih kecil dari 10,35, status kita sehat, predikat kita sehat. Kemudian untuk PPAP 100% dengan predikat sehat. Rentabilitas di sini ada ROA, rasionya 4,06%, standar OJK-nya adalah lebih besar dari 1,215, predikat kita sehat. Kemudian BOPO kita juga rasionya 72,30, standar OJK lebih kecil dari 93,25, predikat kami sehat. Luquiditas kita di sini ada LDR dengan 7,91, standar OJK-nya adalah lebih kecil dari 94,75, predikat kami sehat. Dan Cash Ratio kami adalah 14,47%, standar OJK lebih besar dari 4,05%, predikat kami sehat,” jelas Agus.
Berbanding lurus dengan itu, berdasarkan laporan kinerja tahun 2021, BPR Bapas Semarang juga memperoleh tren positif pada beberapa parameter yang ditampilkan. Misalnya, untuk asset yang ditargetkan sekitar Rp75,2 miliaran, berhasil direalisasi menjadi Rp77,8 miliar dengan presentase pencapaian 103%. Lalu Dana Pihak Ketiga, ditargetkan sekitar Rp48,5 miliar menjadi Rp53,9 miliar (111,3%); kemudian kredit Rp58,5 miliar, realisasinya Rp58,6 miliar; pendapatan Rp12,7 miliar, realisasi Rp10,8 miliar; biaya ditargetkan Rp9,4 miliar, realisasi Rp7,6 miliar; Laba/Rugi Bersih ditargetkan Rp2,5 miliar, realisasi Rp2,6 miliar; dan PAD (55%) ditargetkan RP 1,42 miliar, realisasi Rp1,43 miliar.
Inovasi
Dari sisi terobosan atau inovasi yang dilakukan, sesuai dengan judul presentasi yang dibawakan bahwasanya BPR Bapas Semarang telah memanfaatkan teknologi digital. Seperti dikembangkannya aplikasi bernama SiNori yang ditujukan untuk maksimalisasi pelayanan dalam hal kecepatan dan transparansi.
“Jadi kami di era pandemi kemarin membikin aplikasi SiNori yang tujuannya tentu saja untuk mempermudah nasabah pada saat proses pengajuan kredit, tabungan, dan deposito dengan kondisi mereka cukup online, tidak perlu datang ke kantor, dan kami akan proses itu dengan cepat sehingga nasabah pun bisa mamantau terkait dengan proses pengajuan kredit, tabungan, atau deposito yang mereka ajukan pada kami,” jelasnya.
Selain mengembangkan aplikasi, masih dalam rangka memudahkan nasabah, BPR Bapas Semarang juga melakukan kerjasama dengan bank umum dalam pemanfaatan teknologi khususnya Virtual Account untuk transaksi nasabah.
“Di sini kami bekerja sama dengan BRI dalam hal ini BriVa, dan ini tujuannya ini tentu saja untuk mempermudah nasabah-nasabah kami karena kami kebetulan adalah BPR yang ada di kota Semarang, tetapi nasabah kami tidak hanya ada di perkotaan, tetapi ada di desa-desa juga yang otomatis dengan kondisi kita memanfaatkan link yang ada di BRI, terkait unit-unit mereka yang ada di pedesaan ini bisa memperlancar, (serta) bisa mempermudah nasabah kami untuk transaksi dengan tidak perlu datang ke kantor kami,” lanjut Agus.
Tidak berhenti sampai di situ, BPR Bapas Semarang masih memiliki terobosan lainnya seperti Inovasi layanan Payment Point; Inovasi produk kredit sertifikasi guru, Kredit super mikro/Supermi; Pengembangan layanan dengan pembukaan 2 kantor kas (total 4 Kantor kas).
“Jadi Alhamdulillah dulu kami masuk belum ada kantor kas, baru ada kantor pusat, Alhamdulillah pengembangan selama tiga tahun ini kita bisa mengembangkan atau membuka empat kantor kas,” papar Agus.
Kontribusi
Sebagaimana dipaparkan Agus, BPR Bapas Semarang memiliki sejumlah kontribusi bagi Pemerintah Daerah antara lain
- Aktif berkontribusi pada APBD melalui setoran Deviden/ PAD
- Aktif menyalurkan Dana Bergulir dari Pemkot untuk UMKM di Kota Semarang
- Penyaluran CSR /PKBL untuk membantu masyarakat (bencana, operasi pasar, umkm)
- Mengurangi peran rentenir khususnya di pasar tradisional dengan program kredit pasar “Supermi”
Sementara kaitannya dengan kontribusi terhadap visi Presiden 2019 – 2024, seperti dipaparkan BPR Bapas Semarang memiliki kontiribusi pada sektor:
Pembangunan Infrastuktur melalui pembiayaan terhadap mitra pemerintah selaku kontraktor pembangunan fisik.
Pembangunan SDM, melalui:
- Kegiatan literasi, edukasi dan sosialisasi produk keuangan kepada pelajar dan umkm dalam rangka mendukung inklusi keuangan
- Bekerja sama dengan LPM USM dalam pelatihan UMKM
Peningkatan investasi dengan berperan aktif dalam kegiatan pengembangan UMKM khususnya mengajak partisipasi aktif dalam pameran produk UMKM (Semarang Micro Finance).
Penulis: Fauzi
