Jakarta, TopBusiness – PT BPR Syariah Way Kanan (Perseroda) sukses wujudkan visi perusahaan. Visi tersebut adalah “Menjadi Bank Perekonomian Syariah Daerah Way Kanan yang Tumbuh dan Berkembang secara Berkelanjutan, Sehat dan Amanah”.
Hal ini dapat dilihat dari salah satunya, dengan dicatatkannya kinerja yang positif secara tahunan atau year on year (YoY). Berdasarkan materi yang dipaparkan, untuk total aset misalnya, tahun 2023 sebesar Rp108.491.343.528 dan pada tahun 2024 naik menjadi Rp119.205.295.910, atau naik sebesar 109.88%.
Pembiayaan tahun 2023 sebesar Rp66.288.190.722 dan pada tahun 2024 naik menjadi Rp77.162.934.000 atau naik sebesar 128.59%. Dana Pihak Ketiga tahun 2023 sebesar Rp67.773.522.425 dan pada tahun 2024 naik menjadi Rp69.523.189.000 atau naik sebesar 100.50%.
Pendapatan Operasional tahun 2023 sebesar Rp16.740.421.715 dan pada tahun 2024 naik menjadi Rp18.348.304.495 atau naik sebesar 109.60%. Laba Setelah Pajak tahun 2023 sebesar Rp3.160.627.348 dan pada tahun 2024 naik menjadi Rp4.297.716.744 atau naik sebesar 135.98%.
Selain itu, Bank Syariah Way Kanan mencatatkan Scoring GCG dengan nilai Komposit 2.2 atau memiliki Predikat Komposit Baik. Bank Syariah Way Kanan juga merupakan BPRS satu-satunya yang berada di Provinsi Lampung yang menjadi Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU), sesuai dengan Surat Keputusan Kementerian Agama dan Lembaga Wakaf Indonesia. Dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan dan Pemerintah Daerah pula, pada tahun 2024 telah terkumpul dan tersalurkan Wakaf Sumur.
Hal ini disampaikan Direktur Utama PT. BPR Syariah Way Kanan, Suryanti S.E, M.M dalam wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2025, Rabu (15/1/2025).
Menurut Suryanti, semua raihan kinerja tersebut tidak lepas dari keberhasilan 2 hal yang telah dilaksanakan perusahaan selama tahun 2024, yaitu menghadirkan inovasi baru dan menyelaraskan Sistem Manajemen SDM dengan Strategi Bisnis.
“Ada dua terobosan yang dilakukan perusahaan selama tahun 2024. Pertama menghadirkan inovasi baru terkait produk pembiayaan dan menyelaraskan Sistem Manajemen SDM dengan Strategi Bisnis. Dua terobosan ini mampu meningkatkan kinerja serta nilai GCG yang torehkan Perusahaan,” kata Suryanti.
Terkait inovasi yang dilakukan, Bank Syariah Way Kanan pada tahun 2024 menghadirkan produk pembiayaan baru RAHN (Gadai). Inovasi ini dicatat berhasil meningkat Outstanding Pembiayaan, meningkatkan Laba dan memperkenalkan Bank Syariah Way Kanan dengan pembiayaan sindikasi yang dilakukan di luar Provinsi Lampung.
Di samping itu, inovasi ini membuat Nasabah dengan mudah memilih pembiayaan sesuai dengan keinginan. Seperti misalnya, pembiayaan Gadai. Saat ini di Kabupaten Way Kanan belum terdapat Gadai Syariah, dengan adanya pembiayaan Gadai dengan akad Syariah yang ada di Bank Syariah Way Kanan dapat memenuhi kebutuhan nasabah yang paham dengan prinsip syariah.
Sementara itu terkait menyelaraskan Sistem Manajemen SDM dengan Strategi Bisnis yang dilakukan perusahaan adalah dengan memaksimalkan sistem manajemen SDM pada tahun 2024, dengan menggunakan Key Performing Indikator (KPI) yang telah dilaksanakan pada tahun 2020.
Memahami bahwa SDM merupakan faktor yang sangat penting dalam kemajuan perusahaan, maka manajemen memberikan Reward kepada karyawan sebagai respons atas pencapaian atau perilaku sesuai ketentuan perusahaan dan Punishment sebagai sebagai respons atas perilaku yang tidak sesuai atau pelanggaran aturan yang dinilai dari KPI SDM.
Cara ini terbukti efektif dengan melihat kinerja perusahaan pada tahun 2024. Di mana pada Rencana Bisnis Target Outstanding Pembiayaan sebesar Rp77.162.934.000 dan dapat direalisasikan pada 31 Desember 2024 sebesar Rp85.242.122.725. Selain itu, Laba sebelum pajak yang ditargetkan sebesar Rp3.924.357.000 dan pada 31 Desember 2024, direalisasikan sebesar Rp4.542.121.523.
Menurut Suryanti kembali, performa kinerja perusahaan yang ditorehkan juga tidak lepas dari keberhasilan perusahaan dalam meningkatkan kompetensi SDM.
Sesuai dengan ketentuan Regulasi, Bank Syariah Way Kanan mengutamakan Peningkatan Kompetensi SDM, Direksi dan Komisaris/Pengawas yang telah masuk dalam Rencana Bisnis Bank (RBB). Pada tahun 2024 Bank Syariah Way Kanan mengikuti pelatihan Sertifikasi Management Risiko, Dasar-dasar Perbankan Syariah, Leadership, serta pelatihan terhadap aturan dan kebijakan baru yang akan diimplementasikan perusahaan.
“Keberhasilan peningkatan kompetensi SDM, Direksi dan Komisaris/Pengawas juga berandil besar dalam meningkatnya performa kinerja Perusahaan,” pungkas Suryanti.
Editor: Busthomi
