Jakarta, TopBusiness—Pada periode Januari-November 2024, total perdagangan Indonesia dengan Malaysia di USD 21,1 miliar. Ekspor Indonesia ke Malaysia sebesar USD 10,9 miliar dan impor Indonesia dari Malaysia USD 10,1 miliar. “Surplus perdagangan Indonesia sebesar USD 800.000 terhadap Malaysia,” kata Menteri Perdagangan RI (Mendag), Budi Santoso, dalam keterangan resmi untuk wartawan, kemarin.
Pada 2023, Malaysia adalah tujuan ekspor keenam dan sumber impor kelima bagi Indonesia. Total perdagangan kedua negara mencapai USD 23,2 miliar. Ekspor Indonesia ke Malaysia USD 12,5 miliar, sementara impor Indonesia dari Malaysia USD 10,8 miliar. Indonesia mencatatkan surplus terhadap Malaysia sebesar USD 1,7 miliar.
Menteri tersebut pun mengatakan bahwa pertumbuhan nilai perdagangan dua negara tersebut dalam lima tahun terakhir (2019-2023) mencapai 13,8 persen. Untuk 2023, komoditas ekspor nonmigas utama Indonesia ke Malaysia, antara lain, bahan bakar mineral, lemak dan minyak nabati maupun hewani, kendaraan, besi dan baja, serta tembaga.
Di sisi lain, komoditas impor nonmigas utama Indonesia dari Malaysia, antara lain, reaktor nuklir, ketel, mesin dan peralatan mekanis; plastik; mesin dan perlengkapan elektronik; bahan kimia organik; serta besi dan baja.
Selanjutnya, Menteri Budi Santoso mengatakan bahwa Indonesia dan Malaysia sama-sama memandang penting peran Komite Gabungan Bidang Perdagangan dan Investasi (Joint Trade and Investment Committee/JTIC) Indonesia-Malaysia, dalam peningkatan hubungan dagang.
Komite gabungan menjadi salah satu instrumen untuk mengeksplorasi berbagai peluang dagang dan investasi Indonesia dan Malaysia. Untuk mendukung hal tersebut, Indonesia siap menjadi tuan rumah pertemuan keempat JTIC di 2025. Hal tersebut disampaikan Menteri Budi Santoso dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Tengku Datuk Seri Utama Zafrul Bin Tengku Abdul Aziz (26/1/2025).
“Indonesia dan Malaysia memandang penting peran JTIC Indonesia-Malaysia sebagai forum bilateral untuk membahas isu perdagangan dan investasi. Kami juga menyampaikan kepada Menteri Zafrul bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah pelaksanaan JTIC ke-4,” kata Menteri Budi Santoso pula.
