Jakarta, TopBusiness – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur kembali terpilih menjadi nominator penerima penghargaan TOP BUMD Awards 2025. Untuk itu, RSUD Bangil ini baru saja melaksanakan proses penjurian untuk mendapatkan penilaian dari dewan juri.
Proses penjurian yang digelar secara daring pada Jumat (24/1/2025) itu dari RSUD dihadiri langsung oleh Direktur RSUD Bangil, dr. Arma Roosalina, M.Kes. dan didampingi oleh Wakil Direktur Pelayanan, dr. Azis Abdullah; Kepala Bidang Pelayanan Keperawatan, Kurniatin Rosidah, S.Kep.Ns; Kepala Bidang Pelayanan Medik, dr. Dian Arie Setyawati; dan Kepala Ruangan Mawar, Erly Mutiarawati S., S. Keb. Bd.
Dari penjurian itu, terungkap keberhasilan RSUD Bangil yang selama tahun 2024 sudah mencatatkan banyak prestasi. Baik dari sisi kinerja keuangan, layanan RSUD yang terus meningkat, maupun jumlah kunjungan yang juga meninggi. Hal ini bisa terjadi lantaran ditopang oleh bagusnya proses digitalisasi di RSUD dan juga ada tata kelola RSUD Bangil yang juga terus meningkat.
“Kiprah RSUD Bangil ini sudah sesuai dengan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kabupaten Pasuruan 2024-2026. Dengan ini sesuai dengan tujuan Mewujudkan Derajat Kesehatan Masyarakat yang Optimal dan Meningkatnya Kesejahteraan dan Kualitas Hidup Masyarakat. Dengan indikator meningkatnya Indeks Kesehatan dan Meningkatkan Kualitas Pembangunan Manusia,” tutur dr. Arma mengawali presentasinya itu.
Sehingga, untuk menciptakan tujuan dan indikator keberhasilan itu, RSUD Bangil sudah memiliki beberapa keberhasilan seperti, dalam hal Indeks Kepuasan Masyarakat yang meningkat, adanya Standar Pelayanan Minimal (SPM) Rumah Sakit, Pemanfaatan Rumah Sakit yang terus meningkat, Akreditasi Rumah Sakit yang juga naik, Mutu & Manajemen Risiko yang terjaga, dan tingkat Kematian Ibu yang menurun.
Untuk diketahui, RSUD Bangil merupakan tipe RS Rujukan Kelas B, dengan Akreditasi Paripurna, Jejaring KJSU-KIA, memiliki 26 Instalasi 38 Klinik Rajal, 390 TT (tempat tidur), dan 1.265 SDM. Untuk 390 TT itu terbagi dalam, Kelas III ada 135 TT, Kelas II ada 34 TT, Kelas I ada 66 TT, kelas Kelas VIP ada 24 TT, Kelas VVIP ada 3 TT, Ruang Isolasi terdapat 42 TT, dan intensif terdapat 80 TT.
Dengan Layanan Unggulannya adalah, MRI, BOPIC, ESWL, CT Scan, Hemodialisa, Layanan Aplikasi SI RADIT, Rehabilitasi Medik, Katerisasi Jantung (CATHLAB), Kemoterapi, Layanan Komplementer, dan layanan lainnya.
RSUD Bangil ini berstatus sebagai BLUD dengan proporsi Orientasi Usaha sebesar 20% mengincar Laba dan sebesar 80% menyelenggarakan layanan publik atau sosial. Pada event TOP BUMD Awards 2024 lalu, mereka menerima penghargaan Bintang 4.
Sepertinya, dengan kinerja yang terus meningkat ini, bukan tak mungkin level penghargaan lebih tinggi bisa didapat. Kata dia, kinerja positif selama 2024 itu dapat terlihat dari aspek kunjungan masyarakat ke RSUD ini.
“Iya selama tahun 2024 lalu, tren kunjungan terus meningkat dalam tiga tahun ini. Baik untuk rawat jalan, rawat inap, maupun yang IGD,” kata dia.
Untuk rawat jalan, misalnya, kata dia, di tahun 2022 sebanyak 108.032, lalu menjadi 146.258 (2023), dan meningkat lagi jadi 183.599 di 2024. Sedang untuk rawat inap dari 22.047 di 2022, naik menjadi 30.898 (2023), dan menjadi 37.209 di 2024 lalu. Untuk IGD dari 19.538 (2022), menjadi 24.329 (2023) dan tahun lalu meningkat lagi menjadi 27.879.
Tingkat kunjungan yang meningkat juga berdampak langsung terhadap kinerja keuangan. Dan ini terbukti dari pendapatan yang diraihnya. Untuk pendapatan tahun 2024 tercatat sebesar Rp255.690.607.294.
“Jadi, pencapaian tahun 2024 lalu itu sangat luar biasa. Jauh lebih tinggi dari target 2024 yang sebesar Rp224.500.000.000. Dan tentu saja jauh meningkat dari dua tahun sebelumnya yakni di 2023 sebesar Rp206.119.923.326 dan di tahun 2022 sebesar Rp217.600.620.979,” terang dr. Arma.
Dengan kinerja yang positif ini ternyata berbanding lurus juga dengan pencapaian lainnya. Dia mengungkap, dilihat dari indikator kinerja, untuk Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dari target 86,70% bisa tercapai 90,73%. Atau ketercapaian dari target di angka 104,65%.
Lalu, untuk persentasi Capaian SPM Rumah Sakit dar target 77%, realisasinya di angka 77,32% atau tercapai 100,42%. Untuk persentasi pemanfaatan RS dari target 100% bisa tercapai alias 100,00%. Lalu untuk jumlah kematian ibu di RSUD, target di bawah 10 dan yang realisasi 3 atau tercapai 170%.
Kemudian, untuk akreditasi, dari target 93,47% yang tercapai juga 93,47% atau tercapai 100,00%. Dan terakhir, untuk pelaksanaan program mutu dan manajemen risiko dari target 80% menjadi 92,05% realisasinya atau tercapai 115,06%.
“Bahkan yang membanggakan, untuk tingkat Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) itu terus meningkat. Itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Di 2023 di angka 87,42 dan di 2024 lalu nilai IKM sebesar 90,73,” ujarnya.
Tata Kelola dan Digitalisasi
Diakuinya, kinerja positif dari sisi layanan dan keuangan itu tak lepas dari peran tata kelola yang terus meningkat dan ditopang digitalisasi yang juga sudah massif. Untuk tata Kelola, kata dia, untuk penilaian internal SPI tahun 2024 GETUK SAPI atau Pengendalian Kepatuhan dan Risiko Bersama SPI di RSUD Bangil, beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan itu termasuk ke dalam Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT).
Seperti Audit tentang retur obat dan pengelolaan persediaan farmasi, dengan sasaran Instalasi Farmasi, dengan realisasi sudah dilakukan. Lalu Audit tentang pengelolaan dan pembinaan SDM (dengan sasaran bagian SDM), Audit pemakaian BBM 2023 (bagian umum), Audit pengisian informed consent (bagian pelayanan), dan Audit biaya perawatan pasien dengan kasus besar (Tim KMKB) semuanya sudah direalisasikan. Dan semua itu termasuk ke dalam PKPT.
Hanya Audit pengelolaan limbah, daur ulang, dengan sasaran Instalasi Kesehatan Lingkungan, yang masuk PKPT tapi belum direalisasikan. Dan Audit manajemen risiko, dengan sasaran seluruh unit, juga masuk PKPT, tapi belum direalisasikan.
“Sementara untuk audit keuangan, baik dari BPK maupun Kantor Akuntan Publik (KAP) hasil auditnya adalah WTP (Wajar Tanpa Pengecualian),” katanya.
Selain itu, lanjut dr. Arma, untuk penilaian dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), RSUD Bangil ini sebagai Rumah Sakit Terakreditasi PARIPURNA Bintang 5. Serta penilaian dari KEMENPANRB sebagai Rumah Sakit dengan Pelayanan PRIMA.
“Jadi, hal-hal ini menjadi keberhasilan yang membanggakan. Yaitu, penghargaan sebagai RSUD Terakreditasi Paripurna, penghargaan RSUD dengan Pelayanan PRIMA, penghargaan ASN teladan, penghargaan Petugas Kesehatan Terbaik Tingkat Nasional dengan inovasi JELITA SIAGA (Jemput, Layani, Tangani, Siap Bertemu Keluarga), juga penghargaan INOPAMAS. Dan bahkan, Jelita Siaga ini menjadi yang sangat direkomendasikan,” tandasnya.
Selain tata kelola yang bagus, RSUD Bangil juga mengedepankan digitalisasi dalam pelayanannya. Beberapa layanan Inovasi RSUD Bangil yang sudah diimplementasikan adalah, BEST (Bangil Emergency Service Team), HOLISTIC (Hospital Stroke Center Integrated and Comprehensive), JELITA SIAGA (Jemput, Layani, Tangani, Siap Bertemu Keluarga), KORAN HD (Kontrol Jumlah Cairan Pasien HD).
Lalu ada FAST Drug POS (Fasilitas Antar Service Obat di RSUD Bangil dengan Pos Indonesia), DUTA Prolimas (Program peduli Masyarakat), ELADALAH (Edukasi layanan Ingatkan Kontrol Daring Masalah Layanan Bantu Daftar Online), Translimat (Transport Cepat Jiwa Selamat), ODHALINK SIAP (Sayangi Ibu, Anak, dan Pasangan Usia Subur), BABY SERTIF (Bayi lahir bawa Ak, KK, dam KIA), Bandrol (Bantu Daftar Layanan Kontrol), dan Astronot Parkit (Aplikasi Stroke Notifikasi Pra Rumah Sakit).
“Transformasi digital dalam kesehatan adalah langkah menuju dunia medis yang lebih cerdas, lebih cepat, dan lebih tepat sasaran,” tandas dia.
Selain untuk memacu layanan, digitalisasi juga digunakan untuk memperkuat kualitas human capital (HC). Seperti, Si Pintar Gais (system pemberian intensif berbasis kinerja agar pegawai Sejahtera).
Ini, kata dia, sistem reward berbasis kinerja di RSUD Bangil diimplementasikan melalui system pemberian insentif atau tambahan penghasilan di luar gaji bagi pegawai RSUD Bangil yang didasarkan pada dasar ketenagaan, disiplin kerja, dan produktivitas.
“Inovasi ini dapat memotivasi pegawai semakin disiplin, pelayanan kepada Masyarakat semakin baik, sehingga angka kunjungan pasien dan pemanfaatan RSUD Bangil semakin meningkat,” katanya.
Juga ada E-Kinerja atau E-SIKEP (Sistem Kepegawaian Elektronik). Ini merupakan pengelolaan data pegawai, penilaian kinerja, pengajuan cuti, hingga pengarsipan dokumen secara elektronik, sehingga mendukung efektivitas kerja dan pelayanan yang lebih baik.
