Jakarta—Diseleksi dari total 2.000-an BUMD di Indonesia, sebanyak 140 BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) terbaik, bersaing untuk mendapatkan penghargaan TOP BUMD 2017 dari Majalah BusinessNews Indonesia dan lembaga Asia Business Research Center.
Kegiatan TOP BUMD 2017 diselenggarakan pada hari Rabu, 24 Maret 2017 , di Rafflesia Grand Ballroom – Balai Kartini Jakarta, dan dihadiri sekitar 560 undangan yang terdiri dari 47 Kepala Daerah (Gubernur, Walikota, dan Bupati), Pimpinan DPRD, serta ratusan Direksi/ Komisaris, Manajer/Kadiv dan Staf BUMD dari seluruh Indonesia.
Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, saat menjadi key note speaker di acara tersebut, menyatakan apresiasi dan kekagumannya terhadap kegiatan TOP BUMD. Kegiatan TOP BUMD, merupakan pemberian penghargaan BUMD yang paling komprehensif dan kredibel di Indonesia.
Oleh karenanya, setiap Manajemen BUMD dan Kepala Daerah, harus terpacu untuk meningkatkan kinerja dan layanan BUMD. Melalui kegiatan ini, kita dapat berharap terciptanya percepatan dan pemerataan pembangunan ekonomi daerah di seluruh Indonesia. DPD, sangat mendukung upaya-upaya yang terkait dengan peningkatan ekonomi dan kesejahateraan masyarakat daerah.
Oesman Sapta pun mengatakan, kegiatan TOP BUMD 2017, sangat bagus untuk memotivasi peran BUMD dalam pembangunan daerah. “Saya mengharapkan perbaikan BUMD dari berbagai aspek. Itu dari segi kultur, sistem, target, kecepatan, dan lain-lain,” kata dia.
Adapun Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, berkata bahwa BUMD penting untuk penguatan ekonomi daerah, serta potensial mengurangi kesenjangan di Indonesia. “BUMD bisa menimbulkan wirausahawan-wirausahanan baru. Sehingga, tercapailah keseimbangan antara daerah dengan pusat,” kata Zulkifli.
Kegiatan TOP BUMD ini diselenggarakan oleh majalah BusinessNews Indonesia, bekerjasama dengan Asia Business Research Center, serta beberapa lembaga Tim Penilai seperti SGL Management, PPM Manajemen, PT Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, PAKEM, Intellectual Business Community, dan Alvara Strategi Indonesia.
TOP BUMD merupakan kegiatan award sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada BUMD, CEO BUMD, dan Pembina BUMD (Kepala Daerah), yang dinilai berprestasi/berkinerja yang baik, banyak melakukan improvement, serta berkontribusi tinggi dalam pembangunan, terutama di daerah.
“Fokus penilaian yang dilakukan oleh Dewan Juri, terdiri dari 2 aspek, yakni Achievement (prestasi) dan Improvement (peningkatan) yang telah dilakukan oleh BUMD, dalam 1-2 tahun terakhir”, jelas Prof. Dr. Laode M. Kamaluddin, MSc.MEng – Ketua Dewan Juri TOP BUMD 2017. Aspek yang dinilai, meliputi bidang Kinerja Keuangan, Human Capital, Pemasaran, dan Manajemen Kinerja.
Penghargaan TOP BUMD dikelompokkan dalam beberapa kategori sesuai ketentuan dari Bank Indonesia. Pertama TOP BUMD per sektor usaha, yang dikelompokan dalam 5 sektor, yakni (a) TOP BPD, (b) TOP BPR, (c) TOP Asuransi & Jamkrida, (d) TOP PDAM, (e) TOP PD Pasar, dan (f) TOP BUMD Aneka Usaha.
Untuk sektor TOP BPD, sesuai peraturan OJK, dikelompokkan lagi berdasarkan BUKU Bank II (modal inti Rp 1-5 T) & BUKU Bank III (modal inti Rp 5-30 T). Sedangkan sektor BPR, diklasifikasikan menjadi BPRKU I (modal inti < Rp 15 M), BPRKU II (modal inti Rp 15-50 M), dan BPRKU III (modal inti diatas Rp 50 M).
Untuk sektor PDAM, sesuai Peraturan Menteri dalam Negeri, digolongkan berdasar kelompok jumlah Pelanggan, yakni PDAM pelanggan < 30.000, pelanggan 30.000-100.000, dan pelanggan diatas 100.000.
Sedangkan kategori TOP BUMD 2017 atau best overall, ditetapkan berdasarkan total nilai dari seluruh aspek yang dinilai, yakni Keuangan, Human Capital, Pemasaran, dan Manajemen Kinerja. Ada 10 BUMD Terbaik yang mendapatkan penghargaan TOP BUMD 2017.
Pemenang penghargaan TOP CEO BUMD, dikelompokkan dalam 2 kategori, yakni TOP CEO BUMD 2017 yang dinilai berhasil meningkatkan Prestasi dan Kinerja BUMD yang dipimpinnya, serta TOP CEO BUMD berbasis Character & Soft Competency, yang penilaiannya menggunakan metode Hand Writing Analysis.
Penghargaan TOP Pembina BUMD, diberikan kepada Kepala Daerah yang BUMD-nya mendapatkan penghargaan, karena Dewan Juri menilai bahwa keberhasilan BUMD, tentu tidak terlepas dari peran dan dukungan Kepala Daerah selaku Pembina dan Pemegang Saham pengendali BUMD yang bersangkutan.
Membangun “BUMD Hebat”
Tema yang diangkat dalam kegiatan TOP BUMD 2017 ini adalah Great BUMD: The Key to Accelerate Economic Growth. “Artinya, kita mengharapkan munculnya BUMD-BUMD yang “Hebat”, yakni BUMD yang selalu melakukan perbaikan pengelolaan usaha bisnisnya, untuk meningkatkan daya saing, layanan, dan kinerja perusahaannya, sehingga BUMD-BUMD Hebat tersebut, dapat berkontribusi lebih, dalam percepatan pertumbuhan ekonomi, baik di daerah maupun di tingkat nasional”, ujar M. Lutfi Handayani, MM., MBA, Ketua Penyelenggara TOP BUMD 2017, yang juga menjabat sebagai Pemimpin Redaksi majalah BusinessNews Indonesia.
Dalam testimoninya, banyak BUMD yang mendapatkan manfaat dengan keikutsertaannya dalam kegiatan TOP BUMD ini, seperti: (a) Adanya sesi Nilai Tambah, dimana Dewan Juri memberikan pendapat, masukan, yang dapat menjadi added value dan inspirasi perbaikan kedepan.
Sesi “Nilai Tambah” ini merupakan keunggulan TOP BUMD dan kegiatan Award yang diselenggarakan oleh BusinessNews Indonesia, jika dibandingkan dengan award-award lainnya. (b) Setiap peserta dapat seat in (duduk sebagai panelis) di sesi presentasi dan penjurian BUMD lain yang bukan kompetitor bisnisnya. Dengan demikian, setiap peserta berkesempatan untuk saling belajar. “Hal ini terlihat, dengan adanya peningkatan kinerja dan layanan BUMD-BUMD yang setiap tahun ikut dalam kegiatan TOP BUMD dan menjalankan masukan-masukan perbaikan dari Dewan Juri,” tegas dia.
Temuan-Temuan & Nilai Tambah Untuk BUMD
Suryo Danisworo, Dewan Juri Kehormatan TOP BUMD 2017 dalam paparannya di sesi Review dan Nilai Tambah TOP BUMD, menjelaskan bahwa BUMD harus meningkatkan sinergi dan kolaborasi dalam konteks “Economic Sharing”. Dengan mengarah ke situ, BUMD bisa membantu agar perekonomian Indonesia, bisa lebih efisien dan tidak mahal.
Kata Suryo, “Kita bisa melihat bahwa perusahaan e-commerce berkembang sangat cepat. Itu karena resource sharing tersebut. Sekarang adalah era economic resource sharing. BUMD harus bagus dalam kerja sama dengan model economic resource sharing.”
Terlepas dari masih sedikitnya sumbangan BUMD ke PAD, sebenarnya ada BUMD yang sudah berkinerja bagus. Bahkan, mampu berperan sebagai agent development di daerahnya. Oleh karena itulah, penghargaan TOP BUMD diberikan untuk memberikan apresiasi kepada BUMD yang sudah berkinerja baik.
Hal-hal lain yang perlu mendapat perhatian BUMD dan Kepala Daerah, diantaranya adalah:
1. Selain melaporkan output kinerja, sebaiknya manajemen BUMD juga melaporkan dampak bisnis yang dijalankan, yang terkait dengan target-target pembangunan Pemerintahan Daerah.
Misal: Output: Jumlah UKM yang dibiayai BPR; Dampak: Peningkatan omset dan kemampuan ekonomi UKM yang dibiayai. Data dan informasi tentang “Dampak” bermanfaat untuk mendukung pencapaian target-target Kepala Daerah dalam menjalankan program pembangunan.
2. Belum semua Walikota/ Bupati memiliki rekening tabungan/ deposito di BPR yang dibinanya. Hal ini penting, untuk menunjukkan komitmen dan kepedulian Kepala Daerah terhadap BUMD binaannya.
3. Perlunya keseimbangan bobot penilaian kinerja PDAM sebagai pelayanan publik untuk penyediaan air bersih dan air layak minum, dengan bobot kinerja keuangan. Dampak positif penyediaan air bersih, akan memberikan multiplayer effect yang lebih tinggi untuk kesehatan dan peningkatan ekonomi masyarakat.
4. BUMD yang memiliki manajemen kinerja dan tata kelola yang sesuai dengan GCG, terbukti memiliki peningkatan kinerja bisnis dan layanan yang lebih baik.
Dan masih banyak masukan Dewan Juri yang telah disampaikan dalam Wawancara Penjurian, baik yang bersifat strategis dan teknis, yang dapat dimanfaatkan manajemen untuk membangun BUMD Hebat.
Berikut ini adalah daftar lengkap pemenang Top BUMD 2017:
