Jakarta, TopBusiness – Tak henti terus berinovasi, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang -Jawa Timur, kian mendapat kepercayaan luas dari masyarakat. Hasil evaluasi atas kinerja Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) 2023, RSUD yang dipimpin Dr. dr. Ma’murotus Sa’diyah, M.Kes ini mendapat skor 81,90 naik 4,6% dibanding tahun 2022 yang sebesar 77,30 dengan predikat A dan menepati peringkat 1.
Di bawah kepemimpinan DR. dr Ma’murotus Sa’diyah MKes sebagai direktur, RSUD Jombang berhasil melahirkan puluhan inovasi di setiap unit/instalasi. Di antaranya melakukan reformasi birokrasi, inovasi manajemen korporasi rumah sakit dengan menerapkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) berbasis teknologi digital untuk memudahkan sistem integrasi data dan informasi, termasuk dengan mitra seperti BPJS Kesehatan, peningkatan praktik tata kelola perusahaan yang baik, dan lainnya.
Dari aspek tata kelola, indeks Reformasi Birokrasi RSUD Kab. Jombang meraih skor 81,93 dengan Kategori A- predikat “Memuaskan Dengan Catatan”. Inovasi pelayanan, di antaranya adanya sistem pendaftaran online untuk mengurangi antrean, sistem informasi manajemen obat elektronik, layanan antar obat kerja sama dengan PT Pos, sistem rujukan terintegrasi, E-RM, E-Resep, Gizi Sikozion (sistem konsultasi gizi online), dan sederet inovasi lainnya. Termasuk peningkatan sarana pra sarana rumah sakit, seperti penambahan poli spesialistik, penguatan kemampuan SDM, dan lainnya.
Berkat inovasi yang terus dikembangkan, RSUD Kabupaten Jombang dalam beberapa iga tahun terakhir, juga berhasil meraih sejumlah capaian positif dan berbagai penghargaan yang membanggakan. Capaian tersebut meliputi peningkatan kinerja usaha, performa pelayanan, kontribusi dalam meningkatkan indeks kesehatan masyarakat di Kab Jombang, dan berbagai capaian lain yang membanggakan.
Inovasi ini sejalan dengan visi dan misi yang diembannya sebagai BLUD. RSUD ini memiliki visi menjadi Rumah Sakit rujukan terdepan, pilihan utama masyarakat, dengan layanan paripurna, melalui sistem pendidikan kesehatan yang terintegrasi. Sedangkan misinya antara lain: meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang paripurna serta terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Meningkatkan sarana prasana dan sumber daya manusia sesuai standar. Menyelenggarakan pendidikan kedokteran, kesehatan lainnya, dan penunjang sistem layanan kesehatan, serta melaksanakan penelitian secara terintegrasi. Menyiapkan tata kelola organisasi yang profesional dan akuntabel.
Berkat peningkatan mutu pelayanan, kelengkapan sarana dan prasarana, tenaga ahli dokter spesialis, hingga penambahan poli spesialistik, RSUD Jombang terus berhasil mencatat kunjungan pelanggan rumah sakit yang kian meningkat. Tahun 2023 misalnya, jumlah pelanggan tercatat 244.385, tahun 2024 naik menjadi 285.491, melebihi dari yang ditargetkan sebanyak 244.385.
Tingkat kepuasan pelanggan atas kinerja pelayanan yang diberikan juga meningkat. Dari hasil penilaian dan survei pasien terhadap kinerja pelayanan yang diberikan oleh fasilitas pelayanan Kesehatan, juga menunjukkan tren yang kian meningkat, dimana tahun 2024 sebesar 88,00%, naik dari tahun sebelumnya sebesar 85,07%.
“Dengan adanya peningkatan ini, realisasi pendapatan juga terus meningkat, dalam dua tahun ini selalu melampuai target. Tahun 2024 pendapatan mencapai Rp 269.72 miliar, melebihi dari yang ditargetkan sebesar Rp 245 miliar. Skor indeks layanan pelanggan secara umum juga trus meningkat, dimana tahun 2024 mencapai 88,30, naik dari tahun sebelumnya sebesar 85,97,” ungkap Direktur RSUD Jombang, DR. dr Ma’murotus Sa’diyah MKes dalam sesi wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2025 secara daring Selasa (04/02/2025) secara daring melalui aplikasi zoom meeting yang dihelat Majalah TopBusiness, Jakarta.
Turut hadir mendampingi dalam wancana penjurian ini, di antaranya Wakil Direktur (Wadir Umum dan Keuangan (Mulya, S. Kep., Ns., MM)
wadir pelayanan (dr Arief), Kabid Yanmed dan keperawatan (dr. M. Vidya Buana, MH)
Kabid Penunjang medis dan non medis (Siti Munawaroh, S.Kep., Ns MM)
Kabag Keuangan ( Sugeng Suprapto, SE., M.Si). Sedangkan tim juri penilai terdiri Kusuma Prabandari (Ceo Dwika Consulting), Sentot Baskoro (Akademisi ahli hukum korporasi-LSP MSDMKI), Nurul Y Setyabudi (IDTUG /BPSK DKI), yan dimoderatori oleh Ahmad Chury (MSI Grup).
Dalam paparannya, Direktur RSUD Jombang Ma’murotus Sa’diyah membawakan materi presentasi berjudul “Akselerasi Transformasi Pelayanan Sebagai Strategi Wujudkan Kepuasan Paseian”. Dalam kesempatan itu, juga dipaparkan banyak hal terkait implementasi visi dan misi, inovasi layanan, kontribusi dalam meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat, performa kinerja usaha, penguatan kemampuan SDM dan lainnya.
Dalam dua tahun terakhir, RSUD Jombang juga berhasil memborong banyak prestasi. Baik tingkat nasional maupun regional. Di antaranya, RSUD Jombang menerima sertifikat Trust Mark 2023 dari BPJS Kesehatan. Kedua, RSUD Jombang juga berhasil meraih penghargaan ’’Rumah Sakit dengan Akreditasi Paripurna’’ dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Akreditasi paripurna merupakan tingkat akreditasi tertinggi yang diberikan oleh KARS tahun 2022.Akuntabilitas kinerja memuaskan dan reformasi birokrasi terbaik se-Kabupaten Jombang (2022), dan beberapa lainnya.
Meskipun berstatus BLUD dengan proporsi usaha 100 persen pelayanan publik, RSUD Jombang mampu membukukan kinerja keuangan yang kian solid. Hasil pemeriksaan Kantor Akuntan Publik (KAP) terhadap kinerja keuangan RSUD Jombang tahun 2022 hingga 2024, sama-sama mendapat opini wajar – menyajikan Laporan Keuangan secara Wajar sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan.
Dengan berbagai capaian yang kian meningkat, RSUD Jombanhg tahun 2025 ini kembali terpilih menjadi finalis ajang penghargaan BUMD paling bergengsi di Tanah Air, TOP BUMD Awards. TOP BUMD Awards adalah kegiatan pembelajaran bersama sekaligus pemberian penghargaan tingkat nasional kepada BUMD-BUMD Terbaik di Indonesia, yang dinilai berprestasi, berkinerja baik, dan telah banyak melakukan perbaikan/improvement, serta berkontribusi besar dalam pembangunan daerah.
Kegiatan TOP BUMD Awards diselenggarakan oleh majalah Top Business bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) serta sejumlah tim penilai, antara lain Lembaga Kajian Nusantara (LKN) Asta Cita, Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, Solusi Kinerja Bisnis (SKB) serta pakar/akademisi dari perguruan tinggi terkemuka di Tanah Air.
Editor: Agus H
