Jakarta, TopBusiness – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku kedatangan calon emiten baru di tahun 2019 ini tak akan sebanyak emiten baru di 2018 yang sampai saat ini sudah mencapai 54 emiten.
Pihak BEI pun hanya menargetkan 35 emiten baru dan dari laporan dari pertemuan perusahaan efek yang menjadi penjamin emisi (underwriter) ada sekitar 45 emiten baru yang akan melantai di BEI di tahun politik nanti.
“Dari yang kami tanya selama dua bulan lalu ada sekitar 45 (perusahaan). Tapi kan belum semua underwriter kami tanya,” ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, Kamis (22/11/2018).
Namun begitu, Nyoman belum bisa memastikan nilai dari aksi penawaran perdana saham (IPO) di tahun depan itu. Saat ini hanya jumlah tersebut yang baru menjadi pipe line di tahun depan yang ditawarkan dari para penjamin emisi itu.
“Kita lihat nanti lah (nilai emisinya), karena yang bisa kita lihat itu berapa pipeline dulu. Angka itu pun belum kita validasi. Perkiraan itu hasil ngobrol dulu sama mereka,” kata Nyoman.
Validasi yang dia maksud terkait program dan ikubator dari BEI, informasi dari kantor wrwakilan dan edukasi di kantong-kantong usaha. Srhingga anggka 45 emiten baru itu bisa saja bertambah.
“Itu yang kita harapkan mendapatkan respons. Karena dari pengalaman sebelumnya, apa yang kita lakukan di 2017 berbuah di 2018. Jadi beberapa emiten yang masuk di 2018, itu kita aproch di 2017,” jelasnya.
Sementara itu, kata dia, hingga minggu ke tiga November 2018, tercatat sudah ada 54 emiten baru. Sehingga total emiten saham tercatat 612. Namun dengan tersisa satu bulan lagi masih ada peluang beberapa emiten baru lagi.
“Masih ada sekitar 13-14 calon emiten lagi yang tengah menunggu pernyataan efektif OJK tahun ini,” pungkas dia.
Penulis: Tomy
