Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga sesi penutupan perdagangan berpotensi melemah hari ini.
Melalui website samuel.co.id, daily report Samuel Sekuritas Indonesia, Senin (24/03/2025) memperlihatkan judul IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini.
Bursa saham AS ditutup menguat pada Jumat (21/3). Dow +0,08%, S&P 500 +0,08%, Nasdaq +0,52%. Pasar AS menguat setelah Presiden Trump mengindikasikan fleksibilitas pada tarif yang akan datang dan meningkatkan harapan akan kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok.
Pasar komoditas ditutup beragam pada Jumat (21/3). Minyak WTI +1,64% ke USD 68,3/bbl, minyak Brent +2,04% ke USD 72,0/bbl, batu bara -0,77% ke USD 97,00/ton, CPO -0,88% ke MYR 4.376, dan emas melemah 0,72% ke USD 3.022/oz.
Mayoritas bursa saham Asia ditutup sebagian besar melemah pada perdagangan Jumat (21/3). Kospi +0,48%, Hang Seng -2,19%, Nikkei -0,20% dan Shanghai -1,29%.
IHSG melemah ke level 6.258,2 (-1,94%), dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 2,35 triliun. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 2,3 triliun, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell asing Rp 48,2 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBCA (Rp 1,3 triliun), BBNI (Rp 514,2 miliar), dan BMRI (Rp 512,2 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan AMRT (Rp 66,7 miliar), PGAS (Rp 52,6 miliar), dan ASII (Rp 49,3 miliar). Top leading movers emiten BREN, BBRI, dan ASII, sementara top lagging movers emiten BBCA, DCII, dan BMRI.
Bursa Asia dibuka stagnan pagi ini dengan Kospi -0,37% dan Nikkei +0,14%. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak melemah hari ini, disebabkan oleh penurunan sebagian besar komoditas dan pasar regional,” demikian tertulis di website.
