Jakarta, TopBusiness – Manajemen PT BPR Bank Daerah Bangli (Perseroda) atau Bank Daerah Bangli menilai bahwa kinerja keuangan tahun buku 2024 secara keseluruhan terjaga dan masih sesuai dengan ketentuan yang digariskan oleh Otoritas Jasa Keuangan alias OJK.
“Nah, kalau kita melihat dari sisi rencana. Itu tahun 2024, hanya satu yang belum atau apa namanya 100 persen tercapai, yaitu masih kurang lagi 1,38 persen yaitu tercapainya 98 persen koma sekian. Itu di outstanding kredit, kita belum tercapai,” kata Direktur Utama BPR Bank Daerah Bangli I Made Astawa, saat sesi pemaparan materi presentasi penjurian kepada Dewan Juri TOP BUMD Awards 2025 secara online melalui aplikasi zoom meeting, di Jakarta, Rabu.
Selain orang nomor satu di Bank Daerah Bangli, ada I Wayan Kardi selaku Direktur Bisnis. Kemudian, Made Ayu Adhi Lestari dan I Wayan Juni Arta masing-masing adalah Pejabat Eksekutif dan Pejabat Eksekutif TI, serta Ni Kadek Suandewi sebagai Kabag. Operasional.
Sementara itu, bertindak sebagai Dewan Juri TOP BUMD 2025 sekaligus merangkap moderator adalah Dwinda Ruslan dari Yayasan Pakem. Selanjutnya, Ben de Haan (MSI), Satya Arinanto (Guru Besar – Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH-UI), dan AL – Hadhy (LKN).
Made melanjutkan, untuk target kredit Bank Daerah Bangli tahun 2023 kurang dari rencana sebesar (Rp 18.569.050.186) atau (10,99 persen) dari target yang ditetapkan sebesar Rp 168.899.777.000, tercapai sebesar Rp 150.330.726.814. Sedangkan 2024 belum tercapai target sebesar (Rp 2.356.744.900) atau (1,38 persen) dari target yang ditetapkan sebesar Rp 171.230.485.872, tercapai sebesar Rp 168.873.740.972. “Hal ini disebabkan karena penyaluran kredit selalu mempertimbangkan asas kehati-hatian dan pertumbuhan ekonomi nasional dan regional juga masih rendah,” ucap Made.
Meski begitu, secara nominal angka penyaluran kredit bertumbuh. “Nah, kemudian dari sisi kredit walaupun target dari rencana belum tercapai. Kalau, kita melihat sisi dari pertumbuhan, itu dari tahun 2023 sampai dengan tahun 2024, itu terjadi pertumbuhan. Jadi, terjadi pertumbuhan yang 12,33 persen. Jadi, cukup tinggi juga pertumbuhannya yang kita capai dalam kondisi yang barusan mungkin dilihat dari pandemi Covid-19,” tutur dia.
Made mengungkapkan bahwa nilai aset Bank Daerah Bangli sudah melebihi dari rencana. Kemudian, tabungan dan deposito melebihi. Selanjutnya, laba juga bisa mencapai lebih dari target yang ditetapkan.
Made mengutarakan, untuk target aset pada tahun 2023 melebihi dari rencana sebesar Rp 37.893.826.989 atau 13,35 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 283.767.142.892, tercapai sebesar Rp 321.660.969.88. Sedangkan untuk 2024, juga melebihi target sebesar Rp 54.969.737.231 atau 16,93 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 324.728.701.358, tercapai sebesar Rp 379.698.438.589. Hal ini disebabkan adanya dana pihak ketiga yang mengalami peningkatan dalam bentuk tabungan dan deposito, yang menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat pada Bank Daerah Bangli.
Untuk target tabungan pada tahun 2023, melebihi dari rencana sebesar Rp 33.049.085.551 atau 24,73 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 133.654.781.028, tercapai sebesar Rp 166.703.866.579. Sedangkan untuk 2024 juga melebihi dari rencana sebesar Rp 37.150.059.206 atau 22,17 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 167.550.348.471, tercapai sebesar Rp 204.700.407.677. Hal ini karena Bank Daerah Bangli ditunjuk oleh Bupati Bangli selaku pemegang kebijakan dalam Pemerintah Daerah sebagai pengelola rekening kas desa, serta penyaluran gaji pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dan tunjangan profesi guru (TPG).
Target deposito pada 2023 melebihi dari rencana sebesar Rp 18.834.474.000 atau 18,88 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 99.750.000.000, tercapai sebesar Rp 118.584.474.000. Sedangkan untuk tahun 2024 juga melebihi dari rencana sebesar Rp 16.941.550.260 atau 14,15 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 119.770.318.740, tercapai sebesar Rp 136.711.869.000. Hal ini disebabkan meningkatnya kepercayaan nasabah untuk menempatkan dananya pada Bank Daerah Bangli.
Untuk target laba pada tahun 2023 melebihi dari rencana sebesar Rp 884.962.890 atau 22,12 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 4.000.820.802, tercapai sebesar Rp 4.885.783.692. Sedangkan pada 2024 juga melebihi dari rencana sebesar Rp 779.055.571 atau 18,97 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 4.107.589.291 tercapai sebesar Rp 4.886.644.862. Hal ini disebabkan adanya peningkatan terhadap pendapatan bunga kredit, penempatan dana antar bank aktiva (aba) dan pemulihan terhadap penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP) yang telah dibentuk.
