
Jakarta, businessnews.id — Akhir tahun 2013, perbankan nasional mengalami kesulitan likuiditas terutama untuk mata uang USD. Namun, tidak pada akhir-akhir ini.
Menurut Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia, Dody Hutabarat, di Jakarta (25/3/2014), Bank Indonesia telah berusaha mengatasi kelangkaan USD. Hasilnya, tidak ada lagi masalah kelangkaan tersebut.
“Saat ini volume transaksi antarbank menggunakan USD sudah mencapai USD 2 miliar per hari,” kata dia.
Angka itu naik dari USD 200 juta sampai USD 500 juta per hari di tahun 2013. Hal ini merupakan perbaikan yang perlu dipertahankan. Sedangkan secara keseluruhan, transaksi valas per hari selain transaksi antarbank saat ini sudah mencapai USD 5 miliar sampai USD 6 miliar per hari. “Ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi kita yang terus membaik, yang saat ini GDP mendekati USD 1 triliun.”
Selain itu, terdapat perkembangan menggembirakan secondary maket untuk pasar SBN (Surat Berharga Negara) sebab pada tahun 2009 volume transaksinya Rp 4 triliun per hari.
Sedangkan 2014 telah mencapai Rp 14 triliun per hari. Sehingga investor asing yang bertemu Bank Indonesia merasa yakin bahwa likuiditas pasar keuangan dan pasar modal betul-betul likuid. “Memberikan kepercayaan kepada mereka kalau mereka ingin keluar selalu ada likuiditas,” kata dia. (ZIZ)