
Jakarta, businessnews.id — BPD Regional Champion mensyaratkan bahwa di tahun 2014, penyaluran kredit produktif harus mencapai 40 persen dari total penyaluran kredit. Namun porsi itu sulit dicapai termasuk oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) Aceh.
Menurut Direktur Utama BPD Aceh, Busra Abdullah, porsi penyaluran kredit produktifnya hanya mencapai 20 persen di tahun 2013 dari total penyaluran kredit sebesar Rp 11,5 triliun. “Untuk mencapai 40 persen sulit sebab akan terkendala dengan SDM dan akhirnya akan bisa meningkatkan NPL (non performing loan),” terangnya di Jakarta (25/3/14).
Namun demikian, tambahnya, kredit komsumtif dengan porsi 80 persen dari total penyaluran kredit hanya sekadar nama. Pasalnya, KMG (kredit multiguna) yang disalurkan kepada pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Nanggroe Aceh Darussalam sebenarnya digunakan untuk usaha produktif.
“Hanya namanya yang konsumtif, tapi nyatanya kredit itu digunakan oleh keluarga PNS Aceh untuk usaha, baik itu anak, keponakan, ataupun istri mereka,” dia berkata.
Untuk tahun 2014, BPD Aceh menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit mencapai 20 persen dengan komposisi yang sama: 80 persen untuk kredit konsumtif sedangkan 20 persen untuk kredit produktif. “Khusus untuk kredit produktif kami akan lebih fokus pada segmen mikro,” kata dia. (ABDUL AZIZ)