Jakarta, TopBusiness—Bank NTT akan mendapatkan banyak manfaat dari adanya KUB (kelompok usaha bank) dengan Bank Jatim. Satu contoh manfaat itu adalah adanya sejumlah efisiensi.
“Misalnya saja, dengan KUB itu, nasabah Bank NTT bisa menarik uang tunai dari jaringan ATM Bank jatim. Dan biaya untuk itu, lebih murah,” kata Pjs. Kepala Divisi Corporate Secretary and Legal Bank NTT, Fransiskus A.L.A. Boli Tobi, hari ini.
Dalam presentasi untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2025 melalui jaringan internet, Fransiskus mengatakan bahwa proses uji tuntas untuk KUB tersebut sedang digelar oleh konsultan, yakni EY (Ernst and Young). “Setelah Libur Paskah 2025 ini, direncanakan bahwa ada pembahasan hasil uji tuntas itu.”
Kemudian, Mei-Juni 2025, rancangan pembentukan KUB iturencananya sudah bisa diajukan ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan).
Dalam presentasi tersebut, Fransiskus pun menjelaskan bahwa, kini pun, Bank NTT terus menggelar langkah efisiensi bisnis. Satu contoh untuk itu adalah strategi digitalisasi pada sejumlah lini bisnis.
Digitalisasi atau pun implementasi TI di Bank NTT pun kini sudah mendatangkan pendapatan.
Kalangan pemda (pemerintah daerah) pun mengaku sangat terbantu oleh digitalisasi tersebut. “Misalnya saja, dalam hal penerimaan melalui e-retribusi dan lain sejenisnya, pemda sangat terbantu,” Fransiskus menjelaskan lebih lanjut.
Kinerja Keuangan
Masih pada presentasinya tersebut, Fransiskus menjelaskan pencapaian terkini untuk kinerja keuangan Bank NTT. Ia, antara lain, menjelaskan bahwa, untuk tahun pembukuan 2024, laba sebelum pajak Bank NTT senilai Rp241.094.000.000. Angka ini naik daripada di tahun 2023 yang di Rp155.534.000.000. “Jadi, kenaikannya di 55,19% secara year on year,” dia menjelaskan.
Laba sebelum pajak senilai Rp241.094.000.000 tersebut pun mencapai 100,10% dari target dalam RBB (rencana bisnis bank).
Adapun total kredit pada tahun 2024 di Rp12.766.585.000.000. Angka ini lebih tinggi daripada di tahun 2023 yang di Rp12.474.213.000.000. “Secara tahunan, kenaikannya 2,34%,” kata Fransiskus.
Untuk tahun 2024, Bank NTT mencatatkan NPL gross sebesar 3,44%. Pada tahun 2023, angka itu di 2,88%.
Berbagai terobosan pun terus digelar oleh Bank NTT. Dengan berbagai terobosan pemasaran, inovasi layanan digital, dan peningkatan customer experience, Bank NTT terus bertransformasi menjadi bank daerah yang modern, inklusif, dan kompetitif.
“Keberhasilan dalam memerluas akses perbankan ke daerah terpencil, mendukung UMKM, serta meningkatkan layanan digital telah membuat Bank NTT semakin diakui di tingkat nasional sebagai BPD yang inovatif dan berorientasi pada kemajuan ekonomi daerah,” kata Fransiskus.
