TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Merajut Harmoni Sosial dan Lingkungan, ESTI Andalkan Empat Program CSR Ini

Busthomi
28 May 2025 | 08:44
rubrik: CSR, Event
Merajut Harmoni Sosial dan Lingkungan, ESTI Andalkan Empat Program CSR Ini

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Di tengah tantangan industri tekstil global, PT Ever Shine Tex Tbk (IDX: ESTI), justru menunjukkan komitmennya untuk tumbuh bersama masyarakat dan lingkungan. Untuk itu, perseroan pun konsisten dengan menggelar program pertanggungjawaban sosial dan lingkungan atau CSR, terutama terhadap masyarakat sekitar operasional bisnis Perusahaan.

Untuk diketahui, ESTI merupakan perusahaan tekstil yang telah berdiri sejak 1974 yang memiliki pabrik dan fasilitas produksi berlokasi di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten. Sehingga dalam menggelar program CSR-nya, perusahaan menonjolkan berbagai inisiatif yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan lingkungan, tetapi juga memberdayakan komunitas secara langsung.

Hal ini seperti tergambar dalam proses penjurian TOP CSR Award 2025 yang digelar Majalah TopBusiness secara daring, Rabu (28/5/2025). ESTI sendiri untuk kali pertama terpilih menjadi nominator penerima penghargaan TOP CSR Awards 2025. Dan sebagai syaratnya, ESTI harus melakukan presentasi program CSR selama ini di depan dewan juri.

Hadir dalam proses penjurian ini, Irpan Restu Ade Putra selaku Sustainability & Compliance Director PT Ever Shine Tex Tbk. Dalam presentasi kali ini, ESTI mengangkat tema, “Merajut Semangat, Menebar Manfaat, Menuju Masa Depan Bersinar Bersama Ever Shine Tex.”

“Kami percaya bahwa perusahaan yang baik bukan hanya fokus pada profit, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” ungkap Irpan dai awal presentasi tersebut.

Maka dari itu, kata dia, salaam ini, keberadaan industry, termasuk industri tekstil yang digeluti ESTI, berdasarkan pemikiran sebagian besar pihak tentu berdampak buruk bagi lingkungan. Sehingga mereka menilai, pilihan untuk tinggal berdampingan dengan industri bukanlah sebuah pilihan yang bagus.

“Akan tetapi, dengan adanya kegiatan CSR ini, masyarakat melihat dampak positif dengan adanya keberadaan Perusahaan. Termasuk yang sudah kami lakukan selama ini. Dengan begitu, kondisi tersebut mempermudah perusahaan untuk melakukan langkah-langkah keputusan bisnis seperti pengembangan pabrik yang mendapatkan dukungan dari warga sekitar,” terang dia.

BACA JUGA:   Mbak Lastri, Program CSR Trans Pacific Petrochemical untuk Tingkatkan Kompetensi Tenaga Lokal

Bahkan terkait isu lingkungan yang selama ini menjadi isu seksi, terang Irpan, berhasil ditepis berkat pengelolaan lingkungan yang baik, mengolah limbah, serta tidak mengambil air tanah. Dengan demikian, kata dia, warga tetap nyaman berdampingan dengan perusahaan, kepercayaan terhadap perusahaan juga terbentuk. “Pada akhinya tidak ada saling curiga antara pelaku industri dengan warga di sekitar Perusahaan,” ucapnya.

Program CSR

Sebagai bentuk pertanggungjawaban Perusahaan terhadap dampak yang ditimbulkannya, sejauh ini ESTI sudah memiliki banyak program CSR. Setidaknya ada empat program CSR besar yang sudah diusung.

Pertama, Program Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL/WTP) untuk Pemulihan Kualitas Air dan Lingkungan

Program ini bertujuan untuk membangun dan mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL/WTP) guna memastikan bahwa limbah cair dari proses produksi tekstil diolah sebelum dibuang ke lingkungan.

Teknologi yang digunakan akan disesuaikan dengan jenis polutan dan standar mutu air limbah sesuai Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021. Selain instalasi fisik, program ini mencakup pelatihan karyawan dan masyarakat sekitar tentang pentingnya pengelolaan air limbah, serta transparansi pelaporan hasil pengujian kualitas air buangan secara berkala.

Dengan teknologi canggih ini, kata dia, ESTI bisa memastikan air limbah yang dialirkan ke sungai telah memenuhi baku mutu yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Bahkan, sebanyak 25% air hasil olahan digunakan kembali dalam proses produksi, sebagai bagian dari efisiensi dan tanggung jawab lingkungan.

“Jadi, kami tidak hanya memenuhi regulasi, tapi juga membangun kepercayaan dengan warga. Tidak pernah ada keluhan soal pencemaran air selama lima tahun terakhir,” tandasnya.

Program CSR ini juga selaras dengan Asta Cita Nomor 8, yaitu Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan dan budaya serta meningkatkan toleransi antarumat beragama.

Adapun beberapa manfaat dari program ini adalah, antara lain, menurunnya pencemaran air dan tanah di sekitar lokasi pabrik, kualitas air buangan memenuhi baku mutu pemerintah, mendorong penggunaan ulang air hasil olahan untuk kegiatan non proses (irigasi taman, toilet, dll), meningkatkan kesehatan masyarakat sekitar yang sebelumnya terdampak limbah, mengurangi risiko denda dan sanksi hukum akibat pencemaran, dan lain sebagainya.

BACA JUGA:   Soal GRC dan ESG, Komitmen Pan Brothers Sudah Terbukti Nyata

Kedua, Program Kertas untuk Kehidupan: CSR Daur Ulang dan Kebaikan

Program ini merupakan inisiatif CSR, di mana perusahaan menyalurkan kertas bekas internal (misalnya dari kantor, divisi administrasi, dan produksi) kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Kertas bekas ini akan dimanfaatkan oleh Tzu Chi dalam kegiatan daur ulang ramah lingkungan, yang hasilnya digunakan untuk mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan, seperti bantuan pendidikan, kesehatan, dan penanggulangan bencana.

Program ini juga sekaligus mendorong budaya reduce–reuse–recycle (3R) di lingkungan kerja serta membangun kolaborasi perusahaan dengan lembaga sosial berbasis kemanusiaan.

“Ini selaras dengan Asta Cita Nomor 8. Dengan dampak positifnya seperti mengurangi limbah padat (kertas) yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), mengurangi konsumsi bahan baku baru untuk pembuatan kertas, menumbuhkan budaya daur ulang dan kepedulian lingkungan di lingkungan Perusahaan, mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan yang dijalankan Yayasan Tzu Chi, dan lain sebagainya,” ujar dia.

Ketiga, Program Kebun Berkah dan Qurban Untuk Negeri

Program “Kebun Berkah dan Qurban Untuk Negeri” adalah inisiatif CSR perusahaan tekstil yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat nilai-nilai gotong royong dan keagamaan.

Program ini dilakukan melalui: Pembagian hasil kebun berupa sayuran segar yang dibudidayakan di lahan milik perusahaan atau mitra binaan. Distribusi hewan ternak qurban (kambing) kepada masyarakat kurang mampu saat Hari Raya Idul Adha.

Program ini dijalankan secara berkala dan melibatkan komunitas lokal dalam proses produksi, perawatan kebun, pemeliharaan ternak, serta distribusi hasil panen dan hewan qurban.

Ini selaras dengan Asta Cita Nomor 2 dan Nomor 6. Dengan manfaat yang didapat dari program CSR ini adalah

Meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan sehat (sayur dan daging), membangun solidaritas sosial melalui pembagian hewan qurban, mengurangi beban ekonomi masyarakat miskin dan rentan, memberikan peluang kerja dan penghasilan tambahan bagi warga sekitar (pekerja kebun, peternak, distribusi), menguatkan ekonomi komunitas melalui sistem kemitraan dengan UMKM dan koperasi tani/ternak, mendorong pertanian organik skala kecil dan pemeliharaan ternak yang berkelanjutan, pemanfaatan lahan tidak produktif menjadi sumber pangan local, dan lain sebagainya.

BACA JUGA:   Astana Group Finalis TOP CSR Awards 2025, Usung Program CSR Zero Waste untuk Bisnis Berkelanjutan

Keempat, Program Magang Komunitas Menuju Kemandirian Karier Tekstil

Program ini merupakan inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan tekstil untuk membuka akses pelatihan kerja bagi warga di sekitar pabrik. Peserta akan mengikuti program magang selama 3 bulan di bagian reaching/cucuk (proses persiapan benang sebelum ditenun), dan dirotasi ke bagian lain setiap periode 3 bulan untuk memahami proses produksi secara menyeluruh.

Peserta yang menunjukkan kompetensi, etika kerja, dan motivasi tinggi, akan mendapat kesempatan direkrut menjadi karyawan di perusahaan. Program ini bertujuan memberikan keterampilan praktis, memperkuat hubungan dengan masyarakat lokal, dan membangun ekosistem tenaga kerja yang berkelanjutan.

Program CSR ini selaras dengan Asta Cita Nomor 2 “Mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional” dan Asta Cita Nomor 6 “Membangun dari desa untuk pemerataan pembangunan dan pengentasan kemiskinan.”

“Kami menjalankan CSR ini bukan sebagai kewajiban administratif, melainkan sebagai bagian dari budaya perusahaan. Ini yang menjaga keberlangsungan bisnis kami secara berkelanjutan. Karena bagi kami, keberlanjutan bukan hanya soal produk hijau, tapi juga harmoni antara perusahaan, masyarakat, dan lingkungan. Ini adalah fondasi kami dalam menatap masa depan,” terang Irpan.

Adapun dampak nyata dari adanya program CSR itu adalah, sebanyak 793 tenaga kerja yang terserap, ada 303 pemasok lokal diberdayakan, ada produk ramah lingkungan (sertifikasi Oeko-Tex, Global Recycle Standard), serta pengurangan emisi GRK & pengolahan air limbah melalui IPAL Zero insiden lingkungan & pengaduan masyarakat.

Tags: PT Ever Shine Tex TbkTOP CSR Awards 2024
Previous Post

IHSG Potensi Naik dengan Syarat Tertentu, dan Saham Ini Dijagokan

Next Post

Perusahaan Terbaik Kelola CSR di Indonesia Sharing Pembelajaran di Webinar TOP CSR Awards 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR