Jakarta, TopBusiness – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Riau untuk pertama kalinya mengikuti sekaligus menjadi kandidat meraih penghargaan/Finalis TOP CSR Awards 2025. BAZNAS Riau telah menjalankan 3 program CSR unggulan yang fokus pada perekonomian, yaitu Zakat Community Development (ZCD), Bank Pangan, dan Bina Daya Riau (BIDARI).
BAZNAS Riau telah mengikuti mengikuti Wawancara Penjurian TOP CSR Awards 2025, secara online, Rabu, 28/05/2025. Tim yang hadir, yaitu: Ketua: H. Masriadi Hasan, Lc. M. Sha; Wakil Ketua II: Jamaluddin, S. Ag. M. Sy; Kepala Pelaksana: Idris, SE. Sy; Kepala Bagian Penyaluran: M. Naser, S. Kom; dan Tim Program Penyaluran: Gio Vani Jefri, SE. Mereka membawakan materi berjudul “Peran BAZNAS Riau Dalam Perekonomian di Riau.”
Bertindak selaku Dewan Juri: Melani K. Harriman (Melani K. Harriman & Associates), Jonathan Prabowo (BRIN), Nurdizal M. Rachman (CoreBest), dan Nurul Y. Setyabudi (IDTUG).
TOP CSR Awards 2025 adalah kegiatan Pembelajaran Bersama dan Pemberian Penghargaan di bidang Corporate Social Responsibility yang mengangkat tema “CSR untuk Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan dan Program Pemerintah Asta Cita.”
Kegiatan ini bertujuan, pertama, memberikan apresiasi atau penghargaan setinggi-tingginya kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai berhasil melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan yang efektif dan berkualitas. Kedua, sarana pembelajaran bersama, untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pelaksanaan program CSR bagi perusahaan yang beroperasi di Indonesia.
TOP CSR Awards diselenggarakan oleh majalah Top Business terbitan PT Madani Solusi Internasional (MSI Group), sejak tahun 2016 bekerja sama dengan sejumlah asosiasi CSR, asosiasi bisnis dan Good Corporate Governance, perusahaan konsultan CSR, serta akademisi dari perguruan tinggi.
Kinerja BAZNAS Riau
Pada sesi Presentasi dan Pendalaman, H. Masriadi Hasan menjelaskan kepada dewan juri potensi ZIS di Provinsi Riau yang terdiri dari 12 kota dan kabupaten.
“Menurut hasil riset Pusat Kajian Strategis BAZNAS RI yang berjudul “Indikator Pemetaan Potensi Zakat Provinsi, Kabupaten dan Kota Tahun 2022 Regional Sumatera” bahwa Potensi Zakat di Provinsi Riau adalah Rp7,6 Triliun,” ujarnya.
“Kemudian, tren pengelolaan ZIS per tahun mulai 2021 hingga 2023 mencatat rata-rata pertumbuhan pengumpulan 70 persen dan rata-rata pertumbuhan penyaluran 60 persen,” kata H. Masriadi Hasan.
Dengan rincian penyaluran zakat, total penerima manfaat 398.305 jiwa dan total nominal bantuan Rp 89.324.162.931,- yang tersebar di 5 program yaitu Riau Peduli, Riau Sehat, Riau Cerdas, Riau Makmur, dan Riau Dakwah.
“Rasio penyaluran ZIS, Pendayagunaan 46,4 persen dan Pendistribusian 53,6 persen,” tuturnya.
Program CSR Unggulan
Lebih lanjut, kepada Dewan Juri TOP CSR Awards 2025, H. Masriadi Hasan memaparkan bahwa BAZNAS Riau telah menjalankan 3 program CSR unggulan yang fokus pada perekonomian, yaitu Zakat Community Development (ZCD), Bank Pangan, dan Bina Daya Riau (BIDARI).
Pertama, Zakat Community Development (ZCD) BAZNAS adalah program pengembangan komunitas dengan mengintegrasikan aspek dakwah, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan secara komprehensif yang sumber pendanaannya dari zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL).
“Salah satu dampak nyata program ini, berkontribusi dalam mengentaskan kemiskinan di Provinsi Riau pada khususnya dan tingkat nasional. Rasio kontribusi BAZNAS Provinsi Riau terhadap pengentasan kemiskinan Riau per September 2022 yaitu 0,08 persen atau 410 jiwa,” ungkapnya.
Program kedua, Bank Pangan merupakan program yang hadir untuk membantu mengatasi kesenjangan pangan di masyarakat. Dalam praktiknya, Bank Pangan menjadi jembatan antara masyarakat yang berlebihan makanan dengan masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan yang dijalankan antara lain:
- Gleaning, dukungan ke petani dan ke peternakan. Contohnya, membeli hasil panen petani yang tidak sesuai dengan standar yang diinginkan pasar. Sebanyak 9.172 kg beras petani sudah terselamatkan dari lumbung pangan Siak.
- Program Black Soldier Fly-larva, pemanfaatan sampah makanan dari berbagai sumber dan sisa hasil kegiatan Bank Pangan untuk dikonversikan menjadi sebuah nilai ekonomi. Larva BSF bisa diaplikasikan untuk dijadikan pakan ternak/ikan dan pupuk organik. Sebanyak 1.184 kg sampah telah diurai.
- Paket Logistik Keluarga, menyediakan makanan siap santap untuk masyarakat miskin ekstrim, pra-sejahtera, lansia, serta masyarakat yang mempunyai penyakit kronis. Sebanyak 7.081 jiwa penerima manfaat, total penyaluran Rp 980 juta, menjangkau titik penyaluran 8 kabupaten.
Program ketiga, Bina Daya Riau (BIDARI), pelatihan bisnis dan pembinaan intensif dari BAZNAS Provinsi Riau untuk menjadi wadah mendirikan kemandirian pengembangan UMKM di Riau. Capaian program, penerima manfaat sebanyak 491 UMKM dimana 98 UMKM telah menerima legalitas usaha.
