Jakarta, TopBusiness—Bank Indonesia (BI) dan Banque de France (BdF) menyepakati penguatan kerjasama bilateral di area kebanksentralan. Nota kesepahaman ditandatangani oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo, dan Gubernur BdF, François Villeroy de Galhau. Dan berlaku efektif pada 15 Mei 2025.
Dalam keterangan resmi dari BI (29/5/2025), dijelaskan bahwa lingkup kerjasama itu meliputi inovasi digital pada sistem pembayaran, keuangan berkelanjutan, dan risiko keuangan terkait iklim.
Juga, kerangka regulasi dan pengawasan dalam konteks anti pencucian uang/pencegahan pendanaan terorisme/pencegahan pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal (APU-PPT-PPPSPM).
“Kerjasama ini akan diimplementasikan, diantara itu, dalam bentuk dialog kebijakan, pertukaran pengalaman dan pengetahuan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso.
“Termasuk di situ adalah studi/penelitian bersama, pengembangan kapasitas, dan pertukaran data atau informasi,” ucap Ramdan.
Kesepakatan ini menjadi cerminan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi antara kedua bank sentral yang lebih terstruktur dan strategis di area utama kebanksentralan, yang mencakup kebijakan moneter, makroprudensial dan stabilitas keuangan, serta sistem pembayaran dan setelmen.
