Jakarta, TopBusiness – Amartha, platform keuangan digital, berhasil mengamankan pendanaan sebesar US$ 55 juta (sekitar Rp 890 miliar) dari tiga lembaga keuangan pembangunan ternama Eropa: Swedfund dari Swedia, Finnfund dari Finlandia, dan BIO dari Belgia.
Pendanaan ini akan digunakan untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM perempuan di pedesaan Indonesia.
Amartha, yang telah menjangkau lebih dari 3,3 juta pelaku UMKM sejak berdiri pada 2010, menunjukkan komitmennya dalam membangun inklusi keuangan di akar rumput.
Pendanaan terbaru ini menegaskan kepercayaan investor global terhadap potensi besar segmen ini.
“Kerja sama dari tiga sovereign fund dari Eropa ini merupakan bukti bahwa investor asing telah menyadari potensi besar yang dimiliki segmen akar rumput. Amartha berkomitmen memfasilitasi pendanaan ini untuk jutaan UMKM di Indonesia,” ujar Founder & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra dalam keterangan tertulis, Rabu (18/6/2025).
Ia juga menegaskan bahwa pendanaan ini akan dimanfaatkan untuk membantu jutaan perempuan pengusaha mikro di perdesaan.
Berikut rincian pendanaan senilai US$ 55 juta tersebut:
– Swedfund (Swedia): US$ 25 juta
– Finnfund (Finlandia): US$ 15 juta
– BIO (Belgia): US$ 15 juta
Pendanaan ini adalah bagian dari fasilitas sindikasi lebih besar senilai US$ 199 juta yang dipimpin oleh IFC (International Finance Corporation) anggota Grup Bank Dunia.
Menurut OJK, hingga Februari 2025 pertumbuhan kredit UMKM hanya naik 2,1 persen secara tahunan, menandakan kebutuhan akan dorongan baru. Pendanaan asing seperti ini bisa menjadi harapan baru bagi UMKM yang selama ini kesulitan mendapatkan akses keuangan.
Amartha mengedepankan tata kelola yang pruden, termasuk mitigasi risiko, ethical lending, dan ekosistem digital yang terintegrasi.
Pendekatan inilah yang dianggap menarik bagi investor besar seperti Swedfund dan Finnfund.
“Investasi Swedfund akan membantu Amartha menjangkau perempuan dengan pembiayaan bertanggung jawab,” kata Direktur Investasi Inklusi Keuangan Swedfund, Jane Niedra.
Finnfund menyoroti pengembangan AmarthaFin, aplikasi yang memungkinkan nasabah menjadi lender mikro bagi sesama anggota kelompok.
“Melalui AmarthaFin, peminjam bahkan bisa memperoleh penghasilan tambahan,” jelas perwakilan dari Finnfund, Ulla-Maija Rantapuska.
Sementara itu, CEO BIO, Joris Totté, menekankan pentingnya alat pembayaran digital seperti PPOB dan e-wallet untuk menjangkau daerah minim layanan perbankan.
Amartha sebelumnya juga menggelar The 2025 Asia Grassroots Forum, mengajak investor global melirik potensi ekonomi akar rumput. Dalam forum itu, Amartha membagikan pengalaman selama 15 tahun menjembatani teknologi dengan kebutuhan pelaku UMKM.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan Swedfund, Finnfund, dan BIO dalam mendukung visi dan misi kami untuk mendorong layanan keuangan yang lebih inklusif,” ujar Taufan.
